Hari ini Ceril kembali mendapat pesan misterius yang telah lama tidak ia terima. Isi pesan itu mengatakan jika si pengirim ingin bertemu dengan Ceril di sebuah kafe yang pernah ia datangi saat bertemu dengan Karel, juga Naka. Tanpa membuang waktu lebih lama, Ceril segera bersiap sepulang dari sekolah. "Mau kemana kamu?" tanya Jeni seraya melipat koran di tangannya. "Baru juga pulang dari sekolah. Udah mau pergi lagi?" Ceril terdiam. Mencari alasan yang pas agar kepergiannya dimudahkan. Karena akhir-akhir ini Jeni kerap kali melarangnya pergi walaupun hanya ke rumah Lusi. Padahal dulunya wanita paruh baya itu seolah tidak peduli dengan keadaan Ceril. "Mau ketemu teman, Bu." Alis Jeni mengerut seiring dengan kakinya yang melangkah mendekati Ceril. "Kamu tidak bohong, 'kan?" Gigitan di

