Chapter 28-INSECURE

1095 Words

Beberapa menit yang lalu, wajah tiga anak remaja itu tampak berbinar-binar setelah mendengar jawaban Bapak-bapak itu. "Ada, Mas." Begitu jawabannya. Terutama Ceril, harapannya yang hampir pupus, perlahan tumbuh kembali. Seiring dengan senyum bahagia yang terpancar di bibirnya. Ia tersenyum senang, senyum yang jarang ia perlihatkan ke orang lain. Senyum yang ia lakukan tanpa kesadaran penuh. Senyum yang tanpa sadar menular bagi yang melihatnya. Jordi menyadari sekaligus menikmatinya.  Menarik sudut bibirnya. Membentuk senyuman tulus di sana. Namun, semua itu tidak berlangsung lama saat bapak-bapak itu mengajak tiga Remaja itu menuju alat transportasi yang katanya bisa menuju ke desa yang dimaksud Ceril. Lusi sontak menjatuhkan ransel kuningnya begitu saja di atas tanah. Sedangkan kope

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD