Kehamilan tidak datang dengan keajaiban seperti yang sering digambarkan orang, dengan pasangan yang saling menyayangi dan peduli kapan saja. Bagi Tika, hari-hari berlalu dengan penuh kebencian, bukan karena ia tidak dipedulikan tapi lebih kepada ia butuh sosok Arka sepenuhnya. Bukan yang datang setiap pagi dan hanya menanyakan kabar lalu pergi, bukan pula yang siap siaga pada dokter untuk memeriksanya. Bukan itu yang ia inginkan. Ia butuh cinta, layaknya suami istri. Seperti halnya ia melihat kemesraan Arka pada Rania di publik yang bebas dan penuh cinta. Trimester pertama ia lewati dalam keadaan penuh tekanan. Tubuhnya mudah lelah, mual yang datang tiba-tiba, dan rasa pusing yang membuat pandangannya gelap setiap kali bangkit terlalu cepat. Ada hari-hari ketika ia hanya berbaring d

