10. Hanya Untukku

1073 Words

Keheningan yang damai menyelimuti kamar, hanya menyisakan suara detak jam dinding dan deru napas kami yang mulai teratur. Di balik selimut tebal yang sama, Rheef mendekap tubuhku erat dari belakang, seolah tak ingin membiarkan setitik pun udara dingin menyentuh kulitku. Aku menyandarkan kepalaku di d**a bidangnya, mendengarkan detak jantungnya yang perlahan mulai melambat namun masih terasa kuat dan menenangkan. Jari-jari Rheef bergerak lembut, membelai bahu polosku, memberikan ketenangan yang akhirnya membuatku berani memecah kesunyian di tengah kegelapan yang intim ini. "Aku masih tidak percaya ini benar-benar terjadi," bisikku pelan. Suaraku terdengar serak di telingaku sendiri. Aku menoleh sedikit untuk melihat ke belakang, dan melihat garis rahangnya yang tegas. "Maksudku, aku s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD