bc

Balas Dendam Elegan Setelah Dikhianati

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
family
HE
billionairess
heir/heiress
drama
sweet
lighthearted
kicking
bold
office/work place
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

Elena baru saja pulang dari merantau di luar negeri, namun saat rasa rindu ingin memberi kejutan kedatangan ke Angga, rasanya hancur saat mengetahui Angga, suaminya menggelar pesta penyambutan untuk anaknya dengan selingkuhanya di Rumah Elena!

Ya rumah hasil kerja keras Elena sendiri.

Sayang, apa yang Elena miliki tidak diakui, bahkan Angga mengatakan pada dunia kalau Elana adalah pelayan yang sengaja ingin merusak kebahagian Siska dan Angga.

Hingga saat terpuruk Elena bertemu dengan Dion, pria yang dikira biasa namun ternyata seorang penguasa...

chap-preview
Free preview
Tidak Percaya!
"Siapa kalian yang berani menentang ku di Rumah ku sendiri??" tanya perempuan cantik nan modis didepan dua penjaga yang ada didepannya yang tengah menatap Elana Prawari dengan tatapan sengit, tajam, dan juga mengejek menjadi satu. Dua penjaga yang sudah 2 tahun bekerja di Rumah Elena, setelah dia pergi meninggalkan Rumahnya karena urusan mendadak yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja di Luar Negeri. Selama ada di Luar Negeri dia mempercayakan Rumahnya dan anak angkatnya pada suami yang dia nikahi 3 tahun sebelum dia pergi meninggalkan Angga Bramasta. Elena kini sudah menikah dengan Angga semala 5 tahun! sayang Elena hanya menemani Angga selama 3 tahun, setelah itu Angga kesepian tanpa sosok sang istri tercinta. Kepulangan Elena hari ini karena dia mendengar kalau sang suami tengah mengadakan acara pesta untuk penyambutan bayi Angga dengan istri keduanya. Siska Pratama! sekretaris yang langsung diangkat Elena, kini menjadi madu Elana setelah 2 tahun lamanya. Siapa sangka Siska malah menjadi bom waktu untuk Rumah tangga yang dirajut Elena dengan Angga selama 5 tahun lamanya!. Siska merebut hati Angga yang awalnya hanya untuk Elena seorang! janji suci dan sumpah Angga saat menikah dengan Elena seolah lenyap begitu saja. Elena ingin memastikan apa yang dia dengar dari anak buahnya soal Angga yang sudah menikah 2 tahun dan kini sudah di karuniai anak. Dan benar saja saat Elena pulang, dia melihat depan Rumah dihias dengan sangat indah, mewah, megah, dan tentunya ada nama Angga, Siska dan putri mereka yang masih bayi. Bukan hanya itu jelas terpampang nyata photo keluarga yang terdiri dari 3 orang! tidak ada anak angkat Angga dan Elena di photo yang Elena dan Ayu lihat saat ini. Elena berusaha masuk ke dalam Rumahnya sendiri sejak tadi, sayang dua penjaga yang tidak mengenalnya dan mungkin saja masih baru tidak mengenal majikan mereka yang sesungguhnya. Elena terus mencoba masuk ke dalam dengan dibantu Ayu yang berulang kali jatuh karena dorongan penjaga yang sangat lah kuat, tidak sebanding dengan kekuatan dua pria. "Kalian, tanpa undangan tidak bolah masukkk!!" kesal penjaga dengan mendorong Elena dengan sangat kuat Brukk Ahhh.. "Nona Muda" pekik Ayu dengan mendekati Elena dengan buru-buru Ayu membantu Elena untuk bangun dari jatuhnya! Ayu tampak sangat kasihan dengan Bos nya yang kini terlihat jelas sangat menyedihkan. Dia bekerja keras untuk perusahaan yang nantinya akan dia serahkan pada suaminya untuk mengurus perusahaan! sayang apa yang Elena lakukan hanya kepahitan yang dia dapatkan. "Apa yang kalian lakukan hah??" pekik Ayu dengan kencang menyita perhatian para tamu undangan yang sudah ingin keluar dari dalam Rumah. Acara penyambutan nyatanya sudah selesai dilakukan, kini para tamu undangan sudah bersiap untuk meninggalkan Rumah Angga. Para tamu undangan yang penasaran dengan apa yang terjadi, mereka berbondong-bondong keluar dari dalam Rumah untuk melihat apa yang sudah terjadi didepan Rumah keluarga Bramasta. Para tamu undangan melihat dua perempuan cantik yang usianya tidak jauh dari Siska! dan mungkin saja Elena dan Ayu bisa dibilang lebih muda dari Siska. Para tamu undangan berbisik-bisik, bertanya-tanya siapa dua perempuan yang sudah berani membuat keributan didepan Rumah Tuan Bramasta. "Kalian siapa??" tanya salah satu tamu undangan dengan rasa penasarannya, apalagi Elena dan Ayu diperlakukan sangat lah kasar dua penjaga. "Nona Muda pemilik Rumah ini!" sahut Ayu dengan menatap para tamu undangan Para tamu undangan terkejut bukan main mendengar apa yang dikatakan Ayu! bagaimana bisa Elena perempuan yang belum dia ketahui siapa sebenarnya! adalah pemilik Rumah mewah, Mega, bergaya Eropa Klasik, tempat tinggal Angga dengan Siska. "Nona! apa anda tidak salah dengan apa yang anda katakan??" tanya salah satu tamu yang lain dengan tatapan mengejek. Ayu dengan Elena menautkan kedua alis mereka mendengar apa yang dikatakan tamu undangan! Ayu dan Elena tidak paham dengan apa yang ditamu undangan katakan. Apa yang salah dengan apa yang Ayu katakan baru saja! karena memang benar adanya, Rumah yang ada mereka datangi saat ini adalah Rumah Elena dengan hasil kerja kerasnya sendiri. "Apa maksud anda??" tanya Ayu tidak paham "Maksud ku! apa kamu tidak sedang mengigau atau tengah berpura-pura menjadi pemilik Rumah!" sahut tamu undangan. "Aku rasa kalian yang bermasalah! untuk apa kalian datang ke sini??" sahut Ayu dengan sangat kesal Elena memegang lengan tangan Ayu dengan pelan, dia tidak ingin Ayu terbawa emosi dengan meladeni apa yang dikatakan orang-orang yang ada didepan mereka. Apalagi sekarang jelas didepan Rumah ada photo keluarga cemara yang jelas, kalau mereka datang karena diundang. "Kami ingin bertemu dengan Angga" ucap Elena dengan sangat mengalah. "Beraninya kamu memanggil Tuan Muda Bramasta dengan panggilan nama saja! apa kamu tidak takut lidah mu yang tidak berharga itu akan dipotong!!??" sahut tamu undangan yang sangat suka menjilat yang berkuasa. "Tuan Muda Bramasta?? hahahaha" Ayu mengulang mendengar kata Tuan Muda dari tamu undangan yang sangat suka menjilat yang berkuasa. "Ka-..!!" belum selesai menyahut salah satu tamu undangan, mereka semua termasuk Ayu dan Elena mendengar suara dari belakang para tamu undangan. "Ada apa ini??" tanya pria Elena dengan Ayu menatap Angga bersama dengan Siska yang melangkah mendekat ke arah Elena dan Ayu dengan tatapan terkejut bukan main. "Kalian" lirih Angga dengan nada suara bergetar "Kalian!!" lirih Elena dengan menunjuk suami dan sekretarisnya dengan tatapan tidak percaya, terkejut. "Kenapa dengan kami??" tanya Angga tanpa ada rasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan dibelakang Elena yang selama ini mencintai dia dengan sangat tulus dan juga sangat memanjakan Angga. "Apa maksud semua ini??" tanya Elena dengan mendekati Angga yang masih memeluk Siska dengan sangat erat, seolah dia tidak ingin berjauhan dengan Siska sedikit saja. Elena tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, pria yang dulunya tidak pantas membawa sepatunya sekarang dia berani mengkhianatinya dengan terang-terangan. Elena tersenyum miris, miring, konyol, menjadi satu, setelah semua yang mereka lewati selama 3 tahun ini, ternyata tidak membuat Angga benar-benar mencintai dia disaat mereka juga sudah punya anak, meskipun hanya anak Adopsi. Plakk Plakk.. Elena menampar Angga dan Siska secara bergantian, setelah Elena tepat ada didepan Angga dan Siska! Elena benar-benar muak dengan pasangan yang ada didepannya saat ini!. "Kalian mengkhianati ku dibelakang" ucap Elena dengan pilu, air matanya tidak bisa dia bendung lagi. "Apa yang kamu katakan??" tanya Siska pura-pura tidak paham dan tampak terlihat lemah. "Dimana Velia??" tanya Elena tidak menghiraukan pertanyaan Siska "Dimana Velia??" pekik Elena tidak tahan lagi, dia tidak peduli dengan Angga dan Siska yang pura-pura didepannya, dia kini hanya ingin melihat putri semata wayangnya baik-baik saja hidup bersama dengan Angga dan Siska. Elena menatap Angga dan Siska dengan tatapan bertanya, dia sejak tadi tidak melihat putri kecilnya! dia hanya melihat tamu undangan dan juga pasangan yang sangat lah menjijikan menurut Elena. Elena menarik kera suaminya dengan tatapan tajam, saat ini Elena bagaikan orang yang berbeda dari Elena yang Angga kenal. "Dimana putri ku??" tanya Elena. "Tidak ada putri mu disini" sahut Siska dengan sinis "Angga!! dimana putri ku??" pekik Elena. "Mama!!" lirih gadis kecil berusia 5 tahun dari arah dalam Deg Jantung Elena seolah berhenti mendengar suara paru dari arah dalam Rumah! Elena mendorong Angga sampai Angga hampir saja terjatuh, kalau saja dia tidak sigap. Elena menatap putri kecilnya yang tampak sedih, menangis, dengan penampilan yang sangat acak-acakan. "Queen!!" pekik Elena dengan berlari ke arah Velia "Mama" Velia berlari ke arah sang Mama dengan air mata yang tidak bisa dia bendung. Belum sempat Velia memeluk Mama nya! Angga sudah menarik Velia dengan sangat kasar kedekapannya! Elena menatap Angga dengan tatapan sulit dijelaskan. "Maa!!" pekik Velia "Queen" lirih Elena "Angga, apa kamu gila hah??" kesal Elena menggelegar di teras Rumah "Memangnya kamu siapa yang berani mendekati Velia??" tanya Angga dengan sinis "Dia putri ku!!" sahut Elena "Maaf semua!! sebenarnya, dia adalah pengasuh Velia selama ini, kami sudah menganggapnya seperti keluarga! tapi apa yang dia lakukan pada keluarga kami, tidak bisa kami jelaskan dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak mempekerjakan dia lagi, entah kenapa hari ini di hari bahagia kami yang kedua dia datang mengacau segalanya" jelas Angga tidak menghargai Elena. Air mata Elena turun begitu saja mendengar apa yang dikatakan Angga suaminya, dia menganggap Elena pengasuh bagi Velia selama ini, bukan sebagai Ibunya. Huuuu.. " Pantas saja! sejak tadi membuat keributan" sindir tamu undangan yang datang "Iyah, mana mungkin Tuan Muda Bramasta, orang munafik, padahal selama ini jelas semua tau, kalau Tuan Muda Bramasta adalah orang yang jujur, baik dan juga sangat sayang keluarga" sahut tamu undangan yang datang Angga tersenyum mendengar pujian dari tamu yang datang! dia tidak akan membiarkan reputasinya hancur begitu saja, hanya karena kepulangan Elena dan Asisten pribadinya. Angga memberikan kode anak buahnya untuk menyeret Elena dan Ayu pergi dari Rumahnya! sudah cukup drama yang dibuat Elena dan Ayu hari ini. Elena dan Ayu meronta ingin dilepaskan, mereka berdua tidak ingin pergi sebelum Elena membawa Velia bersama dengan mereka. " Lepaskan aku sialan!" pekik Elena "Buang mereka ke jalan" pinta Siska layaknya Tuan Rumah. Elena dan Ayu diseret keluar dari teras Rumah ke arah gerbang dengan Elena dan Ayu terus berteriak, memaki, mengumpat, menghina, mengatai Angga dan yang lain tidak selamat. Berbeda dengan Angga dan Siska yang menenangkan para tamu undangan dan tidak terpengaruh dengan semua yang sudah terjadi hari ini!. Kalau tidak Angga mengancam akan membuat orang yang berani menyebarkan gosip akan mati tanpa ketenangan! tidak ada yang berani membanta ancaman Angga yang mana raut wajahnya sangat lah mendukung.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.8K
bc

TERNODA

read
201.7K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
4.6K
bc

Kali kedua

read
221.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.7K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook