Luke

3777 Words
Aku menceritakan kejadian dimasa lalu yang sudah kualami pada Luke , aku menangis , emosiku tak terkendali , aku merasakan sakit dikepalaku , aku mulai hilang kendali lagi , Luke menatapku , Luke cepat-cepat memelukku , aku takut awalnya tapi hangat tubuh Luke membuatku sedikit tenang .  "Tenanglah baby, kau adalah sekarangku dan masa depanku"  Aku mendongakkan kepalaku , menatap bibirnya yang tipis , aku memejamkan mataku pelan-pelan aku tertidur dipelukannya . ___ Luke mencium keningku lembut , Aku membuka mataku pelan-pelan, menatap kearahnya . "Kau sudah bangun?"  "Aku merasa sedikit pusing" "Tenanglah , minumlah"  Luke memberiku segelas air putih , aku meminumnnya sampai habis .  Mulai malam ini, kau akan tinggal dirumahku dan tidak ada pengelakkan darimu .  "Aku tidak akan bisa membiarkanmu hidup sendirian lagi"  "Tapi Luke" "Sudah kukatakan kau tidak boleh menyangkal, karena aku tidak akan mendengarkannya"  Aku tersenyum , Luke menyeringai lembut mata birunya bersinar .  Suara notifikasi pesan masuk dari ponselku, Tyle menghubungiku lagi .  -kau baik-baik saja ?- Tyle mengirimkanku pesan , dan aku tau dirinya sangat cemas terhadapku .  -aku baik-baik saja Tyle , don't worry , meet you soon-  Balasku cepat , Luke menatapku .  "Dari siapa?"  "Tyle , temanku "  "Pria yang bekerja denganmu di Club malam itu?" "Iya Luke , tadi sebelum kau datang , dirinya berada disini"  "Okay, we going now"  Luke memerintah .  "Aku belum menyiapkan pakaianku Luke"  "Tidak perlu, ayo"  Ajak Luke , aku mengikutinya , Luke punga banyak cara untuk mendapatkan semua kemauannya .  ____ Luke mengajakku makan malam di restoran cina kesukaannya .  Luke memesankanku makanan , aku memintanya untuk memilihkan makanan untukku .  "Kau harus makan banyak"  Perintahnya . "Aku akan makan banyak, apakah kau lupa aku ini pemakan?"  Aku berbisik kearahnya, aku sudah merasa lebih baik ketika berada di dekatnya , karena aku sadar dia adalah orang yang kucintai , tidak ada alasan untukku untuk takut terhadapnya.  "I know you so well , my baby"  "Luke , aku mau ketoilet"  Aku perlu ketoilet, Luke mengangguk .  "Okay baby , take care "  "I will"  Aku pergi menuju toilet , didalam toilet aku melihat ada beberapa wanita bercermin , beberapa menebalkan lipstik yang dibibir mereka , aku tidak peduli , aku menatap wajahku , lalu kembali ke meja makan dan bertemu Luke .  "Disini rupanya?"  Suara lelaki yang tidak asing membuatku langsung bergetar , bulu kudukku langsung berdiri di atas kulit tubuhku, aku membalikkan badanku, lelaki berbadan besar , tampan .  "Kau benar-benar menjadi wanita jalang sekarang?"  Aku bergetar, mencoba melawannya tapi aku merasa pusing , mengingat memori-memori lalu yang dilakukannya padaku. Jake William  berdiri dihadapanku , emosiku mulai tak terkendali .  'I HATE HIM !!!' , batinku.  "Kau terlihat sangat cantik, apakah seseorang membelimu , cantik?"  Mataku berkaca-kaca , kakiku melemah , tapi aku tidak boleh menangis , aku bersama Luke , aku tidak mungkin harus memalukan Luke , aku membalikkan badanku berniat pergi darinya .  Tiba-tiba tangannya yang besar menarik keras lenganku , aku terkesiap merasakan tangannya menyentuh tubuhku, seperti terkena sengatan listrik , aku tidak tahan lagi.  Aku mendaratkan satu pukulan dari tangan sebelah kiriku saat dirinya menyentuh dan menarikku, Jake membelalakkan matanya , terkejut dengan aksiku padanya. "Ouhh bitches , you are so sweet"  Jake menyeringai padaku, tidak marah sedikitpun, sebenarnya Jake mempunyai wajah yang begitu tampan juga , tapi dia adalah seorang yang menjijikan bagiku.  Tiba-tiba ada wanita menghampirinya , dan memanggil namanya . "Hey babe , apa yang kau lakukan??"  Aku menatap wanita itu, aku terkejut melihatnya , dirinya juga terkejut menatapku wanita yang berada di Club malam itu, wanita yang dua kali aku lihat.  "Emma"  Wanita itu menyebug namaku, aku sebenarnya lupa siapa nama wanita itu .  "Aku Kate, apakah kau lupa denganku?"  Wanita itu tersenyum renyah padaku, kupikir dirinya akan sinis padaku karena Jake menyentuhku.  "Apakah kau Emma, yang sering diceritakan Jake padaku, kau adalah saudara tirinya yang sudah lama dicarinya?"  Aku bingung menatap keduanya, Jake menceritakanku pada seorang wanita? I don't fuckin care about this ! , Batinku , aku hanya terdiam menatapnya .  Luke tiba-tiba menarikku , tangan Jake tidak lepas dari genggamannya , Luke menatap tajam kearah Jake . Mata keduanya bertemu, ada kemarahan terpancar dari mata biru Luke pada Jake . "Kau pacarnya? Suaminya? Atau kau majikannya?"  Tanya Jake santai, menampakkan seringai liciknya , aku jijik menatap wajahnya saat itu, mencoba melepaskan genggaman tangannya pada lenganku.  Kate berdiri diam saat itu, bingung dengan pertanyaan Jake ke Luke .  "Aku tunangannya, lepaskan tanganya sekarang"  Luke menatap tajam , Jake tiba-tiba melepaskanku pelan-pelan.  "Aku tidak pernah menyangka, Emma bisa mendapatkan lelaki terkenal sepertimu Luke"  Luke terlihat sedikit kebingungan saat itu , matanya cemas aku tak tau kenapa dirinya mendadak berubah.  "Emma , dimana kau bertemu lelaki yang begitu terkenal ini?"  Tanyanya, aku menatap bingung keduanya .  "Ayo pergi dari sini, tidak ada waktu untuk mendengar omongan kosong ini semua"  Luke memegang tanganku lembut , membawaku keluar dari restoran cina itu , aku menatapnya saat kita berdiri didepan mobil SRT hitam miliknya .  Luke membukakanku pintu mobil dan aku duduk disamping kemudi.  "Apa maksud Jake kau lelaki terkenal?"  "Aku adalah mantan seorang actor beberapa tahun lalu"  Akhirnya Luke memberitahu siapa dirinya , aku membelalakkan mataku, bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya .  ****  Flashback Luke .  Disisi Lain .  Aku lelaki yang sangat beruntung memiliki wajah tampan , berbadan sangat sempurna .  Karirku menjadi seorang artis terkenal pada usia 20 tahun, semua gadis memuja-mujaku , diusia 26 sebuah film ''when we remember' film yang sangat terkenal saat itu, karirku naik, aku lupa diri .  Anabelle Graham dan Lucas Graham orang tua yang mengadopsiku disaat usiaku 10 tahun. Orang tua kandungku membuangku , diusiaku 8 tahun, ibuku meninggal dunia , ayahku sendiri yang membunuhnya . Mario Forbes .... Ya , aku adalah saudara kandung dengan Jake William , bahkan aku sudah mengetahui masa lalu Emma Steel sejak lama , sejak Caroline menikah dengan Mario aku sudah mengetahui tentang Emma.  Sejak aku menjadi terkenal disitu lah Jake membenciku ,  aku mendengar kabar pernikahan kedua kalinya Mario dengan Caroline yang mempunyai anak gadis yaitu Emma Steel, aku hanya melihat Emma dari kejauhan pada saat pernikahan Mario dan Caroline .  Emma mempunyai mata biru gelap, rambutnya yang pirang, tubuhnya yang begitu mulus , membuatku menginginkannya lebih.  Jake tau aku menyukai Emma, itulah kenapa Jake sangat membenci Emma juga , dan kudengar Jake juga mencintai Emma .  Flashback off. Aku memilih menceritakan pada Emma kalau aku hanya seorang artis terkenal saja padanya , dan aku memutuskan untuk tidak melanjutkan karirku sebagai artis lagi, itulah kenapa aku membutuhkan dirinya untuk menemaniku dimasa sekarang sampai masa depanku. **** "Aku mencintaimu Emma"  Luke selesai menceritakan siapa dirinya sebenarnya , aku menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.  " bahkan aku tak begitu sebanding denganmu, aku mempunyai masa lalu buruk, saudara tiriku yang sangat gila kau akan terganggu dengan semuanya, maafkan aku"  Aku menundukkan kepalaku, Luke menyentuh wajahku lembut. "Don't be sorry , baby. I'm yours don't feel scared to much"  Luke mencium bibirku lembut, aku merespon balik ciumannya dan aku sedikit mengerang dibibirnya , Luke menyentuh pahaku lalu tangannya tiba di bagian dalam tubuhku .  _____ Aku sampai dihalaman luas rumah Luke , Luke menatapku penuh dengan kekhawatiran .  "Bagaimana perasaanmu sayang?"  Aku menoleh kearahnya, tersenyum mengisyaratkan bahwa aku baik-baik saja. "I'm okay Ace , don't worry" "You still scared , i know that , i can see that from your eyes , baby" "I'm okay , i will be okay if i'm with you , don't go anyway"  "Never"  ___ Luke menatapku , matanya selalu mejagaku , aku tidur disebelahnya , mataku tidak bisa tertutup , aku melihat ada bekas luka dibagian perut Luke . "Luke"  Luke menatapku . "Yeah baby" "Apakah aku boleh bertanya sesuatu?"  "Apa yang mau kau tanyakan?"  "Bekas luka itu" Aku menunjuk kebagian perutnya yang berbentuk kotak-kotak keras . "Kau ingin mengetahuinya?" Aku mengangguk pelan, ingin tau . Flashback Luke Saat itu aku berusia 8 tahun, ibuku meninggal dibunuh , aku merasa sangat ketakutan saat itu, ibuku di bunuh dengan ayahku sendiri , dihadapanku , saudaraku tidak bersamaku saat itu, dia pergi bersekolah .  Ayahku bertengkar hebat saat itu , entah apa penyebabnya , yang jelas saat itu ayahku sedang mabuk berat .  Aku hanya bisa mengintip dari balik lemari hias , ayahku memukul keras ibuku sampai pingsan, setelah pingsan ibuku ditusuk dengan sebilah kayu . Aku berteriak hanya berteriak yang bisa aku lakukan saat itu, aku menangis meminta pertolongan , tapi nihil tidak ada yang mendengarku .  Ayahku menatap kearahku .  "Hey anakku kemarilah"  Aku ketakutan saat itu, aku melihat darah dimana-mana , ibuku berdarah , aku tidak bisa melakukan apa-apa. "Say goodbay for your mom , my son, she was dead!"  Aku menatap ayahku tajam, aku menbencinya saat itu juga . Aku berniat berlari meminta pertolongan tapi ayahku menarikku dengan kasar , kayu yang dia gunakan untuk menusuk ibuku ditusukkan kepadaku.  Aku menangis meronta kesakitan, kayu itu sangat runcing menusuk dadaku setelah itu kebagian perutku, aku melemah tak berdaya saat itu. Aku pingsan, ayahku mengira aku sudah meninggal saat itu tapi dirinya salah.  Aku dan mayat ibuku dibuang kesemak-semak yang ada didekat rumah kami, aku terbangun kesakitan, berniat untuk mencari pertolongan. Ditengah jalan aku bertemu seorang wanita , aku meminta pertolongan pada wanita itu, wanita itu adalah Anabelle Graham , terkejut melihatku yang penuh dengan darah.  "Oh my God , ada apa denganmu"  Belle menutup mulutnya dengan kedua tangannya, mendekatiku , aku gugup mau berkata apa. "I...ibuku bisakah kau menolong ibuku"  Tanyaku takut-takut, tapi Belle memintaku untuk melihat dimana ibuku. "Ada apa denganmu nak"  Tanya Belle. "Ayahku membunuh ibuku, dan mencoba membunuhku juga"  Jawabku jujur , belle terkejut mendengarnya.  "Jangan telpon polisi , aku butuh kau membantuku untuk menguburkan jasad ibuku"    Pintaku, Belle menelpon ambulance , tiba-tiba suami Belle datang , Lucas Graham , membawa kami.  Aku menangis , rasa sakit ditubuhku tidak terasa tapi hatiku terasa sangat hancur saat itu , menatap wajah pucat tanpa aliran darah lagi ditubuh ibuku, tak ada lagi denyutan ditubuhnya, tak ada lagi senyuman manis ibuku.  Aku menangis , mencoba menguatkan diriku sendiri .  Belle dan Lucas membawaku ikut dengan mereka lalu mengadopsiku, setelah itu aku mempunyai hidup yang sangat bahagia bersama mereka.  Hingga akhirnya aku memutuskan menjalani karirku menjadi seorang artis , artis terkenal tapi keberadaanku diketahui oleh saudaraku , aku sudah lama tidak bertemu dengannya tapi ternyata dirinya tidak mempunyai fikiran sepertiku , dirinya membenciku saat aku mau bertemu dengannya . Dirinya membenciku karena aku memiliki karir yang bagus , ayahku menikah lagi setelah itu, saudaraku tidak pernah mengijinkanku bertemu dengan saudara tiriku jadi aku hanya melihat pernikahan ayahku dari kejauhan dan juga saudara tiriku itu.  Flashback off Aku mendengarkannya bercerita , mata Luke berkaca-kaca aku mencoba untuk menyentuh dadanya yang bidang dan keras .  Luke mau menahanku , tapi aku menatapnya lembut , Luke memejamkan matanya merasakan sentuhanku jantungnya berdetak sangat kencang. "Jangan takut sayang, kau membuatku tenang, izinkan dan biarkan aku membuatmu tenang disaat aku menyentuhmu" Jawabku lembut, menyentuh dadanya, aku mencium lembut dibagian bekas tusukan itu.  Luke menyentuh rambutku, menarik nafas ketakutan tapi tidak begitu lama dirinya sedikit merasa tenang. "Aku sudah merasa tenang denganmu disaat pertama kali aku melihatmu" Ucapnya , wajahku kubenamkan didalam dadanya dan aku mencium aroma tubuhnya yang sangat lembut menggairahkan.  "Aku akan selalu menjadi sekarangmu dan juga masa depanmu"  Kami berdua jatuh tertidur dan terus berpelukan .  ***  Layar ponselku menyala , dari kemarin aku membuat ponselku silent jadi aku tidak tau siapa saja yang menghubungiku . Tyler , 10 panggilan tak terjawab darinya , tak ada pesan masuk darinya .  "Siapa yang menelponmu?" "Tyle"  Aku baru ingat kalau aku harus bertemu dengannya, berbicara padanya kalau aku tinggal bersama Luke , dengan begitu dirinya tidak begitu khawatir lagi denganku.  "Luke, aku akan bertemu Tyle, tidak lama" "Baiklah, tapi katakan padaku untuk apa kau bertemu dengannya?"  "Aku hanya ingin memberitahunya kalau aku tinggal bersamamu, setidaknya aku tidak membuatnya begitu khawatir denganku lagi"  Aku menjelaskan pada Luke, Luke mengangguk tak begitu banyak bicara.  Aku menghubungi Tyle kembali, Tyle mengangkat telponku. "Hallo , Tyle apa kabar?"  "Emmo, kau tidak menjawab telponku 10 kali dimana kau?aku tidak begitu baik" Terdengar kecemasan dari suara Tyle. "Ada apa denganmu , well , can we meet at Starback jam 11 pagi ini?" "Baiklah , aku akan bersiap-siap, sampai ketemu jam 11 Emmo"  Aku menutup telponnya , bersiap-siap untuk pergi menemui Tyler.   ----  Aku sudah sampai di Starbuck , Tyler sudah menungguku , mengenakan T-shirt hitam dan jeans abu-abu sangat cocok didirinya . "Tyle"  Aku memeluknya dari belakang, kebiasaan yang kulakukan kalau aku bertemu dengannya.  Tyle membalikkan badannya tersenyum padaku, mengacak-acak rambut pirangku.  "Kemana saja kau Emmo, i was missing you" Tyle memelukku, erat. "Kau ingat lelaki yang bersamaku di Club?"  "Kau bersamanya?"  Aku mengangguk bahagia , semangat ingin menceritakan kebahagiaanku padanya, Tyle terdiam sejenak , raut wajah yang tidak begitu senang terpancar dari wajahnya. "Look this, i was enganged with him"  Tyle membelalakkan matanya, aku memperlihatkan cincin berlian yang sangat indah dari tanganku padanya. "Kau bertunangan dengannya? Kau tidak pernah bilang padaku, sudah berapa lama kau mengenalnya ?" Tanya Tyle terlihat seperti mengintimidasiku , WHOA,,, matanya membulat , wajahnya memerah . "Yaps , aku bertunangan dengannya di Portland , dirumah orang tuanya, semua terjadi dengan cepat begitu saja Ty, kau terlihat sangat terkejut"  "Ah tidak , aku senang mendengarnya , kau bahagia sekarang ?"  Aku mengangguk , mengambil gelas vanilla latte milik Tyle , dan menyeruput vanilla latte miliknya, sudah biasa kulakukan dengannya.  "Congratulation my Emmo"  "Thankyou my Tyty, aku tinggal bersamanya sekarang dan sampai kapanpun"  Tyle memberikan ucapan selamat padaku, wajahnya tetap terlihat sedikit tegang .  "Aku harus pulang Emma"  "Kenapa buru-buru sekali?" Aku memasang wajah murung, aku masih ingin bersamanya .  "Kau lupa aku harus bekerja kan?" Aku tersenyum kearahnya, mencoba mengerti. "Baiklah aku pergi, bye"  Aku merasa ada yang aneh dengan Tyler, dirinya terlihat menegang, wajahnya memerah , terburu-buru pergi meninggalkanku.  Sudahlah , setidaknya dia tau kalau aku sudah tinggal bersama Luke, lelaki yang kucintai.  ___ "Kau sudah pulang , Mumu?"  Menatap wajah tenang Luke , aku berjalan kearahnya. "Who's Mumu?" Aku memberikannya pelukan lembut ketika aku berada tepat dihadapannya.  "Your my Mumu, i love you"  "Me your Mumu, love you too always my Ace"  Tatapannya membuatku meleleh , melemah setiap kali aku menatap mata birunya yang bersinar .  "Ikutkah denganku nanti malam, Belle disini"  "Belle disini ? Dimana ? "  Aku terkejut mendengar Belle datang . "Di Medina ,kita akan malam bersama , bersiap-siaplah" Medina termasuk salah satu real estate di kota Seattle . Sepertinya Luke dan Belle sudah tidak ada ketegangan lagi , sebenarnya aku juga tidak tau kenapa dimalam aku berada dirumah orang tua Luke mereka terlihat sedikit menegang apalagi dengan Luke .  "Baiklah , astaga , Kau harus mengantarku pulang lebih dulu, pakaian-pakaianku bahkan masih ada disana"  Aku mengingat sesuatu, ya pakaianku aku tidak mempunyai baju yang bagus untuk dipakai makan malam , apalagi bersama Belle. Luke menyeringai , menatapku lembut. "Tenanglah, pakaianmu sudah ada di ruang khusus pakaianmu, Gail menyiapkannya dibawah , pergilah pakai mana yang cocok denganmu malam ini, aku yakin kau pasti akan terlihat sangat cantik malam ini"  Aku mebulatkan mataku , wajahku sepertinya memerah lagi, apakah Luke membawa semua pakaian dari condominiumku, yaampun kalau benar aku akan sangat malu bahkan sudah pasti pakaian dalamku juga dibawanya .  Wajahku memerah.  "Okay , i will be there"  ___ Aku mencari Gail untuk membantuku mempersiapkan pakaianku, siapa tau saja dia bisa , pikirku. Gail terlihat sangat sibuk , sepertinya sedang membersihkan sesuatu yang ada di ruangan dekat tangga . "Hey Gail, kau sibuk?"  Tanyaku sambil melihat kearah pintu Gail. "Ehh nona Steel , saya tidak begitu sibuk hanya mencari sesuatu saja"  "Panggil saja aku Emma, baguslah maukah kau membantuku?" "Baiklah sebentar , saya akan mencuci tangan lebih dulu, tangan saya penuh debu"  Gail berbisik kearahku dan aku tertawa kecil kearahnya.  "Aku tunggu diruangan pakaian Gail"  Aku berteriak kecil pada saat dirinya pergi mencuci tangannya sambil dirinya berlari kecil-kecil aku menaiki anak tangga menuju ruang pakaian.  Ruang pakaiannya begitu luas , sangat luas seluruh ruangan berwarna hitam gelap dan lantai berbulu putih , luar biasa , aku tidak pernah melihat ruang pakaian semewah ini .  Lemari yang begitu besar pintu bergeser , rak sepatu , OH MAY GOD , aku membelalakkan mataku , sepatu bermerek LOUIS VUITTON, JIMMY CHOO, CHRISTIAN LOUBOUTIN, MANOLO BLAHNIK, ahhh dan masih banyak lagi . "Nona , Steel eh maksud saya nona Emma, apa yang bisa saya bantu untuk anda?" "Gail, aku hanya ingin mencari pakaian untuk nanti malam, aku akan malam bersama Belle, bisakah kau membantuku?" Aku terkejut saat Gail datang , Gail sangat ramah dan baik hati denganku. "Tentu saja , tuan Luke mempersiapkan ini semua untuk nona"  Aku tekejut mendengarnya, awalnya aku memang bingung kenapa banyak sekali pakaian sampai aksesoris wanita diruang ganti itu, berpikir apakah pernah ada wanita yang tinggal dengan Luke sebelumnya. "Kapan Luke membuatnya? Ini semua pakaian bermerek dan sangat mahal Gail"  Aku tidak menyangka, seperti mimpi berada diruangan besar itu.  "Pada saat nona tidak kemari tiga hari lamanya, ini saya bisa membayangkan betapa cantiknya nona memakai gaun hitam pendek ini"  Sambil mencari-cari pakaian Gail berbicara padaku, lalu mendapatkan sesuatu yang bisa dipakai untukku.  Gaun hitam pendek ketat ,tali dileher membuat punggungku terlihat , bahu yang dibiarkan telanjang begitu saja . "Aku akan mencobanya"  Aku meraih gaun itu dan mencobanya , whoa ... it's amazing , i look very sexy , i feel i can burn my self , oh may... aku menatap tubuhku , ini benar-benar indah. "Kau sangat cantik nona, aku iri padamu"  Gail berbisik padaku, tiba-tiba ada suara dari balik pintu mengejutkan kami berdua. "Sudah kuduga kaulah wanita tercantikku, Emma , kau benar-benar"  Mata biru Luke seakan terbakar menatapku, penuh dengan fantasi dari raut wajahnya, aku merasakan fantasi begitu luar biasa jika bersamanya , Gail tersenyum lalu meminta izin untuk meninggalkan kami berdua. "Apakah aku bisa pergi sekarang nona?" "Kau bisa pergi, aku akan mengurus wanitaku"  Aku hanya terdiam, Luke yang menjawab Gail, aku hanya bisa pasrah tersenyum dihadapan Luke, Luke meraih pinggangku. "Kau adalah ratuku, aku tidak sabar"  "Tidak sabar apa?"  Tanyaku ingin tau. "Tidak sabar berada didalam dirimu"  Aku seakan tersengat aliran listrik mendengarnya , wajahku memerah, bulu-bulu kecilku berdiri , nafas Luke membuatku merinding, dan aku hanya pasrah merasakan ciuman bibirnya yang lembut menyentuh bibirku aku mengerang lembut. "Not now baby, be patient"  Luke berseringai, aku malu menatapnya.  "Hahaha baiklah Ace , biarkan aku membereskan semuanya dan aku akan siap dalam waktu 15 menit" "Aku akan menunggumu disini, aku tidak bisa menahan diriku jika tidak menatapmu bersiap , kau benar-benar menyiksaku"  "Aku mencintaimu aku tidak mungkin menyiksamu"  Aku mencium lembut keningnya .  Aku mengambil highe heels Jimmy Choo berwarna gold setinggi 7 cm . Aku menggariskan eyeliner diarea mataku, sedikit membuat mataku lebih terlihat tajam, maskara, sedikit memerahi pipiku dengan blush on pink , lipstik bewarna nude, rambut yang kubiarkan tergerai rapi, aku sudah siap menatap diriku dari pantulan cermin besar . Aku pouch Gucci gold sepadan dengan high heelsku, menyemprotkan parfum bearoma Vanilla, i'am always love Vanilla. Aku menuruni anak tangga , melihat Luke sudah menungguku , Luke mengenakan kemeja hitam kancing terbuka dibagian d**a yang memeperlihatkan dadanya begitu seksi, jeans abu-abu tak gelap tak juga terang , sepatu pantopel mengkilap, rambutnya yang cokelat begitu rapi matanya menatapku.  "You damn so sexy my Mumu"  Aku berseringai pada diriku sendiri , menuruni sisa anak tangga. "I'm ready to you" "Ah you not yet ready for me babe , don't even make me feel"  Luke meraih tanganku, bak putri raja yang disambut oleh raja tampan, aku tersenyum . "Let's go meet them tonight , you will be my one beautiful princess"  "Let's go my prince" ____ Aku terkejut melihat rumah besar milik Belle dan begitu ramai , kurang lebih seperti rumah milik Luke , Medina, rumah tunggal diarea danau begitu indah, dan apa yang kulihat , beberapa boat tersusun rapi di samping rumah Belle.  "Kau tidak berniat untuk mengambil gambar disini kan?"  Luke menggodaku, berbisik ditelingaku , aku berseringai kecil pada diriku sendiri, dan menatap Luke. "Tidak Luke tenang saja, kenapa begitu ramai? Aku pikir ini hanya makan malam biasa" Tanyaku pada Luke , Luke memeluk pinggulku lalu membawaku masuk kedalam tanpa menjawab pertanyaanku. Luke tersenyum pada semua tamu yang hadir, para gadis yang hadir menatap kearahku, penuh kecemburuan , aku sedikit canggung berada dirumah itu. Luke tetap saja memeluk pinggulku, aku berharap baik-baik saja malam itu.  "Don't worry i'm always with you"  Luke berbisik padaku, aku menatapnya, Belle menyambut kedatangan kami.  "Ooouhh my son, Luke hey Emma darling"  Belle begitu hangat menyambut kedatangan kami, mencium pipiku dan memelukku hangat, tidak seperti sebelumnya .  "Hey Belle" Jawabku sambil memeluknya. Luke hanya tersenyum kearah Belle dan memeluk Belle .  "Aku senang kalian datang, Luke apakah kau tau kalau saudaramu juga datang?" Luke terlihat sangat terkejut, aku hanya mendengar perbincangan antara keduanya, aku ingin tau seperti apa saudara Luke .  "Aku tidak mengetahuinya, apakah kau mengundangnya?" "Aku tidak mengundangnya, aku hanya melihatnya ditaman belakang bersama Kate" Aku tiba-tiba terkejut mendengar nama Kate , tapi apakah dia orang yang sama. Luke menggenggam erat tanganku, wajahnya menegang. "Aku akan pergi, mom" "Why you gone?"  "Need to go, i'm not enjoy here , please understand me"  "Please stay here, i was make this party for you" "I know mom, but it's not good situation for me, for Emma"  Belle terlihat sangat sedih, aku tau Luke mungkin tidak ingin bertemu dengan saudaranya , aku hanya terdiam mendengar percakapan keduanya.  "I'm sorry mom, but not a good time now" Luke memegang erat tanganku dan membawaku pergi dari rumah Belle .  "Apakah kau tidak ingin bertemu dengan saudaramu?" "Bukan waktunya untuk bertemu dengannya saat ini" "Tapi aku ingin bertemu dengannya" Wajah polosku ingin tau.  "Tidak sayang" Luke membawaku menuju mobil Audi miliknya , tiba-tiba suara wanita memanggilku . "Emma..."  Aku reflek membalikkan badanku , KATE , aku terkejut kearahnya bukankah Kate wanita yang pergi bersama Jake malam itu.  "Aku melihatmu dari dalam, aku mengejarmu tadi tapi kau sangat cepat sampai kemari dan hey Luke"  Kate menyebut nama Luke apakah dia mengenalnya, atau dia salah satu undangan. "Aku seharusnya datang bersama ayahku, ayahku bekerja sama dengan Mrs. Graham , tapi sayangnya ayahku tidak bisa datang jadi aku yang mewakili undangannya"  Aku mengangguk mengerti, jelas saja dia mengetahui nama Luke, Belle pasti sudah bercerita tentang Luke pada siapa saja dan juga pasti dia mengetahui kalau Luke adalah seorang artis .  "Aku kesini bersama JAKE" Mendengar namanya , kepalaku terasa sakit, genggaman Luke menjadi erat padaku, tiba-tiba suara lelaki yang tak asing bagiku muncul dibalik punggung Kate .  "Oh hey , sedang asyik berbincang rupanya, kalian terlihat sedang ingin melarikan diri"  Jake berseringai licik, emosiku sedikit memuncak ingin berteriak tapi Luke menahanku.  "Luke , apakah kau tidak menceritakan pada Emma sesuatu tentangku?"  Aku bingung pada Jake , Luke tetap terdiam menahan emosinya , menarikku untuk meninggalkan mereka.  "Kau sepertinya sudah tidak ingin menganggapku sebagai saudaramu lagi Luke"  Aku terkejut, tubuhku terasa seperti terkena sengatan setrum, mendengar ucapan Jake, Kate telihat terkejut juga, aku menahan kakiku yang melemah, apa maksudanya, Jake adalah saudara Luke.  Oh May!!! It's so Damn for all.  Saudara tiriku adalah saudara Luke Graham, tunanganku, aku tidak bisa berfikir jernih saat itu. "Diamlah kau Jake , tutup mulutmu"  "Aku tidak akan, kau sepertinya terlihat sangat bahagia dengan tunanganmu , saudara tiriku dan dia juga adalah saudara tirimu Luke"  "Aku bahkan sudah tidak menganggap kau dan ayah lagi sebagai keluargaku" Ada kemarahan yang sangat memuncak dari wajah Luke , Jake tertawa. "Hahaha , kau selamat saat itu , jika kau mati mungkin aku akan menjadi lebih bahagia Luke"  Luke melepas genggamannya dariku, dan mendaratkan satu pukulan kepipi Jake , Jake terjatuh , dan tetap menyeringai walaupun sela bibirnya sedikit berdarah. Aku ketakutan, Kate berteriak . "Luke hentikan"  Teriak Kate. Aku benar-benar tidak tahan dengan perkelahian mereka , aku ingin lari tapi alam sadarku masih memikirkan Luke . Mereka tetap berkelahi, para bodyguard berbaju hitam ketat dan berbadan besar datang melerai mereka , aku ingin berlari ketakutan melihat keduanya , tapi aku tak berdaya . Luke menatap kearahku, Jake pun begitu, tiba-tiba Jake melepaskan genggaman dari para bodyguard dan menuju kearahku , menggendongku ala bridal style , aku teriak , sayangnya Luke tidak sempat menolongku, satu buah mobil sudah menjemput Jake.  Aku berteriak didalam mobil itu, tidak berani menatap Jake .  "Diamlah sayang, kau sangat berisik"  Aku menutup mulutku, aku ketakutan, aku membalikkan badanku, Luke mengejarku aku melihat mobil Audi miliknya.  "Jangan harap Luke akan mendapatkanmu, percayalah padaku sekarang, Luke tidak akan bisa hidup denganmu lebih lama"  Aku menatap tajam kearahnya, aku menamparnya untuk kedua kalinya . Jake berseringai , mata gelapnya terlihat sangat tajam, dirinya sangat tampan sebenarnya tapi menjijikan bagiku.  "Turunkan aku dijalan" Aku melihat ada besi dibawah kakiku, aku cepat-cepat mengambilnya dan memecahkan kaca jendela mobil Jake .  Jake menegang , wajahnya terlihat sangat marah . "Apa yang kau lakukan"  "Jika kau tidak menurunkanku aku akan memukulmu" "Lakukan jika kau bisa melakukannya"  Luke menahan tanganku, mobilnya semakin cepat, sialan , batinku.  Aku berharap Luke dapat mengejarku.  "Jangan harap kau bisa tinggal bersama Luke lagi" "Kau benar-benar gila"  "Aku memang gila, dan kau akan melihat seberapa parah kegilaanku ini kepadamu" Apa maksudnya , aku tidak mempedulikannya , aku ingin bersama Luke , hanya dirinya yang bisa membuatku tenang.  Aku melihat kearah belakang, mobil Luke tidak terlihat lagi. ____
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD