Aku duduk diruang keluarga Luke , Luke membuatkanku cokelat hangat , aku menatap matanya saat Luke memberikanku gelas berisi cokelat hangat yang tercium sangat manis dan lezat aku tersenyum kearah mata birunya yang bersinar kearahku.
"Thank you" ucapku mengambil gelas berisi cokelat hangat itu .
"You don't need to say it, aku senang melakukannya untukmu" aku menatap Luke dan menyeruput cokelat hangat yang tercium sangat lezat itu dan whoa... rasanya benar-benar enak , begitu lezat tidak terlalu manis sangat pas untuk mengembalikan mood-ku yang sebelumnya hilang entah kemana.
"Kau seperti memikirkan sesuatu saat di bar tadi, ada apa denganmu?" Tanya Luke , pdahal sebenarnya aku memikirkan dirinya bersama Maria.
"Aku tidak memikirkan apa-apa , itu hanya perasaanmu saja , aku hanya tidak suka jika ada pria asing menggodaku , jadi aku lebih suka memberikannya senyumanku saja" sahutku sesekali menatap mata Luke dan segera memutar bola mataku saat Luke menatap mataku kembali, wajahku memerah ketika melihat seringainya .
"Aku tau kau cemburu denganku saat Maria bersamaku kan?" What the fu*kin hell , Luke bisa menebakku.
"Aku tidak cemburu , lagipula siapa yang tidak ingin berbicara pada lelaki tampan sepertimu Luke" tanpa sengaja aku baru saja mengatakan padanya kalau dia adalah lelaki tampan , dan aku reflek dengan cepat menutup mulutku , malu dan memerah benar-benar konyol , Emma , 'kau begitu bodoh' batinku berbicara .
"Apakah baru saja kau menggodaku, aku tau aku memang tampan , kau benar dalam menilaiku Emma" Luke berseringai kepadaku .
"Tidak , maksudku Maria memang begitu disaat ada lelaki tampan yang datang ke bar, dan kalian terlihat sangat cocok, mungkin ada baiknya jika kau tadi tidak membantuku , karena ku yakin besok pasti Maria akan menjadikanku kelinci untuk di caci dan aku akan bersiap-siap memanjangkan telingaku" aku menarik napas , dan bersandar di sofa lembut yang berwarna hitam di ruang tengah Luke .
"Kau tak perlu khawatir dengan hal itu, sepertinya mulai besok kau tak akan mendengar ocehannya lagi, jadi kau tak perlu takut dan bosan mendengarnya mencacimu lagi" Luke mendekatkan tubuhnya kearahku.
"Itu hal yang mustahil" aku melihat gerakannya saat tubuhnya menuju kearahku , kerah kemeja Luke terbuka dua kancing , jadi aku bisa leluasa melihat dadanya yang bidang sangat seksi .
"Kau terlihat sangat cantik , bahkan ketika kau sedang bekerja" Luke menatapku , apakah itu artinya tadi Luke memperhatikanku .
"Jangan selalu menggodaku Luke , behenti membuatku memerah" aku menundukan pandanganku tak kuat melihat kearah mata birunya yang bersinar .
"Tinggallah disini malam ini , tenang saja , aku hanya ingin mengamankanmu" aku gugup .
"Kurasa aku akan selalu aman jika bersamamu" jawabku .
"Kalau begitu tinggallah terus bersamaku" terdengar sangat mustahil , bahkan aku dan dirinya baru kenal satu sama lain bagaimana bisa aku tinggal bersamanya haha batinku terkekeh
'jangan berharap lebih, Emma. Bisa saja Luke hanya berkata omong kosong karena kasihan padamu' batinku menyeru .
"Tidak Luke , aku tidak bisa tinggal bersamamu , aku harus pulang besok" tentu saja aku akan tinggal malam ini, karena sesungguhnya aku juga masih tidak siap pergi dari dirinya malam itu.
____
Aku berdiri diteras atas rumah Luke , memandang kearah danau , malam itu terasa sangat dingin , aku sudah mengganti pakaianku yang sebelumnya diberikan dengan Gail kepadaku , t-shirt kebesaran berwarna abu-abu muda sedikit tebal dan lembut dengan hot pants biru memperlihatkan kaki jenjangku , bagian tubuh yang sangat kuistimewakan dan bagian belakang diriku , aku tidak mempunyai d**a yang begitu besar jadi aku lebih bangga dengan kaki cantik milikku .
Luke tidak bersamaku saat itu , mungkin ada sesuatu yang harus dirinya kerjakan .
Aku menatap danau , entah apa yang aku pikirkan pada malam itu , entah dewi fortuna apa yang sedang menghampiriku memberiku lelaki tampan bak pangeran untuk hadir dikehidupanku begitu saja .
Aku menutup mataku , menghirup udara segar malam itu , tiba-tiba aku merasakan sesuatu dari belakang tubuhku aku terkesiap membuka mataku , Luke melingkarkan tangannya memeluk pinggangku dari belakang lalu mengendus ditengkuk leherku .
"sedang membayangiku?" Godanya dan aku tersenyum.
"Kau terlalu percaya diri" aku menarik napas, merasakan wanginya aroma tubuh Luke yang begitu segar.
"Kau wanita terindah yang pernah kutemui" ucapnya , aku merasakan getaran kecil didalam tubuhku seperti sebuah sengatan dari aliran darahku saat Luke mengatakannya .
"Aku hanya wanita biasa Luke" sahutku terdiam saat itu tak bisa berbuat apa-apa , kurasa kakiku sangat melemah saat Luke memelukku .
"Diamlah , tak perlu menyangkal karena kau memang wanita tercantik yang pernah kutemui" ucapnya lagi , lengannya erat melingkar di pinggangku , dan Luke melakukannya selama setengah jam , lalu aku berbalik kearahnya dan Luke mendaratkan bibirnya lalu mencium bibirku dengan lembut , kuarahkan tanganku pada pipinya , lalu jatuh kedadanya yang bidang itu lalu keperut kotak-kotaknya itu dan tiba-tiba Luke menarik lenganku .
"Jangan sentuh" aku terkejut mendengarnya dan menatap matanya .
"Ada apa Luke?" Tanyaku .
"Tolong jangan sentuh aku , Gail menunggumu dibawah , kau akan diantar kekamarmu , beristirahatlah , baby." Aku menatapnya dan menurut dengannya , entah ada apa dengan dirinya yang tadinya menciumku dengan panas tapi tiba-tiba berubah hanya karena aku menyentuhnya .
Aku pergi meninggalkannya sendirian, Luke menarikku lalu mencium jidatku lembut .
"Sleep well , baby" aku mengangguk lalu pergi meninggalkannya .
----
Aku menatap langit-langit kamarku , kamar Luke ada dilantai atas dari kamarku , dari kamarku juga masih bisa terlihat danau Redmond yang begitu tenang , kamar bernuansa kayu dan putih , aku sulit untuk memejamkan mataku , bahkan aku terang-terangan sedang memikirkan Luke .
Aku berdiri menatap keluar jendela , udara malam begitu segar , rambutku menyentuh lembut wajahku aku memejamkan mataku merasakan dinginnya udara dari luar .
Suara ping berbunyi dari ponsel milikku , Tyle mengirimkanku sebuah pesan singkat .
-hi Emmo , apakah kau baik-baik saja? Kau bahkan tak menghubungiku sama sekali"-
Aku membalas pesan Tyle segera.
-Tyle , aku baik-baik saja don't worry :)-
-Dimana kah , pulang dari bar aku akan mampir ketempatmu- .
Bagaimana aku mengatakan bahwa aku sedang dirumah Luke .
-Aku sedang tidak di condo- jawabku singkat .
-Dimana kau?- tanya Tyle .
Aku diam menatap layar ponselku , ada baiknya jika aku tidak membalas pesannya , aku akan bilang ke Tyle kalau aku sudah tertidur , aku menatap jam di layar ponselku 01.25 AM , aku takut bangun kesiangan aku memilih untuk memaksakan mataku untuk tidur .
____
Aku merasakan tidurku tidak begitu nyenyak , tiba-tiba aku merasakan ada yang menyentuh pipiku , aku menggerakkan badanku dan membuka mataku pelan-pelan ,rasa ngantukku masih sedikit terasa .
Tangan Luke yang besar , menyentuh pipiku dan mengelus pipiku dengan lembut aku bisa merasakannya , dan aku juga bisa melihat wajahnya dengan jelas , Luke menatapku tajam .
"You're damn so pretty" aku membuka mataku .
"Luke,," aku memanggil namanya , Luke menatapku tanpa berkedip sama sekali .
"Maafkan aku telah membangunkanmu" aku bangun dan membenarkan posisi badanku , aku duduk di hadapan Luke sekarang.
"It's okay, i'm not sleep well" wajah Luke begitu tampan , bahkan didalam kegelapan mata birunya tetap bersinar kearahku .
"Apa yang kau pikirkan , cantik? Apa yang mengganggu tidurmu?"
Aku menggelengkan kepalaku .
"Kau terlihat sedang memikirkan sesuatu" ucapnya .
"Aku tidak apa-apa Luke , tenang saja " aku tersenyum padanya , aku menatap jam didinding 04:35 AM , masih sangat gelap .
Aku menguap , sepertinya aku mulai merasakan ngantuk disaat Luke bersamaku , Luke menarikku kearah dadanya yang bidang , aku menjatuhkan kepalaku kedalam pelukannya , aku ingin sekali menyentuh dadanya tapi Luke pasti tidak mau aku melakukannya , kuurungkan niatku dan tidak terasa aku jatuh tertidur didalam pelukannya .
____
"Seandainya kau tau aku yang sebenarnya"
Luke bergumam , aku posisi terbaring didalam pelukan dalam lengannya yang besar , sebenarnya aku tidur tidak terlalu nyenyak tapi sepertinya Luke mengira aku tidur dengan nyenyak , aku menahan tubuhku agar tidak bergerak .
"Aku adalah lelaki yang tidak bisa di cintai"
Mengapa Luke berkata seperti itu? Aku mencoba mendengarnya berbicara sendiri .
"Aku harus bisa melupakan masa laluku , kau hadir kuingin kamu bisa membantuku untuk menjalani masa sekarangku" Luke tetap berbicara sendiri aku menggerakkan badanku pelan.
Luke mencium keningku , lalu Luke membenarkan posisinya dan ikut tidur disebelahku tetap memelukku .
____
Aku terbangun, menatap keluar jendela tepat berhadapan denganku , cahaya matahari pagi yang begitu lembut , bau danau begitu segar .
Aku menatap lembut wajah Luke yang tertidur pulas , aku menyentuh pipinya dengan tanganku kananku , lembut , ingin sekali rasanya mencium bibirnya yang penuh sangat seksi .
Luke membuka matanya dan menyipitkan mata indahnya , aku tersenyum melihatnya .
"Good morning sweety girl"
"Good morning Luke" aku membalas sapaannya .
Tiba-tiba Luke menarikku lagi kedalam pelukannya , sangat kuat membuatku sedikit mengeluarkan suaraku yang keras .
"LUKE ...." teriakku , tertawa .
"Kau tak bisa lari ha...ha...ha" mendengar suara tertawa Luke begitu renyah .
"Lepaskan Luke , aku lapar" Luke masih memelukku erat , posisiku jadi duduk diatas kedua pahanya .
"Mau mencoba membuat sesuatu didapur?" Tanyanya , aku memutar bola mataku kearahnya .
"Boleh juga" Luke menggendongku dan aku menggantung di pundak Luke begitu besar , Luke begitu wangi , rambutnya yang cokelat begitu wangi , sangat memabukkan .
"Luke turunkan aku, kita bisa di lihat dengan Gail nanti"
"Gail pergi hari ini , hanya ada kau dan aku disini" jantungku berdetak .
Aku dan Luke sampai di dapur milik Luke , Luke menurunkanku didepan kitchen set bernuansa hitam dan putih elegan dan mengeluarkan bebeapa bahan makanan .
"Apa yang ingin kau buat?" Tanyaku melirik .
"Sweet pancake to sweety girl"
matanya mengarah kepadaku manis , setiap kali dirinya menatapku aku seakan merasa meleleh dibuatnya .
_____
Aku hanya memandangnya membuat pancake , sangat seksi , bukan aku tidak mau membantunya tapi karena dirinya tidak mengizinkanku membantunya .
Aku melihat hidungnya terkena sedikit adonan pancake , aku terkekeh memandangnya.
"Ada apa denganmu , kau tertawa sendiri" matanya menyipit mencari tau.
"Tidak , hanya lucu saja" aku tertawa mendekatinya .
Luke memberikanku satu potongan pancake yang sudah jadi , lalu disuapkannya padaku .
"Uuuchh sangat lezat"
aku memakan potongan pancake benar-benar sangat lezat , manis , dan tidak membuatku enek .
"Lihatlah wajahmu"
aku mengarahkannya kearah cermin yang ada dibelakang Luke , Luke melihat wajahnya dan tersenyum menatap hidungnya , aku megambilkan tisu kearah wajahnya dan membersihkan wajahnya dengan lembut .
"Thank you"
matanya menatapku, membuatku melemah , mengambil tanganku dan dirinya mencium ruas-ruas jariku dengan lembut tanpa memalingkan matanya dari mataku .
____
Aku sudah selesai berpakaian , aku siap untuk pulang ke condominium-ku , aku melihat Luke berdiri di ambang pintu kamarku .
"Apa yang sedang kau lihat disana"
Ucapku .
"Kau"
Jawabnya singkat .
"Mengapa kau harus pergi?"
"Karena aku harus bekerja"
"Bekerjalah denganku"
Aku tersenyum kearahnya ,
"Pekerjaan apa yang akan kau berikan padaku tuan Luke Graham?"
Aku mendekat kearahnya , berhenti didepan tubuhnya yang sangat seksi , Luke memakai T-shirt biru muda , bulu dadanya terlihat sangat seksi , memakai celana pendek putih , dan sendal jepit terlihatnya sedikit santai .
"Kau bisa bekerja dan membuatku bahagia, hanya itu saja dan aku akan selalu bahagia jika kau selalu bersamaku jadi kupastikan kau akan menjadi pekerja yang luar biasa untukku"
Jelasnya , aku memandangnya .
"Okay, i will consider about this" jawabku .
Aku pergi dan menarik tangannya .
"Ayo kita pergi , aku akan terlambat jika kau terus merayuku"
Luke mengikutiku , tiba-tiba dirinya menggendongku ala bridal style , aku memukul pundaknya pelan , tapi dirinya mengacuhkan pukulanku hingga akhirnya kami sampai kedalam mobil miliknya .
"Diamlah kita akan cepat sampai jika kau diam , sweety" Luke mencium keningku sebelum mengemudikan mobilnya .
Aku hanya diam dan tersenyum menurutinya .
-----
Maria menatapku tajam, aku berusaha tidak menghiraukannya , Luke berjalan disebelahku , memegang tanganku itulah kenapa Maria menatapku begitu tajam , bi*ch , aku bergumam pelan.
"Pergilah bekerja , aku akan menunggumu"
Aku menoleh kearah Luke, terkesiap mendengar pernyataannya .
"Kau menungguku? Tapi ini akan lama, dan kau akan bosan"
Aku sedikit meringis kearahnya, Luke tertawa kecil .
"Tidak usah khawatir , kerjalah" aku mengangguk .
Luke menatapku terus , saat aku berbalik Luke sudah tidak terlihat lagi dari mataku , aku mencoba mengabaikan perasaanku.
Aku melihat Tyle berdiri memegang gelas kecil yang akan ditaruh dimeja , aku tersenyum kearahny .
"Hii , Tyle" aku menyapanya.
"Kau tidak membalasku semalam , ada apa dan dimana kau semalam?"
Apakah Tyle datang kekondo ku? Wajah Tyle sedikit menegang .
"A-aku mmm hanya menginap ditempat temanku" jawabku asal.
"Dengan lelaki yang membantumu kemarin lalu berhasil membawamu pergi bersamanya"
Nadanya sedikit dingin, aku melihat wajahnya yang dingin , rahangnya sedikit menegang, jika saja aku bukan sahabatnya dari kecil mungkin aku sudah naksir dengan lelaki yang ada dihadapanku ini.
"Hey Tyle , why you so serious now ??? I'll be fine Ty , don't worry to much" aku mengambil gelas dari tangannya .
"Okay" sahutnya singkat .
Aku melihat ada wanita duduk dikursi pas berhadapan dengan Tyle, ahh , wanita yang kemarin meminta Brandi pada Tyle , aku tersenyum kearahny , sepertinya dia memiliki sedikit masalah , aku berniat menuju kearahnya .
"Kau terlihat murung dari kemarin, i'm Emma"
Aku menyapanya tapi wanita itu hanya menatapku dan sedikit berkaca-kaca dimatanya, sepertinya dia ingin menangis.
"Are you okay?" Tanyaku .
"I'm okay, don't worry Emma"
Wanita itu menjawabku , dia terlihat cantik dengan rambutnya yang pirang hidungnya mancung kulitnya sangat putih .
"Aku Kate"
dia memperkenalkan namanya dan sedikit tersenyum padaku.
"Aku harap kau akan selalu baik-baik saja, kau bisa bercerita tentang masalahmu mungkin , oh , tunggu"
Aku memalingkan wajahku dan memanggil Tyle .
"Tyle , hey , kemarilah" teriakku pada Tyle .
Tyle menghampiriku , aku sepertinya mempunyai ide yang sedikit cemerlang ahahhaha .
"Kate, ini temanku Tyler , sepertinya dirinya bisa menemanimu mengobrol malam ini"
Tyle menatapku terkejut , tapi aku memang harus segera melayani dua gadis yang barus saja datang kemejaku dan meminta minuman padaku , aku meninggalkan mereka berdua , wajah Kate sedikit tersenyum , sepertinya Kate dari kemarin memang menunggu Tyle menyapanya .
Aku melayani beberapa tamu yang datang silih berganti .
Sudah jam 02 AM , mataku langsung menemukan Luke berada dihadapanku .
"Maukah kau memberikanku satu gelas wine dan sebuah senyuman manis untukku , gadis cantik?".
Luke menggodaku , seringainya begitu menghairahkanku .
"Dengan senang hati tuan Graham"
Aku berbalik mengambilkannya segelas red wine terlezat yang kami miliki lalu memberikan padanya .
" duduklah bersamaku" ajaknya.
"Tapi aku sedang bekerja " jawabku sambil menatap kesekililingku , mencari-cari dimana Maria berada.
"Aku adalah tamu disini, bukankah tamu adalah raja , jadi aku adalah raja , kau harus mau duduk bersamaku dan menemaniku"
Matanya menyipit dan sedikit memerintah , aku merasakan Tyle memperhatikanku dengan Luke , tapi aku mencoba mengabaikannya, lalu aku pergi mendekati Luke .
"Kalau begitu ayo , cari tempat untuk kita berdua" aku menarik lengannya.
"Whoa,,,whoaa. Kau sangat kasar , pelan-pelan sweety"
Luke sedikit mengerang , aku terhenti melihat Maria dihadapanku .
Aku terkejut dengan ulang Luke, Luke malah menarikku dan memelukku , lalu medaratkan bibirnya dan menciumku dengan lembut, aku reflek dengan emosiku , aku membalas ciumannya dengan lembut , dan sedikit mengerang , aku memejamkan mataku dan saat aku membuka mataku sedikit Maria pergi meninggalkan kami berdua , Luke selesai dengan pekerjaannya kepadaku, biasanya Maria akan memarahiku habis-habisan jika ada seseorang yang mendekatiku lalu aku membalasnya tapi sepertinya Maria sudah bosan mencaciku.
"Apa yang kau lakukan barusan itu sudah keterlaluan"
Aku tertawa , Luke menatapku .
"Kau sangat cantik , sayang. Aku senang jika membuatmu bahagia"
Luke luar biasa mengagumkan , aku sepertinya mulai mencintai lelaki tampan yang beberapa hari sudah menghabiskan waktu bersamaku , tapi tunggu dulu .
'kau hanyalah gadis biasa Emma, sudah kubilang jangan berharap lebih' batinku menyontak hatiku.
Tiba-tiba ada lelaki yang lewat menghampiriku dan Luke .
"Tuan Graham" sapa lelaki pirang itu , terlihat seumur dengan Luke .
"Oh hey , Grayson" mereka saling berjabat tangan.
Seperti rekan kerja , aku ingin pergi dari mereka tapi malah Luke menarik pinggulku dan melingkarkan tangannya padaku.
"Kenalkan Emma , pacarku" aku benar-benar terkesiap mendengar ucapan Luke , apa ? Pacarnya? WHOA!!!!! . Aku hanya tersenyum lalu berjabat tangan pada lelaki itu.
"Hey Emma , i'm Stave Grayson , rekan kerja Luke, nice to meet you "
"Nice to meet you too , Grayson"
Oh , rekan kerja .
"Aku sudah lama tidak pernah melihatmu datang kemari, apakah ada masalah disini?"
Tanya Grayson , disini? Apa maksudnya? Aku bertanya-tanya .
"Yah, sudah hampir 3 tahun aku tidak kemari , dan mungkin mulai sekarang aku harus sering-sering datang kemari"
Aku hanya mendengarkan percakapan keduanya.
"Club ini sudah begitu luar biasa berkembang, aku iri padamu tuan"
Club ini? Mengapa aku seperti tidak mengerti dengan pembahasan mereka, apa kaitannya Club ini dengan Luke? .
"Kau benar-benar pengusaha yang luar biasa, walaupun kau memiliki Club ini kau tidak selalu hadir memperlihatkan dirimu"
WHAT the f**k , Club ini milik Luke???? Aku merasakan lemas pada kakiku , mengapa aku tidak pernah tau .
Luke memalingkan pandangannya padaku, tersenyum geli pada wajahku , aku sedikit terkejut dan memerah .
"Aku tidak perlu melakukan itu Grayson" ucap Luke.
"Baiklah , aku akan pergi, senang bertemu kalian berdua tuan Graham dan nona Emma" Grayson memberikan senyuman renyah padaku dan Luke .
Aku menatap Luke , Luke tersenyum padaku .
"Ada apa?" Tanya Luke terkekeh.
"Kenapa kau tidak bilang kalau Club ini milikmu?"
Aku memasang wajahku dan terlihat sedikit bodoh .
"Aku tidak perlu , lagi pula Club ini sudah tidak akan menjadi milikku lagi"
Jadi??? Apakah dia akan menjualnya atau akan memindah tangankan Club ini.
"Akan kuberikan pada seseorang nanti" jawabnya singkat .
"Karena kau sudah mengetahui siapa aku , maka aku akan memecatmu sekarang"
Mataku terbelalak .
"Apa yang kau katakan?" Tanyaku panik.
"Kau akan bekerja khusus denganku mulai sekarang, kau tidak akan bisa menolak permintaan boss mu kan?"
Godanya , seringainya begitu memabukkan dan mata birunya terus saja bersinar padaku, aku menarik napas .
"Well , if you want , okay , i do " aku akhirnya menurut dengannya .
"Yeah , because i need you"
Jawabnya lalu mencium keningku .
---
Aku menghabiskan malamku di Club bersama Luke , pemilik Club dan mantan boss-ku .
Luke menatapku , kami menari dilantai dansa, menggerakkan badanku dengan santai , Luke selalu bersamaku .
"Thank you"
Luke menatap mataku , mata birunya selalu bersinar , begitu memabukkan , secara naluri tubuhku memanas , pipiku panas dan memerah .
"Untuk apa?"
"Karena kau mau bersamaku"
Rasanya , aku tidak pernah menyangka bisa berdiri dilantai dansa bersama lelaki tampan seperti Luke Graham.
"Tidak perlu berterima kasih, aku akan bersamamu selama kau menginginkanku"
"Sssttt.... jangan berpikir aku hanya sementara untukmu, kau akan bersamaku selamanya"
Luke mendaratkan jarinya kebibirku , entah sepertinya dewi fortuna sedang menghampiriku beberapa waktu ini, Luke benar-benar terlihat sangat menginginkanku , dan aku tidak pernah mendapatkan lelaki seperti Luke sebelumnya.
Aku tersenyum kearah mata birunya yang melelehkan dan menggetarkan, Luke mencium keningku ditengah-tengah lantai dansa , sepertinya orang-orang memperhatikan kami .
____
"Aku akan ikut bersamamu jika kau tetap mau pulang ke kondo"
Luke menatapku didalam mobil sport miliknya , sedikit beragumen aku menatap jam dilayar audio mobil Luke , 03 AM , tidak ada gunanya berdebat dimana aku akan pulang dengan Luke , aku merasa sangat lelah dan aku butuh menempelkan tubuhku ketempat tidurku.
"Okay , ayo kita pulang sekarang, berhentilah menatapku Luke"
Aku mendaratkan bibirku kerahangnya yang ditumbuhi janggut halus , ahhhh ... aku menyukainya .
"Baiklah my sweety"
Luke berseringai ketika aku menciumnya, lalu mengemudikan mobilnya.
___
"Luke, lepaskan aku"
Luke menggendongku lagi dan lagi, aku menyukai aroma tubuhnya , sepertinya rasa lelahku tidak begitu terasa setiap aku bersamanya .
"Aku suka melakukannya , jadi diam dan nikmatilah"
Aku hanya bisa tersenyum menahan getaran yang ada didalam tubuhku .
Luke mendaratkanku ketempt tidur milikku , tidak berukuran king size seperti kamar Luke tetapi cukup luas untuk kami berdua walaupun sedikit sempit , semua bernuansa pink dan putih pastel dan aku menyukai condominium milikku ,rasanya begitu nyaman ketika menempelkan tubuhku ditempat tidurku .
(Kamar Emma : ig - Marliesmatu)
"Istirahatlah" perintah Luke .
Tapi mataku masih terjaga, rasa ngantukku hilang saat bersama Luke .
"Aku belum ngantuk"
"Kalau begitu aku akan membacakanmu cerita dongeng tentang tujuh kurcaci"
"Hahaha... jangan bercanda , mana mungkin lelaki berbadan sepertimu ini bisa berdongeng"
Aku tertawa lepas , melihat wajahnya tertawa bersamaku , aku ditarik masuk kedalam pelukannya , tak lama kemudian aku jatuh tertidur .
____
Aku membuka mataku , melihat Luke tidak ada disebelahku lagi , aku berjalan menuju ruang tamuku .
Luke memasak di dapur kecil milikku , WHOA , Luke begitu seksi , dirinya disibukkan memasak , aku ingat bahan makananku hanya ada spaghetti yang ada didalam lemariku .
"Hi my sweety, i feel you sleep well last night" Luke menyeringai sambil melanjutkan masakannya , baunya sangat enak .
"Itu karena kamu bersamaku, kau masak apa? Perutku sudah tidak sabar memakannya"
"I'm yours, baiklah , ini hampir selesai"
Luke menata spaghetti tuna keatas piring , aku memakannya dan WOW rasanya benar-benar lezat .
"Sepertinya selain pemilik Club kau sangat pandai memasak , kau bisa menjadi koki terkenal"
Aku sedikit mengejek , dan memutar bola mataku melirik kearah dadanya , Luke hanya mengenakan baju putih tanpa lengan , benar-benar seksi .
"Apa yang kau lihat?apakah kau sudah kenyang?"
Aku malu menatapnya , aku ketangkapan sedang menatap dadanya yang indah .
"Well , i'm finish"
"Good , give me your lips"
sangat seksi , Luke menarik daguku dan mendaratkan sebuah ciuman manis kebibirku .
"You have sweet lips , you make me feel"
"Really?"
"Yeah, you make me so hard my sweetness"
"You make me wet"
Aku benar-benar merasa basah ketika Luke sedikit mengerang di bibirku.