Menabrak

1004 Words
Elena menatap kosong lurus ke depan, dia sangat hancur melihat suami yang selama ini dia banggakan ternyata selingkuh dengan sekretaris yang dia rekomendasikan sendiri. Bahkan Angga dan Siska dengan tega menikah dibelakangnya! bukan hanya itu, mereka kini sudah memiliki momongan laki-laki, sedangkan dia tidak punya anak kandung dari Angga. Anak angkat yang selama ini dia rawat penuh dengan cinta dan kasih sayang nyatanya mereka siksa, tidak mereka hargai, tidak mereka anggap sama sekali. Jantung Elena terasa sangat sesak saat melihat keadaan putrinya, dia lebih sesak saat dipisahkan dengan sang putri tercinta! Elena kini bertanya-tanya apa salah dan dosanya selama ini, kenapa dunia begitu sangat kejam dengan dia. Elena merasa kalau selama dia hidup, dia tidak perna melukai perasaan orang lain, tapi dirinya kini dilukai sampai tidak bisa merasakan apapun selain sesak dan ke pahit an hidup. Elena memejamkan matanya saat dadanya semakin sesak saat ini! dia tidak tau harus bagaimana lagi, hidupnya dihancurkan dua orang yang sangat dia percaya. "Kenapa kalian tega dengan ku?? yang sudah membuat kalian hidup layak" batin Elena dengan memukul dadanya sendiri dengan sangat kencang saking sesak dan sakitnya. Dia rindu dengan sang putri, dia ingin memeluk sang putri! dia tidak tega dengan putrinya yang tampak sedih saat dipisahkan paksa darinya. Dengan segala sesak dan sakit didalam dadanya! Elena mengambil botol kaca berisi air putih panas! Elena meminum tanpa memikirkan apa yang akan terjadi padanya. Glekk Glekk Ahhhh.. Elene meminum air putih panas yang membuat dia melayang sampai tandas! setelah minum Elena berteriak dengan sangat kencang. "Kalian pasangan Anj**ng!! pasangan Setan" kesal Elena dengan beranjak dari duduknya Elena melangkah ke arah pintu kamarnya dengan jalan sempoyongan, pikirannya melayang, dia terus mengumpat, memaki, menghina, mencaci dan mengomel bak orang hilang akal. Elena meninggalkan kamarnya tanpa sepengetahuan siapapun, tidak ada yang berjaga didepan kamar Elena! membuat Elena dengan bebas pergi begitu saja. Elena melangkah ke arah tangga di lantai dua! dia turun dengan sangat santainya, tidak ada yang tau, kalau saat ini tidak ada yang menghentikan Elena, termasuk Asisten pribadinya yang kini tengah meeting dengan klien menggantikan Elena yang tengah frustasi menghadapi cobaan hidup yang menurutnya sangat lah berat. Ayu yang ada diruang kerja Elena, dia tidak akan perna menyangka kalau Elena akan pergi tanpa pamit dan mengajaknya! apalagi disaat Elena dalam keadaan yang sangat frustasi. Ayu tampak sangat sibuk dengan klien yang memang sangat lah alot, apalagi tidak ada kehadiran Elena disisi Ayu saat ini! Klien takut kalau Elena tidak setuju dengan kesepakatan yang dibuat Ayu dan Klien. Padahal sebelum melakukan meeting Ayu memaksa Elena untuk fokus dengan klien yang akan meeting denganya! semua kesepatakan yang akan dijalin sudah diketahui Elena dan Elena juga sudah menyetujuinya. Bagaimana mungkin Ayu akan bertindak semaunya, disaat dia hanya seorang bawaan yang tidak ada hak atas keputusan besar! semua dalam kendali Elena. Bahkan sekalipun Ayu membuat masalah Elena akan menyelesaikan dengan sangat mudah! hanya saja selama ini Ayu tidak perna melakukan kesalahan sekecil apapun. Kesepakatan yang alot membuat Ayu sangat sibuk meyakinkan klien yang ada di layar laptop yang ada didepannya! klien yang ada di Luar Negeri tetap ingin mendengar langsung apa yang Elena katakan. Mereka tidak tau saja kalau saat ini Elena sudah ada dijalan sepi dengan mengendarai mobil sport keluaran terbaru dengan sangat ugal-ugalan. Elena mengendarai mobil tidak tentu arah, terkadang lambat, terkandang kencang, terkadang sedang! begitupun jalan mobil yang terkadang zik zak, terkadang lurus, terkadang berhenti jalan, berhenti jalan. Keadaan Elena saat ini sangat tidak memungkinkan untuk mengendari Mobil! tapi dia memaksa membawa mobil tanpa ada yang tau. Penjaga gerbang juga tidak bisa melarang Elena saat dia ingin keluar, karena penjaga tidak tau kalau Bos mereka saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja. Elena terus melajukan mobilnya dengan tidak tentu arah sampai dimana dia akhirnya dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba menghadang mobilnya. Brakkkk Ahhh Elena menabrak pria yang tiba-tiba saja muncul dari tepi jalan! Elena yang terkejut dia menatap pria yang tergeletak ditengah jalan dengan tatapan sulit dijelaskan. Dia berusaha menetralkan kepalanya yang sangat pusing, pandangan kabut! setelah sedikit sadar, Elena keluar dari dalam Mobil, dia mendekati pria yang sudah tidak sadarkan diri ditengah jalan dengan pakaian yang sudah berlumur darah. "Astaga! apa dia mati??" batin Elena dengan berjongkok Elena memeriksa napas dan nadi pria yang dia tabrak, merasa kalau pria yang dia tabrak bisa dia selamatkan! Elena dengan susah paya dia membantu pria yang tidak dia kenal. Elena memapa pria yang dia tabrak ke arah mobilnya yang tidak jauh dari pria yang ada di sampingnya! Elena dengan sangat susah paya dia membantu pria itu. "Sialan!! berat banget" keluh Elena dengan membantu pria yang tidak dia kenal duduk di kursi mobil miliknya. Elena membantu memakaikan sabuk pengaman, setelah memastikan kalau pria yang dia tabrak duduk dengan nyaman, dia menutup pintu mobilnya. Bhukk Elena mengitari mobil miliknya dengan jalan sempoyongan, dia tetap ada rasa bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan. Elena mengendari Mobilnya dengan hati-hati, dia juga menjaga kewarasaanya saat ini! dia tidak ingin kembali membuat kesalahan yang sama, meskipun dijalan yang sepi. Elena membawa Dion Mahendra ke Rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama! Elena tidak akan membiarkan orang yang dia tabrak kenapa-napa. Tidak berselang lama Elena sudah ada didepan gedung Rumah sakit! dia membantu Dion untuk turun dari dalam mobil sendirian. Hari yang sudah larut malam, penjagaan Rumah sakit tidak seketat saat siang! tidak terlihat satu security berjaga didepan pintu Rumah sakit. Elena terpaksa membawa Dion masuk ke dalam Rumah sakit sendirian dengan sisa-sisa tenagahnya!. "Dokter!!" pekik Elena. "Dokter!!" pekik Elena dengan sangat kencang Dokter yang ada diruang IGD dia keluar dengan buru-buru saat mendengar teriakan Elena yang cukup kencang! tepat saat Dokter keluar dari ruang IGD Dokter dan Suster dikejutkan dengan Elena dan Dion yang sudah tergeletak diatas lantai dingin Lobby Rumah sakit. Dokter dan Suster segera menolong Elena dan Dion yang sama-sama tidak sadarkan diri, hanya saja beda keadaan! satu dalam keadaan kritis dengan satu lagi dalam keadaan baik-baik saja. Dokter membawa Elena keruang IGD sedangkan Dokter lain dan Suster yang membantu dua Dokter membawa Dion keruang Operasi yang ada dilantai 3 Rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD