9. Kau Milikku

1144 Words

Sentuhan Rheef terasa seperti sengatan listrik yang menjalan ke seluruh sarafku. Saat tangannya berpindah dari tengkuk ke pahaku, ada desiran panas yang membuat akal sehatku semakin menguap. Aku tahu persis batas apa yang sedang kami injak sekarang, sebuah garis tipis antara keinginan dan kendali yang nyaris putus. Napas kami yang saling beradu teras begitu berat dan lembab di udara yang mendadak terasa sempit. Aku mencengkeram bahu Rheef, mencoba mencari pegangan agar tidak jatuh sepenuhnya ke dalam pesonanya, tapi gerakan itu justru membuat tubuh kami semakin menempel. Aku bisa merasakan debaran jantungnya yang kembang, seirama dengan detak jantungku yang menggila. Dan di sana, tepat di bawah tempatku duduk pangkuannya, ada sesuatu yang mengang, dan terasa begitu nyata. Sesuatu yang ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD