Suasana Panas Kantor

1294 Words
Setelah cukup lama Nayra menyita waktu ayahnya akhirnya Nayra bosan juga berada di ruangan ayahnya, sedangkan Lia di luar bersama Bram mengerjakan tugas-tugasnya yang diberikan oleh Bram. Sedangkan Sabrina terlihat sibuk dengan pekerjaannya mengatur jadwal majikannya. "Aku mau pulang dulu yah" ucapnya. "Bosen sendiri kan? Orang kerja itu gak seperti bermain sayang," kekeh Niko. "Uhhhhhh!!" Nayra mengibaskan tangannya malas menanggapi sang ayah yang terlihat sangat sibuk. ayah, malam ini jangan pulang terlambat aku sudah mengundang Tante Zara kerumah," ucap Nayra lebih tepatnya memberi perintah. "ayah ajak juga Lia ya," imbuh Nayra kemudian menghilang di balik pintu. Niko hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Sedari dulu putrinya ingin Zara menjadi ibu sambungnya. Zara adalah temannya sekaligus sahabat mantan istrinya. Niko begitu merindukan mainan barunya yang begitu menyita pikirannya selama beberapa hari ini. Niko begitu kecanduannya dengan milik wanita itu padahal Niko sering bermain dengan para Pro diluaran sana. Suruh Lia keruangan saya," perintah Niko pada Bram lewat pesan chat. "Baik Tuan," Bram mengetik jawab balasan. "Lia, kamu diminta menghadap Tuan ke dalam," ucap Bram. "Kenapa pak Niko meminta Lia kedalam bukankan aku sekretarisnya," protes Sabrina yang mendengar kata-kata Bram. "Emang kamu bosnya di sini. Kamu ingat Lia ini sahabat Nona Nayra dia lebih dekat dengan keluarga mereka," jawab Bram membuat Lia menjadi tidak enak. Sabrina menjadi tambah kesal, padahal sedari tadi dia ingin berduaan dengan bos tampannya , justru sekarang keinginannya itu gagal lagi karena sang majikan memanggil pegawai baru yang tak lain adalah sahabat dari Nayra putri majikannya. "Lia, cepat kamu masuk nanti bos marah kalo kamu kerja lelet," ujar Bram lagi ketika melihat Lia terlihat ragu. CLEKKK.. Lia membuka pintu ruangan majikanya, Niko terlihat duduk di kursi kebesarannya terlihat gagah dan juga tampan. Pantesan saja banyak wanita yang mengejar ayah sahabatnya itu. "Kenapa berdiri disitu saja baby...," ucap Niko sambil tersenyum "Kata Pak Bram Om memanggil saya," Lia bersikap begitu sopan. "Om....?" Niko memicingkan matanya. Niko beranjak dari tempat duduknya mendekati Lia yang terlihat masih tidak nyaman. Tepatnya Lia ketakutan hubungan mereka terbongkar. Niko menarik pinggang Lia sehingga tubuh keduanya menempel. "Kamu jangan terlalu memikirkan omongan Nayra ya," Niko langsung melumat bibir Lia membuat Lia terkesiap. "Om jangan di sini ya nanti diliat orang," tolak Lia " Kenapa Om sih.. panggil Niko kalo kita lagi berdua." Niko yang sudah begitu kecanduan dengan tubuh Lia mengendong Lia ke kamar tempatnya beristirahat. Niko meletakkan tubuh Lia di atas ranjangnya dan menindih tubuh mungil itu. "Jangan takut sayang, tidak akan ada yang bisa masuk keruangan ini tanpa seijin aku," Niko kembali melumat bibir ranum Lia. Niko yang sudah sedari tadi menahan nafsunya ingin menjamah gadisnya kini langsung dia lakukan dengan penuh gairah. "ko...." Niko menanggalkan pakaian yang membungkus tubuh Lia dengan rakus bibir dan lidah Niko bermain di salah satu puncak kembar Lia membuat Lia terus mendesah kenikmatan. Niko tambah bersemangat lidahnya terus menari-nari pada pucuk kembar Lia. Junior Niko di bawah sana terus mengeras betapa cepatnya Sang junior bereaksi dengan tubuh Lia. "Enak baby..." "ko tolong..." Lia berusaha menghentikan laki-laki dewasa itu. "Jangan takut ya... aku akan kasih kamu kenikmatan jangan pikirin yang lain." Niko kembali melanjutkan kegiatannya. Bibir dan lidahnya terus bermain, pada gundukan kembar tadi, semakin kuat membuat Lia mencengkram rambut Niko. "ko..," pekik Lia disaat Niko mengigit kecil pucuknya. Lidah Niko terus menikmati santapannya yang paling nikmat menurutnya. Setelah puas di bagian atas bibir Niko mulai menelusuri perut Lia sampai bibir panas itu berhenti di bawah dan tak lupa Niko meningalkan jejak kepemilikannya. Lia menutupi bagian intinya dengan kedua tangannya. Niko tersenyum puas melihat Lia yang begitu polos biasanya wanita lain akan langsung meminta Niko memberi kepuasan kepada mereka. Niko membuka semua pakaiannya sehingga mereka berdua sudah sama-sama polos Milik Niko sudah berdiri sempurna membuat Lia mengalihkan pandangan begitu malu melihat pemandangan di hadapannya. "Kenapa mesti malu baby liat punya aku, Bukannya kamu pernah merasakannya sebelumnya," pinta Niko berbisik, Niko kemudian mengecup bibir Lia "Kini aku milik kamu Baby," ucap lagi. "Sekarang aku mau kenalin ke kamu rasa baru, aku yakin kamu pasti menyukainya," Niko melebarkan kaki Lia kemudian menekuknya Niko memasukkan kepalanya disela-sela kakinya. "kamu mau apa?" Lia begitu malu tangannya spontan menutupi bagian intinya. "aku mau kasi rasa yang lebih nikmat lagi!!!" Niko menjauhkan tangan Lia kemudian bibirnya mulai memberikan servis pada mahkota Lia. Lia yang minim pengalaman langsung mendesah hebat. Sensasi di bawah sana begitu nikmat, apa ini surga dunia yang kadang sering teman-temannya yang lain bicarakan. Bokong Lia terus bergerak-gerak menahan rasa nikmat yang diberikan oleh ayah sahabatnya itu. Laki-laki dewasa yang memperkenalkan rasa asing pada tubuhnya. Niko semakin bersemangat melihat gadisnya terus mendesah dan tangannya terus mencengram rambut Niko. Lia terus mengebut ketika dirinya mencampai puncak. "Bagaimana sayang, rasanya luar biasakan." Lia mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat puncak kenikmatan yang berkali-kali menghampirinya. "Sekarang giliran milik aku ya. Dia sudah tidak sabar memasukimu baby," Niko mengarahkan miliknya yang sudah keras menunggu tepatnya berlabuh.. "Aughhh ." Lia mencengkram lengan Niko, disaat Niko melakukan penyatuan mereka. Niko berhenti sejenak membiarkan tubuh Lia menerima miliknya di dalam sana. "aku lanjutin ya," Lia menganggukan kepalanya. Niko mulai mengerjakan pinggangnya maju mundur dengan gerakan pelan, Niko kembali melumat bibir Lia dan mempercepat goyangan pinggulnya mencari kenikmatannya. Niko begitu bahagia melihat wanita muda dibawah kumkumannya terus mendesah sekaligus pasrah. Niko tidak puas disana saja dia kembali menyatukan tubuh mereka dari belakang. " enak banget terus Lia suka. Ahhhhhh," racau Lia terus keluar dari mulutnya tanpa Lia sadari. Pelus sudah membasahi tubuh mereka berdua. Niko semakin terpacu dan terus menghentakkan semakin dalam miliknya dari belakang kedua tangan Niko memeluk pinggang Lia,pinggulnya terus menambah kecepatannya. Erangan dan desahan dari bibir mereka memenuhi ruangan itu. Ruangan yang menjadi saksi bisu betapa panasnya percintaan mereka sepasang anak manusia yang memiliki perbedaan umur yang sangat jauh. Niko membalikan tubuh Lia lagi dan peletakannya di pinggir ranjang dan lagi mengujam milik Lia dengan miliknya yang tidak pernah mau berhenti memasuki milik gadis muda itu. "Baby kamu suka permainan aku?" tanya Niko "Lia suka. Enak banget," aku Lia jujur yang tentunya membuat Niko semakin suka dengan kepolosan Lia. Niko kembali melanjutkan permainannya, bibirnya kembali menikmati pickup kembar Lia secara bergiliran tanpa menghentikan gerakan pinggangnya yang terus menambah kecepatannya. " Lia mau keluar," pekik Lia "Keluarkan baby..." Lia mencengkram kuat lengan Niko ketika badai kenikmatan menghampiri dirinya. Niko menahan dirinya agar tidak keluar juga dia belum puas dan tidak akan pernah puas. Niko melanjutkan permainan mereka dikamar mandi didalam tabung kaca, Niko tau Lia sudah sangat lelah maka dari itu Niko mengendong tubuh Lia seperti kangguru di bawah guyuran air shower. Lia memang sangat kelelahan namun bibirnya terus mendesa karena milik Niko yang terus memasuki dirinya dibawah sana. "Baby aku mau keluar...." Niko mengerang suara erangannya sangat gagah ketika badai kenikmatan menghampiri dirinya, cairan hangat keluar dari tubuhnya memenuhi milik Lia. Niko kembali menautkan bibir mereka melumat kembali bibir Lia "Lia kamu hanya milik aku tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku" tegas Niko setelah usai percintaan panas mereka. Lia menganggukan kepalanya walaupun di dalam hatinya dia meringis memikirkan bagaimana nasibnya jika hubungan ini terbongkar. "Baby, kita tidur bentar dulu, kamu kelihatannya lelah banget," ajak Niko. "Gak , nanti ada yang curiga kenapa aku lama di ruangan ," tolak Lia sembari merapikan ranjang dan setelah itu merapikan pakaiannya yang dia pakai tadi agar tidak ada yang mencurigai mereka. "Kalo gitu kita makan bareng di ruang kerja biar tenagamu pulih," ajak Niko, Lia ingin menolak lagi namun Niko memaksanya. Niko menghubungi sekretariasnya meminta agar memesankan makanan. Tak lama Sabrina sang sekretaris masuk kedalam ruangan dan melihat Lia tertunda. "Mas kamu makan apa, biar kita makan bareng dari tadi aku menunggumu," ujar lembut sang sekretaris melirik kearah Lia. Sabrina memicingkan matanya melihat tanda merah di leher Lia, "Lia jadi pacar kamu suka bikin merah leher kamu ya," ujar Sabrina membuat Lia kebingungan harus menjawab apa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD