Rezky terdiam ketika aku mengatakan itu. Mungkin dia sedang memikirkan apa saja yang akan dia katakan padaku saat ini. "Osy, yang ada di dalam hati dan kepalaku ini hanya cinta, cinta, dan cinta, untuk kamu. Kamu akan memetik apa pun kata-kata yang aku keluarkan, untuk sebagai kenangan nanti. Cintaku akan sepanjang usiamu, bahkan lebih dari pada itu aku ingin cintaku kepada kamu abadi di akhirat nanti. Tempat kita kembali." "Kalau begitu ... bolehkah aku meminta sesuatu kepada kamu, Rezky?" "Ya, apa pun itu," jawab Rezky. "Aku ingin pelukmu di tiap malam yang tersisa, terutama ketika ... hanya detik waktu yang tersisa untuk kita bersama, Rezky." Kami duduk di kursi taman tempat kami dulu duduk berduaan lalu mengucapkan kata perpisahan untuk bertemu lagi kemudian. Tapi nanti ... ka

