Arka sudah bangun lebih awal dan sengaja tidak membangunkan Tika yang masih tidur dengan lelap. Baginya, kejadian malam tadi adalah sebuah kecelakaan yang tak dapat ia hindari, padahal ia tahu istrinya sedang menunggu makan malam bersamanya. Arka diam lama di ruangan lain. Ia seperti memikirkan cara supaya alasannya nanti bisa masuk akal dan diterima dengan baik. "Pagi, Tuan." Suara Marco membuatnya menoleh. Ia mengangguk. "Bagaimana?" "Tadi malam Nyonya masih menunggu di restoran itu sampai pukul satu dini hari." "Ya Tuhan .... " Hening. Arka menekan pelipisnya. Menyesal karena sudah ingkar janji. "Sekarang ada di mana?" "Sedang menghadiri undangan di yayasan panti asuhan Tinggal Putri." "Ohhh, siapkan mobil biar aku sendiri yang menjemputnya." "Baik." Sebelum pergi, Arka

