Membantu Dion

1025 Words
Alena duduk di kursi yang ada didepan kamar Velia dengan tatapan kosong! dia memang dengan sengaja keluar saat anaknya tengah istirahat, setelah dia bangun sebentar. Dokter mengatakan kalau Velia baik-baik saja, besok pagi dia sudah diperbolehkan pulang ke Rumah! bersamaan dengan Dion yang juga sudah diperbolehkan pulang. Elena tidak ingin diam sendirian di Rumah sakit, mengingat putri dan pria yang ingin dia tolong sudah membaik. Hah.. Elena membuang napas kasar mengingat bagaimana kehidupannya dengan mantan suaminya yang dulu dia bina bersama! sangat bahagia, tapi beberapa hari yang lalu semua hancur. Elena tidak perna membayangkan kalau hubungan dia dengan Angga akan berakir seperti ini! tidak perna membayangkan Angga akan melukai anak angkat yang Angga dan Elena adopsi dengan kesepakatan bersama. Elena mengingat janji suci yang Angga katakan saat dia tau kalau Elena mandul, tidak bisa memiliki anak! Angga akan hidup semati dengan Elena. Membesarkan Velia seperti anak kandung mereka sendiri, tapi setelah 2 tahun berlalu! Angga dengan Siska dengan mudahnya mengkhianati dirinya. Mereka berdua tega melukai Velia, mereka tidak ingat siapa yang membuat nama mereka melambung tinggi selama ini. "Kejam sekali Dunia ini!!" lirih Elena dengan mengusap air matanya. "Bukan Dunia yang kejam! tapi kamu yang mudah di bodohi" sahut seseorang dari arah sisi kanan Elena Elena menoleh ke arah sumber suara dimana dia melihat Dion melangkah mendekati dirinya. Dion pria yang sudah dia tolong dan juga pria yang tidak bisa dia singgung saat ini! Elena sudah tau semua tentang Dion. Elena menaik napas dalam lalu dia keluarkam perlahan! dia menggeser duduknya saat Dion sudah ada didekatnya. "Kamu tau apa??" tanya Elena dengan sangat pelan, nada suaranya sangat terdengar pilu. "Kamu seorang Tuan Muda, tidak perna merasakan disakiti! hanya tau apa itu menyakiti" lanjut Elena. Dion menaikan satu alisnya mendengar apa yang dikatakan Elena, dia tidak paham dengan apa yang dikatakan Elena. "Apa maksud kamu??" tanya Dion tidak paham "Aku sudah tau semua tentang kamu, kamu bukan lah orang sembarangan! pantas dengan luka kamu yang sangat banyak, kamu masih bisa selamat, mungkin kalau orang lain diposisi kamu, aku yakin akan mati ditempat" sahut Elena. "Aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan! apa saking sedihnya otak kamu menjadi bermasalah??" heran Dio Hahh.. Elena kembali membuang napas kasar, dia menoleh ke arah Dion yang menatap Elena dengan tatapan bertanya! sedangkan Elena menatap Dion dengan tatapan sangat lelah, capek, kesal, marah, sedih, kecewa, menjadi satu. "Dion Mahendra!! satu-satunya perwaris Mahendra yang sudah berdiri puluhan tahun, sekarang juga punya bisnis lain yang kamu jalankan! Pria dan pebisnis paling kejam di Dunia. yang mana sekarang tengah dicari Pamannya sendiri untuk di lenyapkan agar tidak ada yang bisa berebut kekuasaan dengan mu" ucap Elena dengan senyum kecut Deg Dion sangat-sangat terkejut bukan main saat mendengar apa yang dikatakan Elena, dia tidak menduga kalau Elena akan dengan mudah menemukan dirinya siapa. "Kamu bilang aku pria kejam??" tanya Dion pura-pura tidak percaya dengan apa yang dikatakan Elena. Elena tersenyum miris, dia dipertemukan dengan Dion Mahendra disaat dia sangat kacau balau, pria yang bisa saja menuntut dirinya karena sudah menabraknya, meskipun dia sudah bertanggung jawab. Dan yang lebih mirisnya lagi Dion sekarang Amnesia yang mana membuat Elena semakin takut kalau suatu saat nanti! Dion ingat siapa dirinya, dia akan membalas dendam padanya. "Kamu sekarang tidak ingat! tapi nanti saat kamu ingat, jangan perna membalas semuanya pada ku, sungguh aku tidak sengaja malam itu" sahut Elena yang dia sadar kalau dia tidak akan mampu melawan Dion Mahendra, meskipun kekuasaannya ada dibawa Dion. Hanya dengan sekali mengedipkan matanya Bisnis Elena akan dihancurkan Dion tanpa tersisa! sedangkan dia masih punya dendam dan juga putri yang harus dia besarkan. "Malam itu aku sangat mabuk berat, aku kehilangan arah, tidak tau harus bagaimana mengobati luka yang Angga berikan" jujur Elena. "Ah, aku akan membantu kamu balas dendam! asal kamu mau melepaskan aku saat ingatan kamu kembali" lanjut Elena dengan menoleh ke arah Dion yang menatap Elena dengan tatapan sulit dijelaskan. Elena merai tangan Dion, dia menggenggam tangan Dion dengan sangat erat, dia meyakinkan Dion kalau dia dengan mudah akan membuat Pamannya lenyap atau mendekam dalam dipenjara seumur hidup. Elena tidak akan membiarkan hidup putrinya susah saat bersama dengan dia, apalagi kesalahan yang dia buat sangat lah besar. Dion menarik tangannya dengan pelan, dari genggaman tangan Elena, Elena menatap tangan Dion dengan tatapan terkejut. "Kamu tidak mau melepaskan ku?? kamu tidak percaya dengan ku??" tanya Elena dengan menatap mata Dion "Dengar! aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan" sahut Dion dengan sangat polosnya Elena mengusap wajahnya dengan sangat kasar, setelah itu dia menyunggar rambut panjangnya kebelakang. Elena tidak menyalahkan Dion saat ini kalau dia tidak paham dengan apa yang dia katakan, karena semua yang terjadi karena kesalahanya. "Maafkan aku! aku tau kamu siapa, pria yang sangat berkuasa selama ini, tapi karena kesalahan malam itu, aku membuat kamu hilang ingatan! percaya lah, kalau aku mampu membalas semua rasa sakit yang kamu alami dan kedua orang tua kamu yang sudah tiada! sekali kamu percaya 3 hari kemudian, Paman tercinta kamu akan membusuk dipenjara" ucap Elena dengan pelan. Dion semakin dibuat terkejut Elena, dia ingin tau siapa sebenarnya Elena! tidak mungkin kalau dia hanya seorang mantan Ibu Rumah Tangga biasa. "Kamu mau membalas rasa sakit ku?? lalu balasan apa yang kamu inginkan??" tanya Dion "Aku hanya ingin kamu melepaskan ku dan putri ku saat kamu ingat nanti! Velia masih sangat kecil, dia baru saja lepas dari genggaman iblis" sahut Elena. "Kalau aku tidak ingat selamanya bagaimana??" tanya Dion "Tenang saja! selama kamu belum ingat kamu siapa, aku akan bertanggung jawab penuh" sahut Elena "Okay aku setuju dengan kamu" sahut Dion setuju begitu saja! dia ingin tau apa yang akan dilakukan Elena untuk memenjarakan Pamannya tercinta. Elena menganggukkan kepalanya, dia mengambil ponsel genggamnya yang ada disampingnya! dia mengirim chat pada anak buahnya untuk menyelidiki Paman Dion. Setelah selesai, Elena menoleh ke arah Dion dengan tatapan ingin kepastian dari Dion. "Tenang saja aku tidak akan ingkar" sahut Dion "Terima kasih! kalau begitu aku masuk dulu" pamit Elena sebelum dia meninggalkan Dion sendirian didepan kamar Velia. Sepeninggalan Dion, dia meminta Asisten pribadinya untuk mencari tau masalalu Elena sebelum mengenal Angga. "Kita lihat siapa yang lebih kejam" batin Dion dengan menatap pintu kamar rawat inap Velia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD