Rahasia

1043 Words
Tuan Muda ini saya" ucap Asisten pribadi Dion dengan membuka masker yang dia kenakan. Dion menatap Asisten pribadinya yang memakai jas Dokter dengan tatapan bertanya, heran, kenapa dia datang dengan penyamaran yang menurut Dion sangat lah tidak pantas. "Kenapa kamu menyamar jadi Dokter??" tanya Dion "Tuan, didepan banyak anak buah Nona Prawari!" sahut Erick Dion menaikan satu alisnya mendengar anak buah Elena berjaga didepan kamarnya, untuk apa Elena menjaganya??. "Anak buah??" ulang Dion dengan menuatkan kedua alisnya Emm.. Erick menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan Dion! saat Ericka akan masuk keruangan Dion saja dia harus diperiksa terlebih dulu. Anak buah Elena bukan lah orang sembarangan, tapi dari perkumpulan Star yang terkenal dengan kekuasaanya. Dion saja tidak bisa mengajak kerja sama dengan Star selama ini! padahal Dion pemimpin Naga Merah. "Lupakan anak buah Elena yang tidak penting! katakan siapa sebenarnya dia??" tanya Dion tanpa basa-basi dia ingin mendengar langsung masalalu Elena "Nona Muda Prawari ketua Geng Star yang sudah lama sembunyi! dia meninggalkan Gengnya karana ingin menikah dengan Angga, dia berubah menjadi gadia lugu, polos, dan sangat lapang d**a! dia mempercayakan anak buahnya pada Sekretarisnya Revi yang kini sudah kembali memimpin perusahaan cabang Prawari yang ada di Luar Negeri, sejak Elena kembali mengambil ahli Star! dia juga ketua yang sangat kejam, keahliannya setara dengan anda, bukan hanya itu saja dia ketua Geng yang sangat lah kejam dan tidak berperasaan! tapi setelah dia punya Velia, kehidupannya jauh lebih lapang! dia lebih memilih memikirkan putri angkatnya, menjaga perasaanya, dia juga bertindak dengan sangat hati-hati! mengingat musuh Star banyak dan mungkin saja mereka mengincar Velia! bukan hanya itu Tuan, Nona Muda Prawari punya Ahli IT diatas saya" Erick menjelaskan semua yang dia dapatkan hasil penyelidikan Dion diam membisu mendengar apa yang dijabarkan Erick baru saja! perempuan hebat yang mungkin saja kedudukannya lebih tinggi dari Dion, malah merendah dan takut kalau terjadi sesuatu dengan Velia. Elena dengan membalikan telapak tangannya saja dia bisa membuat seisi dunia bertekuk lutut padanya! tapi apa yang Elena lakukan, dia malah merendah dirinya demi pria bodoh yang mengkhiantai dirinya. "Oh yah Tuan! Nona Muda sebenarnya tidak lah mandul, dia bisa punya anak dan hasil pemeriksana yang lama sudah saya selidiki kalau Nona sangat sehat! hanya saja Tuan Bramasta yang difonis mandul" ucap Erick membuat Dion ingin tertawa, ingin sekali berteriak pada Dunia kalau masih ada perempuan bodoh demi pria yang dia cintai. Hahah Dion sama sekali tidak bisa berkata-kata, Angga meninggalkan berlian demi sebongkah sampah! Dion sekarang tau pesona perempuan terkadang menyesatkan. "Lalu anak siapa yang dia akui anak sekarang ini??" tanya Dion dengan sangat penasaran "Saya tidak tahu Tuan anak siapa! karena perempuan yang bersama dengan Tuan Bramasta, perna bermain dengan beberapa pria liar yang ada di Bar!" sahut Erick Dion tersenyum miring, dia membayangkan bagaimana kalau Angga tau kalau anak yang dia banggakan sekarang ini! bukan lah anak kandungnya. Anak hasil perselingkuhan Siska dengan banyak pria, sampai dia sendiri tidak tau siapa Ayah dari anaknya!. "Kamu simpan semua bukti dan juga berkas yang sudah kamu dapatkan! suatu saat aku pasti membutuhkan semuanya! oh yah, kamu kirim salinannya" sahut Dion "Baik Tuan! tapi apa anda tidak berniat untuk memberi tahu Nona Muda??" tanya sang Asisten pribadi "Tentu saja! tapi tidak untuk saat ini, tunggu aku sudah mendapatkan kembali apa yang sudah mereka rebut dengan paksa" sahut Dion senyum miring Erick yakin kalau sebentar lagi akan ada yang sial saat Dion sudah tersenyum miring seperti sekarang ini. Entah siapa orang yang akan mendapatkan sial dari senyum yang sudah pasti yakin akan mendapatkan mangsa empuk!. "Tuan, apa ada yang anda targetkan??" tanya Erick penasaran. "Tunggu besok!" sahut Dion Erick semakin penasaran dengan apa yang dikatakan Dion, kenapa harus menunggu besok, kenapa tidak sekarang saja! apa yang sebenarnya dilakukan pasien Rumah sakit. Padahal setau Erick selama beberapa hari ini Dion sama sekali tidak memerintahkan apapun, tidak melakukan tindakan apapun, selain dia ingin mendapatkan informasi tentang Elena. Melihat Dion yang tampak sangat yakin, Erick yakin kalau besok ada kejutan untuk dirinya yang dia tidak akan percaya! tapi belum berganti jam dan hari Erick mendengar suara pintu kamar Dion terbuka. Dion dan Erick menoleh dengan memakai masker yang tadi dia lepas! Erick dan Dion melihat Elena masuk ke dalam kamar Dion dengan senyum sangat manis. "Dok!" sapa Elena dengan rama Erick menganggukkan kepalanya mendengar sapaan Elena yang sangat rama!. "Bagaimana keadaanya??" tanya Elena dengan menatap Dion yang tampak jauh lebih sehat "Tuan baik-baik saja! sudah boleh pulang" sahut Erick dengan menatap Dion "Baik lah! terima kasih" sahut Elena "Sama-sama, kalau begitu saya pamit undur diri" Erick pamit meninggalkan Elena dan Dion Elena tidak menyahut di memberikan berkas yang dia bawa pada Dion! Dion menerima berkas yang diberikan Elena. Dion membuak berkas yang diberikan Elena, membaca semua yang tertulis jelas di beberapa kertas yang ada didepan Dion. "Kamu berhasil menemukan semuanya??" tanya Dion sama sekali tidak percaya dengan apa yang dia baca. Elena berhasil mendapatkan bukti kematian kedua orang tuanya! yang mana mulai dari kedua orang tuanya yang sengaja di racun, sebelum mengalami kecelakaan. Dan semua tertuju pada Paman yang sekarang tengah menikmati hidupnya, hasil kerja keras kedua orang tuanya. "Kamu-..!!" lirih Dion "Kamu tenang saja! aku sudah menjebloskan salah satu Paman kamu ke penjara dan dipastikan Nenek dan Kakek kamu tidak akan mampu menjamin kebebesannya" sahut Elena dengan sangat yakin. Dada Dion sangat sesak mendengar apa yang dikatakan Elena, orang asing yang sangat mudah membantu dia menyelesaikan masalah yang selama ini dia selidiki tapi tidak dia temukan. Elena hanya dua hari saja bisa menjebloskan Pamannya dan menemukan bukti kejahatan yang Pamannya lakukan. "Kamu jangan sedih, kematin orang tua kamu akan perlahan terbalas di dalam penjara! karena aku sudah menaruh anak buah ku dipenjara yang sama dengan Paman mu!" lirih Elena "Apa kata terima kasih cukup??" tanya Dion untuk pertama kalinya "Berterima kasih saja setelah Paman kamu yang lain juga mendekam di penjara" sahut Elena "Oh yah, kita bicara di Rumah saja! sekarang tidak tepat membicarakan semua ini" ajak Elena dengan mendekati Dion Elena membantu Dion turun, sedangkan Dion sebenarnya tidak perlu untuk di bantu untuk turun dari atas ranjang! karena dia sudah sangat baik-baik saja. Setelah membantu Dion! Elena dan Dion meninggalkan kamar rawat inap Dion dengan Elena menggandeng Dion dengan sangat erat, seolah takut Dion tidak kuat berjalan! sedangkan Dion dia hanya menganut dengan segala lamunannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD