Luke

3089 Words
~~~ You always protect me, safe me,  I thought you're mine , being together but now you let my brain to think and wondering, why even you don't give me a reason I know and see when i'm with you  Even you know who i am you always make me the only one... ____ "Aku akan pulang siang ini, ikutlah denganku"  Ajak Luke. "Kemana?"tanyaku . "Tinggallah denganku , tinggal dirumahku"  Aku terkejut dengan ajakannya , hanya saja aku belum siap , bahkan aku dan dirinya baru saja kenal , tapi sebenarnya aku menginginkannya , aku masih belum bisa menjawab ajakannya .  "Apa lagi yang kau pikirkan , bahkan kau sudah tidak bekerja di Club" Aku memutar bola mataku .  Tiba-tiba ponselku berbunyi , panggilan masuk dari Tyle . "Dari Tyle , aku angkat dulu"  Luke hanya diam , tak mengeluarkan kata-kata  dan duduk sambil menungguku mengangkat telpon dari Tyle. "Hallo, Ty"  "Dimana kau? Kau tidak bekerja hari ini?"  Tanya Tyle, aku baru ingat kalau Tyle belum tau kalau aku sudah tidak bekerja lagi, aku memikirkan bagaimana aku harus mengatakan padanya kalau aku sudah tidak bekerja. "Tyle , sepertinya kita harus bertemu minggu besok"  "Okay, tapi jawab dulu pertanyaanku apakah kau tidak bekerja hari ini"  "Aku sedang tidak enak badan , aku tidak bekerja hari ini"  Aku berbohong padanya , sebenarnya aku tidak nyaman padanya tapi aku akan berbicara padanya dengan alasan yang tepat.  "Baiklah sepulang dari bar aku ketempatmu" "Jangan, aku sedang tidak dikondo , sampai jumpa hari minggu Tyle-ku"  Aku buru-buru mematikan telpon dari Tyle , aku melihat Luke sedikit bosan menungguku, wajahnya terlihat tidak nyaman. "Aku akan pergi denganmu dan tinggal denganmu my new boss"  Luke memutar kepalanya melihat kearahku , dan tersenyum . "Apakah kau terpaksa melakukannya?"  Luke berdiri menghampiriku , aku menggeleng , tatapannya lembut aku tak tahan jika terus menatapnya.  "Baiklah, ayo kita pergi"  Aku mengikuti langkah Luke , dan pergi bersamanya .  ____ "Mau kemana ?"  Arah yang dituju bukan arah menuju rumah Luke .  "Ke Portland"  WHAT??! Apa yang dia lakukan padaku? Aku bertanya-tanya . "Kau menculikku?"  "Aku kekasihmu mulai semalam, sekarang, dan selamanya , dan stop berpikir bahwa aku adalah boss-mu jadi aku bisa membawamu kemana saja bersamaku"  Luke melirikku tajam, oh may ... tatapannya sangat lembut , aku selalu bergetar jika melihat tatapannya yang sangat tajam dan aroma tubuhnya yang sangat wangi ahhh , i love it!!!!. "Bahkan kau belum menyatakannya langsung padaku kalau kau ingin menjadi kekasihku?"  Aku menyangkal. "Karena aku tak perlu melakukannya , kau adalah wanita yang berbeda, jadi aku tak perlu melakukannya"  Oohhh may,,, Luke membuatku benar-benar melemah .  "Baiklah , alasanmu bisa diterima"  Aku senang bukan main, aku memiliki kekasih yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya .  "Tapi apa yang akan kita lakukan di Portland?" "Bertemu dengan orang tuaku"  Aku terkejut, HAH!! Bahkan aku dan dia baru bertemu. "Luke kita baru saja bertemu , mengapa kau cepat sekali mengajakku"  "Karena aku menginginkanmu"  "Tap...."  Luke melahap bibirku , matanya masih tertuju kejalanan sambil menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang , aku terkejut , bibirnya sangat lembut , detak jantungku berdebar sangat tak menentu , aliran darahku mengalir cepat aku merasakan setrum menyetrum tubuhku, oouuh Luke you always make me melted with you. "Diamlah dan jangan banyak bertanya, atau aku akan selalu melakukan itu dimana saja ketika kamu banyak bertanya"  Okay,,,okay ,,, aku akan diam dan menurutinya , tapi sebenarnya aku menyukai dirinya menciumnya .  "Baiklah my Ace"  "Ace???"  "Aku hanya suka memanggilmu dengan sebutan itu, Ace adalah sesuatu yang berarti , seperti kartu As , yang selalu memegang kendali pada siapa saja"  "Uhmmm,,, okay my sweet baby, i love you"  Luke menarik tanganku dan mencium lembut ruas-ruas jariku , matanya terus fokus menatap kejalan. Butuh waktu antara 2,9 jam sampai ke Portland , tapi tiba-tiba Luke memarkirkan mobilnya .  "Ayo turun"  Luke membukakan pintu mobilku dan menuju lapangan besar dihadapan kami.  WHOA!!! It's Amazing . Lapangan jet pribadi. -GRAHAM LEGACY-  Luke punya jet peibadi, aku diam melemah, Luke menggandeng tanganku menuju jet pribadi miliknya . "Selamat sore tuan Graham, pesawat akan dikendalikan oleh Capten Rodriguez"  Seorang pramugari muda itu membawa kami menuju kabin , benar-benar luar biasa , sangat luas , hanya ada empat kabin saja dan sebuah kamar yang lumayan luas bernuansa putih , aku duduk didekat jendela , Luke di sampingku .  "Thank you"  Ucap Luke pada pramugari muda itu, pramugari itu menatap Luke dan wajahnya terlihat sedikit memerah, tapi tiba-tiba menunduk ketika aku melihat kearahnya .  "Saya akan segera mengantarkan makanan dan minuman untuk anda berdua"  Luke hanya menganggukkan kepalanya , tanpa menatapnya tangan Luke selalu berada di tanganku , dan sekarang tangannya berada di atas pahaku , aku sedikit terkesiap.  "Kenapa kau tidak bilang kalau kita akan pergi menggunakan jet pribadi milikmu"  "Aku tak perlu melakukannya , kau tau itu kan" "Ya , aku tau , kau selalu saja penuh dengan kejutan"  "Ini belum seberapa untukmu , sweety"  Luke menggerakkan tangannya yang lembut di pahaku, aku menggeliat merasakan sentuhan tangannya yang lembut dan Luke menatapku tanpa berpaling "Maaf tuan, ini makanan dan minumannya , selamat menikmati perjalanan ini"  "Letakkan saja disitu" Luke memerintah tanpa berpaling melihat pramugari muda itu.  Aku menutup kedua mataku, merasakan lembutnya sentuhan Luke padaku , Luke menarik lembut wajahku dan mendaratkan bibirnya kebibirku , lembut dan sedikit terasa panas , tangannya naik kearah pangkal pahaku  aku terkesiap merasakan jarinya menuju kedalam celana dalamku , aku merasa sedikit basah , Luke dengan santai menyentuh area dicelana dalamku , jarinya masuk kedalam menusukku dengan lembut , aku tiba-tiba menariknya .  "Ada apa Emma?"  Tanyanya terkejut menatapku , aku sepertinya tidak bisa melanjutkannya . "Aku tidak bisa melakukannya"  Ucapku menunduk. "Ada apa denganmu, katakan padaku, kau sudah basah"  Luke membuatku memerah , aku menggeleng malu dihadapannya .  'Kau sudah tidak perawan lagi Emma, kau akan membuat Luke kecewa jika mengetahuinya, kau ini jalang' batinku menggertakkan hatiku.  Aku menatap Luke dalam, Luke menatapku cemas , tapi aku belum siap mengatakannya. "Apakah kau sudah melakukannya?" Aku menggeleng tapi aku mengangguk pelan juga. "Katakan dengan siap kau melakukannya?"  Tanyanya, sedikit menggertak . "A...aku diperkosa pada usia 18 tahun"  Mataku berkaca-kaca , tak tahan merasakannya akhirnya air mataku tumpah begitu saja . "Aku sangat kotor , bahkan aku selalu merasa diriku ini adalah wanita jalang"  Luke terkejut mendengarnya , tapi Luke tidak memperdulikannya , Luke malah menciumku lagi , Luke mengangkatku menuju kamar yang ada didalam jet pribadi miliknya .  Luke meletakkanku dengan lembut , menciumku panas , aku mengerang , tubuhnya berada diatas tubuhku , aku merasakan tubuhnya , aromanya , Luke menyentuh pangkal pahaku, jarinya masuk kedalam celana dalamku yang sudah basah dibuatnya dari tadi , aku mengerang tak henti-henti, aku menatap mata biru Luke . "Ouuchhh , Luke"  Aku memanggil namanya , Luke menusukkan jarinya masuk kedalam diriku, aku terkesiap .  "Kau sangat ketat, apakah kau tidak pernah melakukannya lagi?"  Aku menggeleng, semenjak aku diperkosa , aku sempat frustasi dan tentu saja aku tidak pernah melakukannya lagi sampai usiaku sekarang 27 tahun.  "Emma , aku tidak tahan you make me feel so hard"  "Can i?" Luke meminta izin padaku untuk melakukannya padaku , tapi aku benar-benar belum siap melakukannya .  Aku mengangguk tapi. "Luke ... tidak sekarang"  Luke menjilat ruas jarinya , penuh dengan nafsu, ahhhh .  "Baiklah sweety , aku tidak akan memaksamu"  Luke terlihat sangat frustasi ketika aku menolaknya , tapi tidak ada yang berubah sedikitpun darinya . Dirinya tetap lembut terhadapku bahkan menjadi sangat lembut .  _____ Aku hanya berniat ingin membantunya jika makan malam belum siap.  "Apakah anda sedang bosan nona?" "Aku hanya lelah beristirahat, lagipula perutku sudah merasa nyaman"  "Jika kau mau, ada pemandangan sangat indah di teras sebelah sana" "Benarkah? Bisakah kau mengantarkanku kesana?" Mataku membulat, tentu saja aku mau melihat pemandangan indah itu. "Tentu nona, mari ikut saya"  ____ Aku berdiri memandang pemandangan kota Portland , benar-benar sangat indah , malam yang dingin sedikit menusuk tubuhku , tapi aku menyukainya .  "Hei, aku mencarimu"  Luke mengejutkanku .  "Aku lelah berada dikamar, kamarmu begitu luas , sampai aku takut berada sendirian disana"  "Sini, aku akan terus bersamamu disini"  Luke merangkulku masuk kedalam dadanya yang bidang dan aku menghirup aroma tubuhnya yang khas. _____ Aku sudah duduk dimeja makan yang sangag luas , aku melihat wajah Luke yang sedikit menegang setiap dirinya bertemu orang tuanya.  "Makan lah Emma"  Aku mendengar Belle, menyebut namaku, aku memandang wajahnya lembut dan tersenyum. "Thank you , Belle"  Luke duduk disebelah ku , tangannya memegang tanganku tiba-tiba, aku menatapnya . "Aku akan bertunangan dengan Emma"  HAH????!! Aku terkejut mendengar ucapan Luke , wajah Luke datar tapi Luke tetap memegang erat tanganku.  "Apa yang kau katakan Luke"  Belle bertanya dan sama terkejutnya mendengar ucapan Luke, aku hanya bisa terdiam .  "Aku mencintai Emma"  Luke mengeluarkan sebuah cincin yang dari tadi ternyata diletakkan diatas meja , sebuah kotak kecil berwarna hitam cantik, sebuah Diamond Ring sangat indah, darahku berdesir mengalir kencang , kakiku melemah , tanganku dingin sedingin es batu, wajahku sudan pasti memerah .                (Galfok sama kukunya cantik banget parah)  "Will you be my forever?"  Aku terkejut aku gugup aku tak tau harus berbuat apa dan tentu aku hanya bisa berkata. "YES I WILL, Luke"  Jawabku , entahlah air mataku tumpah , aku tak pernah menemukan lelaki seperti Luke, dirinya selalu membuatku merasa berharga setelah aku bertemu dengannya.  Luke mencium ruas-ruas jariku dengan lembut, didepan Belle dan Lucas .  Lucas dan Belle hanya bisa tersenyum melihat kami berdua .  "Thank you my Ace"  "Don't say , i will be always with you , today we have been enganged , and i promise to you ,that i will be here and always be true" "I will always be with you too , and be true for you too"  Luke mendaratkan ciuman lembutnya dibibirku, aku melihat senyuman bahagia terpancar dari wajah Lucas , Belle sedikit berkaca-kaca dimatanya tapi aku tak yakin apakah dia merasakan kebahagiaan juga atau tidak. ____ "Senang bertemu kalian"  Aku berpamitan dengan Lucas dan Belle, setidaknya Belle sudah memperlihatkan senyumannya yang nyaman diwajahnya, setelah satu hari aku dan dia mengobrol satu sama lain.  "Take care Emma, Luke semoga perjalanan kalian berjalan lancar"  Belle memandangku dan Luke dengan hangat begitu juga Lucas .  "Okay"  Jawab Luke singkat .  "Bye"  Aku dan Luke masuk kedalam mobil BMW X6 M silver metalic mewah itu .  "Baby"  Luke menyentuh pahaku, aku sedikit terkejut setiap kali Luke menyentuh pahaku . "Yeah"  Jawabku , aku menatap wajahnya dan memandang mata birunya yang bersinar . Luke menatap matanya , seperti ada yang dirinya pikirkan tapi aku tidak berani menanyakannya .  Tangannya tetap berada di pahaku , lalu kusentuh tangannya .  ___ Aku dan Luke sudah kembali ke Seattle , kami tiba dirumah milik Luke pukul 10 PM .  Benar-benar rumah yang sangat nyaman.  "Istirahtalah" perintah Luke . "Tidur dikamarku malam ini"  Luke membawaku kekamar miliknya, aku menurutinya karea aku merasakan sedikit kelelahan . "Aku ingin mandi lebih dulu, badanku agak lengket berkeringat"  Saat aku mau menuju kamar mandi Luke menarikku , dan menatapku , nafasnya begitu lembut , aromanya begitu memabukkan , aku merasakan getaran aneh pada diriku. Luke melepaskan pakaianku , aku hanya bisa terdiam dan merasakan sensasi yang bisa kurasakan darinya, Luke tiba-tiba berlutut di bawahku, aku bernafas tak karuan , Luke membuka celana dalam milikku , menariknya hingga kuangkat kakiku dan aku benar-benar telanjang bulat ,aku memerah , bulu kudukku terasa menari-nari ditubuhku, Luke mencium kedua pangkal pahaku, hingga akhirnya sampai ke bagian v****a ku . "Aaaahhhhh"   Aku mengerang , saat Luke mendaratkan ciumannya di Miss V-ku , Luke tetap melanjutkannya , jari Luke tiba-tiba masuk kedalam Miss V-ku dan lidahnya menyentuh klitorisku , aku merasakan diriku sangat panas , aku berdiri melemah .  "Luke...."  Panggilku, tapi Luke tidak menghiraukanku, dirinya tetap asyik menyeruput klitorisku yang sudah basah dibuatnya , Luke membaringkanku , Luke melanjutkan pekerjaannya pada diriku, aku merasakan klimaks berkali-kali karena lidahnya yang sangat pandai memainkan klitorisku, aku mengerang.  Luke berhenti , dan menaiki badanku , aku merasakan badan besarnya berada diatas tubuhku . "Kau sangat nikmat sayang" matanya menatapku panas .  "Aku ingin melakukannya"  Dirinya meminta izin padaku, karena terakhir kalinya dia meminta padaku saat di pesawat aku belum siap memberinya, tapi malam itu aku benar-benar panas dan menginginkannya .  Aku menganggukkan kepalaku tanda aku menyetujui dirinya untuk melakukannya.  Luke memasukkan Mr. P miliknya , aku merasakan penuh didalam diriku, sedikit sakit , aku sedikit berteriak ketika dirinya masuk kedalam diriku, Luke menghentikan gerakan tubuhnya. "Are you okay?"  Tanya Luke , aku menatapnya , sebenarnya aku ingin menangis karena aku terbayang-bayang pada saat orang asing itu memperkosaku , tapi aku menganggukkan kepalaku.  "Lanjutkan Ace" Aku mengerang nikmat, perih, semua menjadi satu, perasaan itu benar-benar nikmat, aku mendesah Luke membuatku klimaks berkali-kali. "Luke , i wanna come"  "Come to me baby, i wanna see you coming"  "Yeah baby, auuuhhh , aaachh you make me aaaaahhh"  Aku berteriak tak karuan dibuatnya, aku klimaks , aku berbalik mengatur tubuhku , aku berada diposisi atas , Luke dibawahku . Aku menggesek-gesekkan diriku dengan dirinya, Luke mengerang nikmat, mendengarnya aku merasakan nafsuku datang lagi, aku menggesek dengan cepat , Luke mengerang kuat. "Baby , please come with me , i wanna" "Aaacchhh, baby, come together"  Aku mengerang keras, Luke pun begitu dan akhirnya aku klimaks bersama-sama dengan Luke.  Luke menatapku , membalikkan badanku kembali terbaring ditempat tidur. "I'm sorry baby"  "Don't say Ace, you are my mind"  "Thank you"  Aku mengeluarkan air mataku tiba-tiba , Luke menatapku.  "Kau harus menceritakannya padaku nanti bagaimana semua masa lalumu terjadi"  "I will Ace"  Aku dan Luke mandi bersama , membersihkan tubuh kita satu sama lain .  Kami berdua jatuh tertidur , berpelukkan , aku membelakangi Luke dan Luke memelukku dari belakang , aku tidur nyenyak malam itu.  ----  Aku menatap diriku didepan kaca besar didalam ruang pakaian Luke yang luas , aku terbayang-bayang pada saat lelaki-lelaki asing itu memperkosaku , aku menutup mataku , tiba-tiba rasa takut mendatangiku lagi, aku gemetaran, wajahku tiba-tiba pucat, aku benar-benar merasa diriku tidak berharga semenjak mereka memperkosaku aku berteriak. "Aaaaarrrghhhh"  Aku menarik rambutku kuat sangat kuat, aku menangis sejadi-jadinya , Luke tiba-tiba datang menghampiriku , langsung memelukku , aku menarik diriku dari pelukannya , aku merasa jijik dengannya . "Hey, baby what happen with you my baby"  Mata Luke terlihat sangat cemas , mendekatiku pelan-pelan . Aku mundur , aku menatap tajam pada dirinya aku benar-benar merasa takut dan aku berlari menuju keluar .  Gail menatapku kebingunan.  "Buka pintunya"  Aku memerintah pada Gail yang berada dibawah tangga , aku berlari sekencang-kencangnya menuju pintu luar Luke, Luke mengejarku tanpa mengenakan pakaian apapun.  Gail mengikuti perintahku , aku terus berlari kencang menuju arah keluar , kebetulan pintu pagar yang sangat besar itu terbuka jadi aku bisa berlari keluar .  ***** ~FLASHBACK~ Aku berjalan menuju keluar rumah untuk bertemu dengan ibuku ,Caroline Forbes , ibuku wanita yang telah menikah tiga kali sedang sibuk dengan suami ketiganya Mario Forbes , seorang mafia yang lumayan terkenal di Detroit disaat umurku berusia 18 tahun. Caroline terlihat begitu bahagia bersama Mario , aku tinggal sendirian di Seattle , aku mencintai ibuku , tapi aku tidak mencintai Mario, Jack William Forbes , saudara tiriku seorang anak dari mafia yang menginginkan diriku untuk terus mengikuti kemauannya , tentu saja aku tidak menyukai lelaki berandal itu , Jake berusia 28 , aku membencinya sangat membencinya karena yang kutahu dirinya selalu kasar dengan wanita-wanita yang selalu dirinya bawa kerumah dan dirinya tiduri.  Suatu saat aku melihat Jake tidur dengan wanitanya dirumah kami di Detroit, Caroline dan Mario sedang pergi ke London saat itu, aku tidak tahan mendengar suara desahan menjijikan dari wanita itu . "b***h, menjijikan!!!!" Aku berteriak dikamarku.  Menyalkan music home teater dikamarku sekencang-kencangnya.  Tooookk...toookkkk , suara gedoran pintu dari luar kamarku, aku mengacuhkannya. "Kau b***h SIALAN!!! Matikan musikmu!!! Teriak Jake padaku, aku terkesiap mendengar teriakannya, Jake yang sedang tidak berpakaian terlihat sangat emosi malam itu. "Aku tidak akan mematikannya" Aku membalas teriakannya , acuh.  "KAU"  Jack tiba-tiba memukulku , mendorongku hingga terjatuh, anak buah Jake berdiri melihat aksi Jake padaku, aku berdarah dibagian sela bibir dan hidungku , kepalaku juga sedikit berdarah, aku tidak bisa melawan Jack yang berbadan besar .  "Sudah beberapa kali harus aku katakan padamu gadis bodoh, ikutilah perintahku jika tidak kau akan sakit ditanganku"  Jack  membuka celana pendeknya , lalu kasar merobek seluruh pakaianku, dan langsung memasukkan Mr. P-nya padaku , setelah selesai , dirinya menyuruh anak buahnya menggilirku, ada tiga orang anak buahnya saat itu , semua berbadan sangat besar , aku menangis ketakutan, aku MEMBENCINYA!!! Aku depresi, Caroline tidak mempercayaiku , Caroline lebih mendengarkan Jake dan Mario dibanding aku, aku keluar dari rumah , pergi dan sesekali jika aku melihat wanita disakiti aku selalu kambuh dengan keresahanku.  Sudah lima tahun aku pergi ke seattle menghilang dari Detroit , dan mengubur semua masa laluku dari Detroit, bahkan Caroline tidak pernah mencariku. *****  Flashback off.  ------  Suara klackson mobil-mobil terdengar bising ditelingaku , memberikan isyrat padaku agar aku menjauh dari tengah jalan raya, wajahku terlihat sangat frustasi. Aku menatap kebelakang , Luke mengejarku , aku benar-benar hilang kendali aku merasakan Luke menjadi seperti Jake saat itu.  Aku bersembunyi dibelakang mobil Van besar , Luke tidak melihatku aku menarik nafas lega dan terus menangis , aku meneruskan perjalananku menuju condominium milikku. ____ Tyle berada didepan condo aku terkejut melihatnya , begitupula dengannya , terkejut memandangku aneh, aku lusuh bahkan tak mengenakan sendal , mataku bengkak , pipiku memerah .  "Emmo"  Tyle menuju kearahku , mendekatiku . "Ada apa denganmu Emmo"  Matanya membulat, terlihat kecemasan pada matanya , aku tambah menangis .  "I'm scared Ty" "Why you scared, tell me don't cry Emmo"  "Let me go inside" Aku memilih tidak menceritakan padanya , ketakutanku sedikit hilang saat Tyle ada denganku .  Tyle membuatkanku cokelat hangat, aku mengambil gelas yang diberikan dari Tyle , aku mengingat saat Luke membuatkanku cokelat hangat , air mataku tumpah lagi .  "Ceritalah denganku ada apa? Kau bertemu dengannya?" Aku menggelengkan kepalaku.  "Apa yang membuatmu ketakutan seperti ini, bahkan kau tidak mengenakan alas kaki, setahuku kau menangis seperti ini hanya jika kau mengingat kejadian itu"  Aku terdiam , dan benar-benar tidak ingin berbicara apapun bahkan dengan Tyle.  "Lebih baik kau pulang Ty"  Aku hany ingin sendiri saat itu, Tyle mengerti kondisiku dan situasiku maka dirinya bersiap-siap akan meninggalkanku. "Okay i know you, call me if you need me"  Tyle mencium keningku , aku menatap matanya , tersenyum lembut padanya mengisyaratkan bahwa aku baik-baik saja .  Tyle pergi meninggalkanku .  ___ Suara ketukan pintu terdengar dari luar, dan suara Luke terdengar memanggilku, cemas. "Emma, buka pintunya, Emma ,jika kau tidak menginginkan aku melakukannya aku tidak akan melakukannya lagi, maafkan aku sayang"  Luke terdengar sangat frustasi, bergetar , aku butuh melihatnya tapi aku masih benar-benar takut , aku memutuskan tidak berbicara dan pergi kekamarku.  Sudah satu jam berlalu, sudah tidak terdengar Luke memanggilku , sepertinya Luke sudah pergi. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?aku benar-benar bodoh"  Aku menatap diriku dikaca, aku bingung harus berbuat apa.  Ponselku berbunyi menandakan nada pesan masuk .  -baby, bicaralah padaku , jangan membuat diriku cemas terhadapmu- Aku menatap isi pesan dari Luke, aku ingin membalasnya tapi aku mengurungkannya .  Aku mematikan ponselku dan menaruhnya didalam laci disebelah tempat tidurku. ____  Ini sudah terlalu lama , aku merindukan Luke , beratus-ratus panggilan masuk dari Luke , satu-dua hari bahkan aku tidak melihat mata indahnya.  Aku bangun dari tempat tidurku , aku merasa sedikit sudah baik.  Aku memakai t-shirt putih ketat menutupi tubuhku, celana pendek biru muda persis seperti mata Luke , rambut ku urai berantakan tapi tetap terlihat oke .  Entah kesalahan apa yang kulakukan dengan Luke , dan kesalahan apa yang dilakukan olehnya padaku sampai-sampai aku tidak bersamanya selama berhari-hari.  Panggilan masuk Luke , aku menatap ponselku lama, aku gugup mau menjawabnya. -ha....haalo- Aku menjawabnya gugup. -Ahhh damn it, baby how are you . I'm fuckin be hard to waiting you answer me- Aku diam .  "Baby please talk to me" Suara Luke terdengar sangat bergetar. "I'm okay Luke"  Jawabku singkat, tapi tiba-tiba Luke mematikan panggilannya, aku bingung dan memikirkan apakah dirinya marah padaku . Luke tiba-tiba sudah berada dibelakangku, aku membalikkan badanku dan menatapnya berdiri terlihat sangat frustasi.  "Luke"  Aku menyebut namanya , terkejut menatap rahangnya dan mata birunya yang sedikit memudar karena cemas . "Emma, maafkan aku" Luke maju kearahku, aku gugup , ketakutan , tapi aku bertahan untuk tidak memberontak, aku merindukannya. Aku menggeleng pelan , antara takut tapi aku juga menginginkkannya.  Luke mengarahkan tangannya kearah tanganku pelan-pelan takut kalau aku memberontak lagi.  Aku meraih tangannya, dirinya terkejut . "I'm sorry Luke"  Mataku berkaca-kaca , aku tidak seharusnya bersikap konyol pada Luke , tunanganku.  "Don't say anything" Luke mendekatkan tubuhnya kearahku, aku menarik nafas dalam-dalam , mencoba tidak membayangkan masa laluku. "Maukah kau menceritakan padaku, kejadian yang menimpamu dulu?"  Luke bertanya dengan hati-hati, aku menatapnya dan sedikit mengangguk.  Luke menarikku kedalam pelukannya, aku merasakan badannya lagi , aku merindukannya .  **** 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD