39. Bersikap Biasa

1079 Words

Begitu masuk ke dalam rumah, aku tidak berhenti untuk berbasa-basi. Tas kerjaku masih menggantung di bahu ketika Bianca kembali bersuara dari belakang, seolah sengaja mencari celah untuk memancingku. “Tumben langsung masuk. Biasanya kan masih sempat balas omongan,” sindirnya. Aku berhenti sebentar, menoleh sekilas tanpa benar-benar menatapnya. “Aku bilang, aku lelah,” jawabku datar. Tidak ada nada tinggi, atau emosi yang kubiarkan lolos. Lalu aku kembali melangkah. Padahal kenyataannya, ada begitu banyak kalimat tajam yang ingin kulemparkan padanya. Tentang tangga yang hampir membuatku terjatuh, tatapan pura-pura polosnya saat semua orang panik, lalu tentang bagaimana dia selalu bersembunyi di balik wajah manisnya. Tapi aku menelan semuanya mentah-mentah. Bukan karena aku takut, aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD