Ayu menatap Elena dengan tatapan sedih, sendu, sulit dijelaskan, dia merasa bersalah dengan Elena yang kini masih belum sadarkan diri dari pingsannya.
Dokter mengatakan kalau Elena saat ini dalam keadaan Exhaustion dimana Elena dalam keadaan kondisi stres setelah mabuk!.
Elena memaksa keadaan tubuhnya untuk menolong Dion, akhirnya membuat kelelahan otot dan mental yang parah! membuat Elena belum sadarkan diri sampai saat ini.
Elena membutuhkan waktu untuk pemulihan keseimbangan cairan, elektrolit dan gula darah dan memantau fungsi organ.
Ayu yang sejak kemarin malam menunggu Elena takut akan memejamkan matanya! dia takut kalau Elena tiba-tiba bangun dan kembali pergi tanpa sepengetahuan dia lagi.
Meskipun Dokter mengatakan kalau Elena akan diperkirakan bangun 12 jam sampai 24 jam! tapi Ayu tidak mau mengulang kesalahan yang sama.
Dia terus terjaga sampai kini hari sudah siang! Ayu tidak meninggalkan Elena sedikit pun, dia tidak makan, tidak mandi, tidak minum, tidak ke kamar mandi! dia terus duduk di kursi samping ranjang Elena dengan memegang tangan dingin Bos nya.
Ayu benar-benar menyesal saat ini! dia merasa sangat pantas untuk menerima hukuman dari Elena setelah dia bangun!. "Nona, maafkan saya yang tidak becus menjaga anda!" lirih Ayu berulang kali
Mungkin sudah ratusan kali Ayu mengatakan hal yang sama dengan memegang tangan Elena! Ayu benar-benar takut saat ini, Elena sudah seperti kakak bagi Ayu selama ini, kalau bukan karena Elena dia tidak akan ada di posisi saat ini.
Dimana dia punya banyak anak buah, dia bisa makan enak, dia bisa tinggal ditempat yang nyaman, dia juga bisa menikmati hidup layak selama ini.
Bukan hanya apa yang Ayu dapatkan, tapi apa yang Angga rasakan bersama dengan Siska saat ini pemberian Elena yang tidak perna mereka anggap.
Tanpa bantuan Elena, Angga pria miskin yang kini makan dengan piring dan sendok emas, dia tidak akan perna merasakan keindahan Dunia.
Sayang setelah mendapatkan semua yang Angga inginkan, dia seolah lupa dengan siapa yang memberi dan membantunya selama ini.
Angga bagaikan kuaci lupa kulit dan bunganya! dia merasa dirinya sangat lah hebat, duduk di singgasana perusahaan yang Elena dirikan, dia meninggali Istana megah dan mewah hasil kerja keras Elena.
Kini Angga dan Siska menjadikan Istana Elena menjadi tempat mereka berdua untuk memadu kasih, mencintai, saling menghangatkan, tanpa memikirkan Elena yang kini masih terbaring diranjang Rumah sakit belum sadarkan diri.
Entah apa yang Elena pikirkan saat dia meninggalkan Rumah sampai akhirnya dia berakhir diranjang Rumah sakit dan lebih parahnya dia menabrak orang dijalan dengan luka yang mana menurut Ayu sangat lah tidak masuk akal.
Pria yang belum Ayu lihat memiliki luka tusuk di perut, luka sayat dilengan kiri, ada bekas pukulan dibagian kepala belakang dan tertabrak Elena dia akhirnya punya luka lecet dan kepala yang kembali terbentur dengan aspal dan ada luka tembak dibagian d**a kiri.
Ayu mengetahui semua luka yang didapat Dion dari Dokter yang memberikan pertolongan pertama saat Elena dan Dion datang ke Rumah sakit bersama.
Ayu menduga sebelum Dion ditabrak, Dion sudah diserang orang dengan sangat berutal atau ada orang yang ingin menghabisi Dion.
Sayang meskipun Dion mendapatkan banyak luka tapi dia masih hidup dan masih bisa kabur dari orang-orang yang tidak Ayu ketahui siapa! Ayu juga tidak ada niatan untuk mencari tau soal pria yang tidak dia kenal.
Ayu hanya akan memantau dan juga akan menanggung biaya Rumah sakit yang dia akan ambilkan dari uang Elena! Ayu juga sudah menempatkan Dion di kamar rawat ruang VIP.
Dion termasuk orang yang sangat beruntung dengan semua luka yang ada ditubuhnya, dia masih bisa bertahan sampai saat ini.
Padahal semalam Dion banyak menghabiskan kantong darah, Dion banyak kekurangan darah dari beberapa luka yang memang cukup dalam.
Saat Ayu tengah memikirkan Dion, dia mendengar suara pelan perempuan yang ada didepannya! dia menatap Elena dengan tatapan terkejut, Elena akhirnya bangun dari pingsannya.
Ayu menekan tombol yang ada didekat ranjang untuk memanggil sang Dokter agar datang ke kamar Elena! dan benar saja, tidak lama Dokter datang bersama dengan Suster.
"Permisi" sapa Dokter dengan sangat rama
"Dok! cepat periksa Bos saya" ucap Ayu dengan beranjak dari duduknya dengan buru-buru, dia melepas tangan Elena yang menggengamnya.
Dokter memeriksa keadaan Elena, dia juga bertanya apa yang Elena rasakan dan bagaimana perasaan Elena saat ini! Dokter menjelaskan efek samping dari alkohol yang dia konsumsi secara berlebihan dan dia juga menggunakan tenaganya yang tidak setabil untuk menolong Dion.
Dokter menjelaskan semuanya dan merasa tidak ada masalah dengan Elena dia akhirnya kembali keruan kerjanya! setelah pamit pada Ayu dan Elena yang terlihat masih belum baik-baik saja.
Sepeninggalan Dokter dari ruangan Elena! Ayu mendudukkan dirinya kembali ke kursi yang ada didekat ranjang! dia menunjukkan rasa senang, perhatian pada Elena.
Elena hanya punya Ayu yang sangat tulus dengannya selama ini! tidak perna sekalipun Ayu memikirkan sesuatu yang akan merugikan dirinya atau Elena, seperti Angga dan Siska.
"Nona anda membuat saya jantungan saja!" ucap Ayu
Emm
Elena tersenyum mendengar apa yang dikatakan Ayu! dia tau dan paham kalau saat ini Ayu tidak dibuat-buat khawatir dengan dia.
"Aku baik-baik saja! oh, yah dimana pria yang semalam aku tabrak??" tanya Elena mengingat Dion.
"Bagaimana keadaanya saat ini??" lanjut Elena.
"Nona, anda ini baru bangun loh" kesal Ayu mendengar Elena malah mempertanyakan pria yang tidak dia kenal disaat Elena sendiri masih belum sepenuhnya baik.
Elena menepuk punggung tangan Ayu dengan pelan, dia menenangkan Ayu yang kesal dengan dia. "Mau bagaimana pun aku yang salah" lirih Elena
"Dia baik-baik saja!" sahut Ayu
"Dikamar sebelah" lanjut Ayu
"Dan anda! jangan coba-coba untuk menyuruh saya untuk mengantar anda kesana, karena tidak akan mungkin" lanjut Ayu memperingatkan Elena.
Ayu hanya mau Elena fokus ke dirinya sendiri yang masih membutuhkan istirahat! Ayu tidak ingin melihat Elena sakit seperti saat ini.
"Iyah-iyah! besok aku akan menjenguknya, tapi sekarang kamu jenguk dia dan sampaikan perminta maafan ku padanya" sahut Elena dengan senyum
Hemmsss
Ayu me dengus mendengar apa yang dikatakan Elena, dia dengan sangat terpaksa akhirnya dia menganggukkan kepalanya dengan pelan, menyetujui apa yang Elena inginkan.
Mau bagaimana pun Elena tetap Bos nya meskipun dia sangat dekat dengan Elena dia tetap harus menjalankan apa yang diinginkan Elena.
Ayu beranjak dari duduknya dia meninggalkan Elena yang tersenyum melihat wajah Bete Ayu saat ini! tapi Ayu masih mau pergi menemui Dion yang sudah sadar didalam kamarnya sejak tadi tapi tidak ada yang menemani dia satu orang pun, membuat dia hanya diam saja dan merasakan tubuhnya yang terasa sangat sakit semua.