Galang melangkah gontai dengan rahang mengeras, Elma di sampingnya berulangkali berusaha meliriknya dengan raut cemas. Pasalnya pemuda itu sejak tadi tidak mengatakan apapun setelah mereka berdua memutuskan untuk mengejar Jackson yang membawa Jesya kabur, entah kemana. “Tenang saja, Jackson tidak akan melukai Jesya. Jadi, kamu jangan terlalu cemas.” Galang sontak menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Elma seutuhnya, “bagaimana bisa aku bisa tenang? Kamu lihat sendirikan bagaimana dia melukai orang-orang dan para zombie itu.” Jeda Galang mengambil napas sesaat, “dan sekarang kamu mengatakan untuk tenang? Apa kamu bisa menjamin keselamatan Jesya?” Elma meneguk ludah kasar, tidak bisa menanggapi perkataan Galang yang memang benar adanya. Sebenarnya ia juga merasa khawatir sejak t

