11. Menghabiskan Waktu

1180 Words

Cahaya matahari yang menyelinap dari celah gorden menggelitik kelopak mataku, memaksaku untuk perlahan kembali ke alam sadar. Hal pertama yang kurasakan adalah beban hangat yang melingkar di pinggangku dan aroma maskulin khas yang kini begitu akrab di indra penciumanku. Aku membuka mata perlahan, mengerjap beberapa kali hingga pandanganku fokus pada wajah Rheef yang hanya berjarak beberapa inci dariku. Dia masih terlelap. Dalam tidur, gurat tegas di wajahnya tampak lebih rileks, membuatnya terlihat jauh lebih muda dari biasanya. Rambutnya sedikit berantakan di atas bantal, dan aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengagumi betapa tenangnya dia saat ini. Ingatan tentang kejadian semalam menghantamku seperti ombak, ciuman itu, sentuhannya, pengakuannya, dan bagaimana aku menyerahkan seg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD