Chapter 25-INSECURE

1214 Words

Jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Namun orang yang ditunggu-tunggu belum juga menampakan batang hidungnya. Padahal jam setengah sepuluh adalah jam keberangkatan mereka, mengingat perjanjian dan hasil perundingan mereka semalam. Saat itu Jordi mengajukan diri sebagai penanggung jawab tiket untuk mereka bertiga. Untuk kesekian kalinya Ceril melirik arlojinya yang melingkar manis di tangan kirinya, sekali-kali ia menatap ke arah lalu-lalang penumpang. Harap cemas yang ditunggu ada di antara orang- orang itu. "Paling dia gak jadi ikut. Gue sebelumnya udah yakin, sih, tuh orang gak serius." Lusi yang sedari tadi sibuk memastikan barang bawaannya berjalan mendekati Ceril, lalu duduk di sampingnya. Ceril mengabaikan ucapan Lusi, dan memilih bertanya dengan nada tak yakin. "Lo s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD