Chapter 29-INSECURE

1153 Words

Warna jingga semakin mencuat di cakrawala, menandakan malam akan tiba. Suara gemercik dari ranting yang dilalap api tak membantu memecah hening di antara empat manusia yang sedang duduk melingkar di pinggir jalan. Sekali-kali suara kambing menjadi penengah hening di sekitar mereka. Tidak ada yang bersuara, semua memilih menyibukkan diri dengan jagung di tangan masing-masing, sekali-kali memutar balikkannya agar terbakar dengan merata. Setengah jam yang lalu, terjadi pergulatan kata di antara mereka. Saling menyalahkan dan menyudutkan yang tak membantu keluar dari masalah. Semua berawal saat truk mendadak berhenti yang katanya kehabisan bensin. Tiga anak remaja tersebut mendadak gusar dengan kemungkinan-kemungkinan yang mulai mereka pikirkan. "Gue tau lo punya keluarga di desa yang mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD