Canggung. Kata itu lah yang tepat menggambarkan suasana teras warteg. Wajah Lusi ikut menegang saat menyadari keberadaan Karel. Kini ia baru sadar kenapa sahabatnya mendadak bungkam dalam keadaan pucat pasi. Ternyata penyebab patah hati terbesar Ceril sedang berdiri tegap di hadapannya. Ceril menelisik laki-laki itu. Tidak banyak yang berubah, hanya tubuhnya saja yang terlihat lebih tegap dan berisi. Hidung yang mancung, alis tebal serta bibir yang masih se-seksi dulu. Ceril membuang muka mengingat jika bibir itu pernah melempar kalimat menyakitkan padanya. "Masih dingin, Cer?" Naka bertanya dengan wajah cemas. Ceril menoleh sekilas sebelum menggeleng. "Makasih, ya," ujarnya tulus. Naka mengangguk, lalu tangannya bergerak merapikan rambut Ceril yang berantakan. Semua itu tak luput d

