bc

Surrender With You

book_age0+
386
FOLLOW
3.9K
READ
arranged marriage
manipulative
stepbrother
hollywood
drama
Girl Power Counterattack
like
intro-logo
Blurb

Emma Steel, mencintai Luke yang baru saja dikenalnya, tak perlu waktu lama untuk mengenal dirinya, tetapi kehadiran Jake memberikan konflik di percintaan mereka.

chap-preview
Free preview
Emma
Aku menatap diriku yang tak seberapa menarik ini , aku merasa diriku sangat biasa saja , mempunyai wajah oval, dengan bola mata cokelat sepadan dengan rambut cokelatku , menatap pantulan diriku didepan kaca berukuran penuh dari diriku , mengenakan t-shirt hitam dan celana jeans biru ketat dan memakai sendal jepit andalanku , aku akan pergi ketempat andalanku kepantai Alki di Seattle .  Aku sampai , melepaskan penat yang telah menumpuk didiriku setelah lima hari aku bekerja , menghirup udara segar , menatap ombak-ombak dan melihat ada beberapa pasangan muda berjalan di hadapanku , tidak begitu ramai dipantai Alki pagi itu , aku mengambil ponselku berniat untuk mengambil gambar birunya laut yang ada dihadapanku , aku mencoba memejamkan mataku lebih dulu merasakan hembusan angin menampar lembut wajahku .  "Lautnya sangat biru" aku terkejut mendengar suara lelaki disebelahku aku segera membuka mataku dan melihat siapa lelaki itu, aku hanya bisa menatapnya , matanya biru seperti biru laut yang ada dihadapanku , rambutnya sedikit pirang bercampur cokelat tua , badannya sangat atletis, memakai t-shirt abu-abu muda memperlihatkan bisepnya yang seksi , memakai celana pendek sepadan dengan t-shirtnya.  "Kau terlihat sangat lelah" lelaki itu tampaknya bisa membaca keadaanku .  "Ya, begitulah" ucapku singkat, lelaki itu sangat tampan , siapa yang tidak tertarik dengan dirinya , beberapa wanita muda yang lewat terlihat begitu memperhatikannya , lelaki itu tampak acuh tak menghiraukan.  "Butuh teman ngobrol?" Tanyanya, apakah lelaki ini baru saja memberiku ajakan untuk mengobrol dengannya? Ini seperti mimpi, lelaki tampan itu terlihat tertarik bersamaku , rasa percaya diriku tiba-tiba saja muncul.  "Jika kau tidak sedang sibuk, aku hanya lelah setelah beberapa hari menghabiskan waktu untuk bekerja" aku menatapnya dan tersenyum manis dihadapannya , dirinya menyeringai  , oh may , lelaki ini membuatku melemah. "Ayo, ikut denganku" lelaki itu langsung saja mengajakku pergi bersamanya entah kemana dan aku langsung saja mengikutinya. "Namaku Luke Graham, panggil saja Luke" lelaki bermata biru itu memperkenalkan dirinya. "Aku Emma Steel, panggil saja Emma" aku membalas memperkenalkan namaku, Luke tiba - tiba berhenti dari arah Space Needle , aku langsung saja berdiri dan mengambil ponselku untuk mengambil gambar pemandangan yang indah disana, tapi tiba-tiba Luke meraih ponselku . "apa yang kau lakukan?" Luke merampas ponselku dengan keras , lalu dimasukkannya kedalam saku celananya, aku mencoba merebutnya kembali tetapi nihil aku tidak mendapatkannya .  "kau tidak boleh mengambil gambar sembarangan, aku hanya berniat untuk membawamu ketempat yang lebih nyaman dari sana tapi tidak untuk mengambil gambarku" kuakui aku tadi memang mengarahkan kamera ponselku padanya , tapi aku tidak tahu jika akhirnya dirinya akan merebut ponselku. "kau sangat percaya diri Luke, kembalikan ponselku , aku tidak akan mengambil gambarmu, siapa memangnya kau , sampai-sampai kau seperti sangat ketakutan jika aku mengambil gambarmu" aku menyelidik , bahkan aku tidak pernah melihatnya di TV sebelumnya kalau dia seorang artis, Luke meninggalkan tempat itu aku berlari mengikutinya .  "hei kembalikan ponselku, jangan lari kau" aku langsung berfikir apakah dia seorang pencuri , mustahil rasanya jika seorang lelaki setampan dirinya adalah pencuri , aku mulai frustasi aku tidak bisa mengejarnya aku berhenti dipinggir trotoar pantai , ah sial , Luke pergi ,aku melihat mobil Audi  A5 sportback berwarna silver ,melihatnya pergi aku hanya terdiam melongo hingga akhirnya aku tidak melihatnya lagi dari mataku .  Aku kembali kerumah, aku menggerutu sendiri "apa-apaan lelaki itu, seenaknya mengambil ponsel satu-satunya milikku, sialan" umpat ku , aku membuka t-shirt hitam yang kukenakan tadi , sekarang hanya memperlihatkan pakaian dalamku berwarna sepadan dengan t-shirt hitamku, dan menggantinya dengan baju tanpa lengan berwarna hitam dan celana pendek rumahan yang memperlihatkan paha dan betisku yang jenjang dan membulat .  aku mendengar suara ketukan pintu kondominiumku , aku berlari menuju pintu dan segera membukanya , Luke simata biru berdiri tegap dihadapanku, bagaimana bisa dia mengetahui alamatku.  "aku kesini ingin mengembalikan ponselmu, aku sudah memeriksanya dan ternyata kau tidak mengambil gambarku satupun" tangannya mengulurkan ponsel kepadaku dan aku mengangkat bahuku acuh. "kau sangat percaya diri Luke, bahkan aku belum sempat mengambil beberapa gambar dari sana" ucapku kesal, mata Luke bersinar menatapku , rambutnya terlihat berantakan dirinya sudah mengganti pakaiannya terlihat lebih rapi dari sebelumnya dengan setelan t-shirt hitam dan celana jeans biru tua panjang sangat seksi.  "yah, maafkan aku . aku hanya tidak menyukai seseorang mengambil gambarku secara diam-diam" Luke terus memperhatikanku aku terdiam , aku mempersilahkannya masuk kedalam kondo milikku .  "masuklah, atau kau akan kelelahan berdiri diambang pintu" ajakku, Luke melangkahkan kakinya masuk kedalam .  "apa rencanamu besok?" tanyanya. "aku akan bekerja besok dari pukul 03 PM sampai tengah malam" jawabku , dan mengambilkannya segelas air , karena hanya ada air putih dikondo milikku .  "kau bekerja disebuah bar?" dia mencoba menyelidiki .  "kau crazy stalker, seharusnya kau tidak membuka-buka ponselku" gerutuku dan memberikannya segelas air mineral padanya.  "hanya tak sengaja terlihat, maafkan aku" jawabnya acuh dan meminum air dariku , bibirnya sangat seksi saat meneguk air mineral itu , aku menelan ludahku saat memandang pemandangan indah dihadapanku .  "apa rencanamu besok pagi?" tanyanya kembali. "tidak ada, aku hanya akan menghabiskan waktuku disini, karena aku pasti akan mendapati diriku kelelahan saat pulang kerja" wajahnya menatapku , lebih tepatnya menatap gerakan tubuhku .  "okay, aku harus pulang" Luke berdiri dan pergi.  "well, thankyou" ucapku diambang pintuku, dan melambaikan tanganku padanya .  Aku mencoba mencari tau siapa Luke Graham, mencari-cari informasi dirinya di google tapi nihil, hanya ada sedikit informasi disana yaitu Luke Graham pemilik saham terbesar di Seattle tapi tidak ada gambarnya satupun aku ragu-ragu memutuskan kalau itu adalah Luke yang barusan datang kekondominiumku. ------  Aku terbangun dipagi hari , masih pukul 06 AM , aku menyipitkan mataku saat melirik jam yang ada didinding kamarku , menarik selimut menjauh dari tubuhku dan menuju ke bathroom lalu mandi dengan cepat . Aku menuju ruang tamu kecilku , aku sangat nyaman ketika berada di kondo milikku dan aku menuju pintu luar , ketika aku membukanya ada sebuah bunga mawar dibawah pintu dan sebuah kotak berukuran sedang , aku mengambilnya dan menoleh kekanan dan kekiri mencoba melihat sekitar tetapi aku tidak melihat siapa-siapa, setangkai mawar itu terasa masih sangat segar , aku membuka kotak berukuran sedang itu, WHOA aku terkejut melihatnya , sebuah Iphone terbaru dan harganya sangat mahal , siapa yang memberikannya padaku?.  Aku membuka ada surat kecil didalam kotak hadiah yang berwarna merah muda itu  'Aku harap kau menyukainya , terimalah sebagai permintaan maafku atas kejadian kemarin sudah merampas ponselmu dengan kasar. Dariku LG'  Inisal nama itu, Luke memberikanku barang mahal , benar-benar seperti mimpi aku bahkan baru saja mengenalinya dan hanya kejadian konyol kemarin dirinya memberikanku sebuah barang mahal. Aku mendengar suara ketukan pintu kondoku , aku menuju arah keluar untuk membuka pintu , Luke berdiri dari balik pintu , rambutnya yang dibiarkannya berantakan , mata birunya yang bersinar membuatku sedikit gemetar , memakai kemeja hitam lengan panjang yang di lipat menjadi setengah lengan terlihat sangat seksi , celana jeans panjang berwarna gelap dan sepatu kulit yang bersih .  "Kau terlihat cantik pagi ini Emma" ucapnya , matanya tidak pernah pergi dari wajahku . "Terimakasih Luke, masuklah" aku membuka lebar pintuku dan mempersilahkan dirinya masuk dirinya mengikuti langkahku dari belakang .  "Apakah kau menberikanku ini?" Tanyaku , tiba-tiba menghentikan langkahku dan Luke hampir saja menabrakkan badannya kepadaku , aroma tubuhnya yang sangat lembut sedikit memabukkanku , mata Luke sedikit menyipit, rahangnya berseringai kepadaku , seringainya begitu memabukkan. "Yeah , pagi-pagi buta aku menunggumu bangun dan ketika aku melihat kau menyalakan lampu kamar tidurmu aku menaruhnya" apa ? Luke menungguku? Lelaki tampan yang sangat tampan ini menungguku , aku tidak pernah merasa begitu di hargai sebelumnya tetapi lelaki yang ada dihadapanku itu membuatku sedikit merasakan feel yang begitu aneh apakah aku menyukainya ? "Thank you , Luke tapi kau seharusnya tidak memberikanku barang semahal ini dan aku tidak akan bisa membalasnya kepadamu" jawabku . "Tak ada yang bisa menolakku , itu hanya hal kecil jadi terimalah dan nikmatilah" suaranya yang serak begitu memabukkan , aku mengangkat bahuku dan pergi mengambilkannya air mineral . "Tak perlu mengambilkanku apa-apa, pergilah denganku sebentar" ajaknya .  "Kemana?kau datang mendadak , aku harus berganti pakaianku dulu" aku mengenakan baju merah tanpa lengan , dan celana jeans ketat berwarna biru muda keabu-abuan , rambut kubiarkan terurai berhamburan tapi aku memiliki rambut yang lembut . "Tidak perlu, kau sudah terlihat sangat cantik , aku menyukai dirimu seperti ini" setiap mendengarnya mengucapkan kata-kata hatiku berdesir , apakah ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? .  ----  "Mau kemana kita?" Tanyaku ingin tau, Luke terlihat sangat manis saat mengendarai mobilnya , aku hanyalah wanita biasa , jujur saja aku sangat udik ketika duduk disamping bangku kemudi , mobil sporty yang sangat mewah dan tercium wangi tubuh Luke aku melihat parfum pribadi miliknya Gucci Guilty Black .  "Membawamu ketempatku" wajah Luke menyeringai , aku jatuh cinta pada seringainya aku jatuh cinta pada lelaki asing ini, aku menatapnya heran. "Benarkah? Aku akan bekerja dalam waktu beberapa jam lagi Luke, jika aku terlambat aku akan kena omel dan pasti Maria akan berkata kasar lagi kepadaku" aku mencoba menjelaskan situasi pekerjaanku. "Aku akan mengantarmu nanti , tenang saja" Luke mengendarai mobilnya dengan santai , aku tidak tenang dengan perasaanku , sebenarnya selain memikirkan aku akan terlambat pasti Maria akan mencaciku habis-habisan jika aku terlambat ,bukan takut karena caciannya tapi sebenarnya telingaku sudah mulai membengkak jika mendengar ocehan dan caciannya benar-benar bit*ch pikirku. "Kau terlihat tegang" Luke membuyarkan lamunanku , aku menoleh kearahnya aku mencium aroma tubuhnya , membuatku lupa dengan lamunanku sebelumnya. "Jika kau memikirkan pekerjaanmu, aku akan masuk bersamamu nanti" aku langsung menatapnya , apa maksudnya?pikirku. Aku sampai didepan rumah besar pagar sangat tinggi dan benar-benar rumah modern tak ada penjaga diluar tapi ketika Luke membunyikan klakson mobilnya pagar itu terbuka dengan otomatis , Luke menjalankan kembali mobilnya rumah yang memiliki halaman sangan luas , Luke memarkirkan Audi A5 yang kita naiki, aku takjub melihat disekeliling halaman parkir miliknya begitu banyak mobil sport lainnya terparkir rapi , kusimpulkan lelaki ini sudah pasti penyuka otomotif . "Ayo" ajaknya , tangannya menarik tanganku , aku merasa kakiku sedikit melemah melihat rumah mewah ditambah lagi lelaki tampan itu menarik tanganku dengan lembut , ada seorang pelayan wanita paruh baya disana dan tersenyum kearah kami berdua .  "Selamat siang Tuan, Nona" sapa pelayan wanita itu , memakai baju hitam dan rok selutut memakai celemek putih dibagian depan rok miliknya , wajahnya cantik tapi sedikit keriput . "Selamat siang Gail, ini Emma. Siapkan makan siang untuk kami dan bawa keatas" perintah Luke , dirinya sangat seksi jika memerintah , aku memandangnya tak karuan. "Apa yang kau lihat?" Aku kedapatan karena sedang asyik memandang wajah Luke , pipiku memerah dan aku tersenyum polos kepadanya . "Ayo kita keatas" tangan Luke tidak melepasku dan membawaku masuk kedalam , lantai ubin terlihat sangat mewah , bernuansa cokelat dan hitam memperlihatkan rumah lelaki sejati sangat cocok dengan Luke , aku mencoba mencari foto keluarga miliknya tapi sama saja dari aku mencari infonya di google aku tidak melihat apa-apa dari sana .  Aku mengikutinya menaiki anak tangga satu persatu , sampai diatas aku terkejut melihat pemandangan dari rumah milik Luke, rumah tersebut sangat mewah pemandangan indah yang secara langsung menghadap sebuah danau. Padahal, hampir seluruh bagian rumah tersebut terbuat dari kayu Namun , karena pemandangan serta dekorasinya yang cukup mewah , aku terdiam sejenak memandang indahnya danau benar-benar tidak bisa dipercaya Luke memiliki rumah seindah ini , batinku. Rumah Luke berada di antara danau Redmond benar-benar menakjubkan , butuh 16 miles untuk kembali kearah timur Seattle . "Ini benar-benar sangat indah , luar biasa" aku tak mengedipkan mataku sedetikpun , Luke mendekatiku , aku mengarah ketepi balkon , menggeleng-gelengkan kepalaku tak percaya .  "Kau adalah pemandangan yang sangat indah saat ini" ucap Luke berbisik dibelakang tengkuk kepalaku , aku bergetar saat itu juga memejamkan mataku merasakan nafas Luke yang berada didekat telingaku .  "Aku tidak lebih indah dari pemandangan ini Luke" ucapku tetap memejamkan mataku , aku merasakan tubuh besar Luke , memelukku dari belakang , hidungnya mengarah kerambutku mengendus-ngendus seperti anak kucing yang sedang bermain dengan rambut majikannya. "Maaf tuan, makanannya" aku segera membuka mataku, aku merasa malu pada Gail , pelayan paruh baya itu , tersenyum kecil kearahku lalu langsung pergi meninggalkan kami berdua . "Maafkan aku, aku hanya begitu udik melihat pemandangan indah ini" ucapku memerah . "Kau tak perlu meminta maaf , kemarilah duduk dan makan bersamaku" ajaknya , Gail membuatkan kami beef steak lengkap dengan caesar salad sangat lezat , perutku berbunyi saat melihat makanan itu , Luke memandangku dan kami berdua tertawa karena sama-sama mendengar suara keroncongan dari perutku .  "Makanlah , kau kelaparan" aku memotong steak dihadapanku dan ternyata benar , masakan Gail sangat lezat , aku melahap semua makanan sampai habis tak tersisa .  "Maafkan aku , jika aku banyak makan" ucapku malu tapi karena aku memang merasa sangat kelaparan siang itu .  "Aku suka wanita pemakan, kau benar-benar terlihat natural, kau tak takut dirimu gemuk?" Jawabannya membuatku sedikit percaya diri , aku mengangkat bahuku acuh .  "Buat apa aku takut badanku gemuk, akhir-akhir ini aku tidak makan cukup banyak, lagipula baru beberapa hari ini aku merasakan kepenatan didiriku sedikit menghilang, waktuku hanya kuhabiskan untuk bekerja dan melayani orang-orang yang ada di bar tempatku bekerja" seketika saat aku mengucapkan bar aku ingat aku harus bekerja .  "Luke , bisakah kau mengantarkanku bekerja. Aku tidak mungkin datang terlambat" ucapku ketakutan , sudah kesekian kalinya aku terlambat dan jika aku mengulanginya lagi bisa-bisa aku dipecat oleh Maria .  "Pergilah ganti bajumu lebih dulu, aku tak ingin kamu bekerja dengan baju tak berlenganmu itu" ada apa dengan Luke dia seolah memerintahku .  "Tapi aku tidak membawa baju ganti, kalau aku pulang lebih dulu ke kondo aku tidak akan sempat" aku meringis membayangkan suara Maria si jalang itu membentakku .  "Pergilah kebawah dan temui Gail, dia akan membantumu untuk mengganti pakaianmu" aku terdiam, apakah Luke mempunyai stok baju wanita dirumahnya , ataukah jangan-jangan Luke sudah mempunyai istri dan aku harus memakai pakaian istrinya .  "Sudah tenang saja , aku tak mempunyai wanita yang tinggal bersamaku, aku lajang" seolah-olah dirinya bisa membaca pikiranku . "Pergilah kalau tidak aku akan memukul pantatmu yang indah itu" goda Luke , sambil memperlihatkan seringaiannya yang menggoda itu , aku menurut dan pergi menuruni anak tangga .  Gail terlihat sudah siap sedang menungguku , dan ada beberapa tas belanjaan yang dipegang oleh Gail .  "Mari Nona Emma , ini bajunya , saya akan membantu anda" Gail mengarahkanku kepada kamar kosong , bernuansa serba putih sangat cantik , aku mengeluarkan pakaian yang ada didalam tas belanja itu , baju kaus hitam berlengan panjang dan sangat ketat dibadanku , sedikit terbuka dibelakang dan memeperlihatkan punggungku , walaupun dari bagian depan sedikit tertutup , celana jeans panjang berwarna biru gelap , heels 3 cm , tidak terlalu tinggi untukku , dan semua barang bermerek dan sangat mahal , aku memandang diriku didepan cermin besar dikamar itu . "Anda terlihat sangat cantik nona" ucap Gail, aku tersenyum kearahnya . "Terima kasih Gail, aku senang denganmu , kuharap kita bisa bertemu lagi ya " ucapku padanya , aku buru-buru keluar dari kamar dan pergi mendatangi Luke.  " kau sudah siap, whoa ,whoa ....  kau sangat luar biasa , cantik sekali" padahal aku merasa diriku sangat biasa saja tapi tatapan Luke begitu menggairahkanku.  "Kau bisa saja , ayo kita pergi" ajakku . "Santai, cantik . Aku akan mati terkena serangan jantung jika harus berjalan dengan wanita cantik sepertimu" godanya lagi dan aku dengan reflek mencubit bisepnya yang kekar itu , Luke terlihat meringis tapi tetap menggoda .  Kami keluar dari gerbang rumah Luke , Luke menginjak gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.  ----  "Perfect" aku menarik napasku dalam-dalam lalu keluar dari mobil milik Luke, Luke mengikutiku mengelilingi mobil menuju kearahku , Luke sampai ketempatku bekerja tepat 15 menit sebelum pukul 03 PM , aku tersenyum kearahnya saat dirinya tepat berada dihadapanku . "Thankyou Luke , i think you save me today" aku mengedipkan sebelah mataku , matanya menatapku , melihat tatapannya saja aku sudah mulai memerah pada pipiku dan sedikit lemah pada kakiku , oh NO , 'what's he doing with me' batinku .  "Sudah tugasku untuk menyelamatkanmu, ayo masuk kau pasti sudah ditunggu kan?" Ajak Luke , aku heran apakah Luke akan ikut masuk bersamaku , tapi aku tak punya banyak waktu jika hanya untuk memikirkan itu yang jelas aku menyukai jika dirinya bersamaku , Luke memakai topi hitam dan memakai kacamata hitam, terlihat sangat seksi .  Aku menuju kedalam dan menuju bar, terlihat Tyler sedang menungguku , Tyler adalah salah satu bartender ter-COOL dibar tempatku bekerja , Tyler yang sedang memegang shaker set wajahnya jarang tersenyum sebagian wanita yang datang ke bar selalu saja menggoda Tyler tapi tak ada satupun wanita yang pernah membuat Tyler memberikan senyuman indahnya .  "Hi, what's up?" Sapaku pada Tyler, Tyler menatapku dan memberikanku senyuman , rasanya sangat manis , karena aku adalah teman terdekat Tyler sudah pasti dirinya bisa tersenyum padaku .  "Kau datang tepat waktu hari ini, biasanya kau datang lebih dulu dariku , darimana kau?" Tanya Tyler, ya memang di Seattle hanya Tyler teman dekatku dan kami berteman sejak kami kecil . Aku melihat Luke duduk disalah satu meja dan tempat yang lumayan strategis , aku bisa memandang wajah Luke dengan jelas , Luke menatapku , sesekali aku tersenyum manis padanya , pemandangan yang mengejutkan , Maria datang menghampiri Luke , aku menyipitkan mataku melihat kearah mereka berdua dan Luke merasa sedikit tidak nyaman disaat Maria menghampirinya , aku melihat mereka berdua berbincang-bincang seperti sudah saling kenal .  "Ada apa denganmu, kau bahkan tidak menjawabku , hey Emmo" Tyler merangkulku , aku tersenyum padanya , Tyler memanggilku Emmo karena itulah panggilan sayangnya kepadaku .  "I'm okay, don't worry , aku tadi ada keperluan sedikit itulah kenapa aku sedikit terlambat Tyle" memanggilnya Tyle membuatku nyaman , karena wajahnya begitu cool dan cute menurutku .  "Daritadi kau menatap lelaki yang duduk bersama Maria , kau mengenalnya?" Diam-diam Tyler memperhatikan pandanganku , aku memutar bola mataku dengan cepat .  "Tidak ada apa-apa, aku hanya rindu dengan ocehan dari wanita jalang itu , hahaha" aku mengalihkan pembicaraan , dan tertawa , Tyler ikut tertawa denganku .  "Karena pendengaranmu pasti sudah terganggu, itulah kenapa kau selalu merindukan ocehannya" Tyle menggelengkan kepalanya dan kembali melayani wanita yang datang dan duduk di depannya . "One Brandi, please" pinta wanita itu , Tyle meletakkan satu buah gelas dihadapan wanita itu dan menuangkan satu gelas Barsol Pisco kepada wanita itu , wanita itu sangat manis .  Aku sesekali memandang Luke , tapi Luke tidak melihatku kali ini , seperti ada serangan menyengat didadaku saat melihat Maria dan Luke berbincang-bincang sangat dekat. "Hey girl, give me one tequila" seorang pria duduk didepan barku dan aku segera melayaninya , menuangkan minuman yang dimintanya pria itu sedikit muda sekitar berusia 28 tahun , dan mengajakku berbicara .  "Kau sangat cantik" sambil meneguk minumannya , aku membalasnya dengan senyuman saja .  "Apakah kau tidak bisa berbicara?" Tanyanya lagi , aku benar-benar sangat malas saat ini , aku tidak dalam good mood , aku tetap memberinya senyuman tapi tak menjawab pertanyaannya , entah apa yang dipikiran pria itu . "Hey , kau jalang , aku berbicara padamu dan kau hanya memberiku sebuah senyuman kau kira kau wanita tercantik yang ada di bar ini" lelaki itu menyemburku dengan Tequila sisa minumannya tadi , bajuku ternoda dengan ulahnya dan aku hanya diam saja , Tyle segera menghampiriku dan berkata kasar pada pria itu . "What are you doing f*****g man, why you so rude with her , you very weak man!!" Teriak Tyle , Tyle merangkulku dan tiba-tiba , suara teriakan bergemuruh pada hari itu , pria itu terjatuh kelantai bar , Luke sudah berdiri dengan badannya yang gagah dan memperlihatkan dadanya yang bidang itu , membuka kaca mata hitam dari wajahnya tetapi tetap mengenakan topi dikepalanya , pria itu benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa terkejut disaat melihat Luke memukul wajahnya , Luke berlutut mendaratkan sekali lagi pukulan kepada wajah pria itu dan berkata  "Apa yang kau lakukan padanya , hah?" Teriakny dan menarik kerah baju pria itu . "Kau pergi dari sini, atau kau akan mati ditempat ini?" Pria itu terkejut , semua orang bergerombolan melihat kejadian pada hari itu , pria itu bangun dengan tergopoh-gopoh. "Maafkan aku Tuan Graham " ucap pria itu meminta maaf , tapi aku mendengar pria itu menyebut nama Luke , apakah dirinya mengenal Luke? Aku hanya terdiam , dan sedikit malu dengan wajahku , Maria berdiri didekat Luke , disaat Maria mau memegang lengan Luke , Luke melepasnya dan pergi kearahku .  "Baby, are you ok?" Tanyanya , wajahnya begitu cemas memandangku , aku terdiam dan sedikit shock  dengn kejadian itu . "I'm okay" jawabku lirih sepertinya aku ingin mengeluarkan air mataku , entah perasaan apa yang ada di dalam diriku , aku sangat malu dengan perlakuan pria itu ataukah aku merasakan kecemburuan saat Maria dan Luke mengobrol .  "Ayo pulang denganku sekarang" Luke menarik lenganku , aku tidak bisa mengelaknya , aku melihat Maria menatapku dengan tajam , dan menyipitkan mata kearahku , aku meninggalkan Tyler begitu saja tanpa berbicara apapun padanya .  "Tak perlu khawatir pada Maria , aku akan bicara padanya nanti" ucap Luke dan dirinya menggenggam erat tanganku melalui banyak orang dibar itu , aku tertunduk berjalan mengikuti langkah Luke , Luke begitu melindungiku .

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Undesirable Baby (Tamat)

read
1.1M
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Dalam Kuasa Kegelapan/Play In Darkness (END)

read
58.9K
bc

Sweet Sinner 21+

read
927.0K
bc

Call Girl Contract

read
340.9K
bc

Love Me or Not | INDONESIA

read
577.9K
bc

I LOVE YOU HOT DADDY

read
1.1M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook