Chapter 41- INSECURE

789 Words

Selepas dari kafe, Ceril berniat mengistirahatkan tubuhnya yang lelah dengan tidur barang sejenak. Mengingat jika Ceril punya kebiasaan meminum air putih jika ingin tidur, maka gadis itu beranjak ke dapur berniat mengambil air. Namun, saat ia baru saja membuka pintu kamar, Jeni sudah berdiri di sana sembari bersidekap d**a. "Ibu mau bicara. Bisa?" kata Jeni langsung. Ceril menunduk, menggigit bibir bawahnya dan menahan diri untuk tidak menggeleng. "Penting." Jeni melanjutkan dengan wajah tenang. Baiklah. Jika sudah begini, Ceril tidak akan bisa menolak, 'kan? Tanpa berkata apa-apa lagi, Jeni segera ke ruang kerjanya dan diikuti oleh Ceri di belakangnya. "Jadi, apa keputusanmu?" tanya Jeni tanpa berbasa-basi saat bokongnya sudah mendarat di kursi kerjanya. "Maksud Ibu?" Ceril sun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD