“Ibu...” Kulihat Dimas berlarian ke arahku sambil menarik-narik tangan Mama. Mama sampai tergesa-gesa mengikuti Dimas. “Ibu cantik banget!” Itu adalah kalimat pertama yang Dimas katakan setelah dia berada di depanku. Wajahnya terlihat sangat antusias. Aku sedikit membungkuk untuk mengecup dahinya. “Masa sih Ibu cantik banget?” “Iya! Cantik banget. Oma sama Opa juga bilang gitu.” Dimas melirik Mama dan Papa yang tertawa lucu. “Kalau Ibu cantik, hadiahnya mana?” “Yah... Dimas nggak bawa hadiah.” “Cium aja kalau gitu.” Dimas langsung mencium sebelah pipiku dengan kuat lalu terkekeh geli. Kekehan yang menular padaku. “Nggak apa-apa Dimas nggak bawa hadiah, udah ada Ayah kok yang bawa had

