"Kamu jangan cemas dengan apa yang sudah terjadi! semua sudah berlalu, kamu hanya bisa membalas apa yang sudah mereka lakukan" ucap Elena dengan mendudukkan dirinya di sofa depan Dion
Dion menatap Elena dengan bingung, tidak menyangka, tidak tau harus bagaimana, ternyata semua yang dulu dia cari tau! hanya setengahnya saja.
Tidak sepenuhnya dia bisa mencari tau soal kematian mendiang kedua orang tuanya! nyatanya dia dengan Elena tidak sebanding
Padahal dia terkenal dengan kekuasaannya yang sangat berbahaya! tapi nyatanya ada sosok perempuan yang jauh lebih berbahaya dari dirinya.
Dan lucu dan konyolnya Elena malah takut dengan Dion yang harusnya ada dibawanya! mungkin soal kekayaan Dion ada diatas Elena, tapi dari segi kemapuan ada dibawa Elena.
"Kamu dengan mudah menemukan apa yang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya dengan sangat sempurna! sebenarnya kamu siapa??" tanya Dion dengan nada suara yang sudah sedikit lebih hangat dengan Elena.
Elena tersenyum, siapa dia?? dia hanya mantan Ibu Rumah tangga yang ditinggalkan suaminya, mau siapa lagi dirinya saat ini.
"Aku Ibu dan Istri yang gagal" sahut Elena dengan ngasal
Dion tidak menyangka kalau dia akan mendengar jawaban yang sangat tidak masuk akal dari Elena, kenapa dia sangat menyembunyikan statusnya sebagai ketua Star.
"Kamu tidak gagal! hanya saja kamu terlalu baik" sahut Dion
Elena menarik napas dalam, setelah itu dia membuangnya dengan sangat kasar! dia merasa apa yang dikatakan Dion tidak lah benar.
Dia merasa kalau dia sangat lah gagal dalam menjaga keutuhan Rumah tangganya, sampai suaminya berpaling dengan yang lain.
Hah..
Elena membuang napas kasar lagi, seolah beban dikedua bahunya sangat lah berat dan tidak bisa dia selesaikan sendiri.
"Aku punya Ayu yang sangat ahli dalam mencari informasi! kalau tidak ada dia, mungkin aku saat ini akan hancur tak tersisa" sahut Elena.
"Ayu yang selama ini membantu ku dalam segala hal! dia tau segalanya, dia Asisten sekaligus keluarga yang aku punya saat ini!" lanjut Elena.
"Tapi sekarang tidak hanya berdua tapi ada bertiga dengan Velia, meskipun dia hanya angkat, tapi dia sudah aku anggap anak kandung ku sendiri" lanjut Elena dengan mengusap air matanya.
Bohong kalau Elena sudah melupakan mantan suaminya yang sudah dia nikahi bertahun-tahun!.
Bohong kalau Elena tidak cemburu saat Angga membela dan membantu kejahatan Siska! bukan cemburu dengan apa yang Siska lakukan, tapi dia cemburu dengan Angga yang sangat setia dengan Siska.
Beberapa hari yang lalu Elena melihat Angga sangat peduli dengan Siska, menemani Siska! meskipun apa yang Siska lakukan salah, tapi Angga setia bersama dengan Angga.
"Kamu tidak tau, Angga sangat peduli, sangat sayang dan cinta Istri barunya! Angga rela melakukan apa saja demi kebahagian istrinya" lirih Elena dengan meneteskan air matanya.
"Aku tidak peduli dengan apa yang kamu pikirkan saat ini! mau menganggap aku bodoh, t***l, atau apa saja terserah!! kamu tidak akan perna merasakan kehilangan" lanjut Elena dengan mengusap air matanya
"Kamu menangis sepuas mu! karena setelah ini, aku yakin bahkan menangis saja kamu tidak akan bisa" sahut Dion
Dion tidak tau bagaimana rasanya, karena dia tidak perna merasakan apa yang dirasakan Elena saat ini! Dion hanya tau saat dia ditinggalkan kedua orang tuanya pergi, rasanya sangat sulit untuk bangkit.
Tapi setelah itu dia tidak lagi sedih, meratap, menangis, karena ada orang yang harus membayar apa yang sudah dia rasakan.
Dion berusaha untuk bangkit! membangun semua yang tidak dia punya, kekuasaan yang pastinya akan membuat kedudukannya semakin kuat.
Setelah dia berhasil nyatanya dia kembali jatuh ke lubang yang sama! bahkan rasa sakitnya harus ada orang lain yang membantu dia.
Orang yang baru dia kenal, orang yang juga tengah rapuh, orang yang sama-sama tengah terluka! tapi dia mampu membuat Paman Dion mendekam dengan penuh siksaan.
Mati tidak bisa, hidup pun sulit! Paman Dion di dalam sel, tidak bisa dianggap sebagai manusia, dia diperlakukan bak hewan yang mereka pelihara dalam sel.
Bukan hanya itu saja! Paman Dion juga mendapatkan tindakan pelecehan yang membuat dia merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Penderitaan yang Paman Dion rasakan saat ini belum berlanjut ke hari-hari berikutnya! hari masih belum berganti, tapi Paman Dion benar-bener teraniaya.
Dion belum mendapatkan kabar dari Asisten Pribadinya! mungkin nanti saat Dion mendapatkan informasi tentang keadaan Pamannya! Dion semakin merasa ngeri dengan Elena.
Yang kini masih menangis didepan Dion! Dion hanya diam saja, tidak menjawab apa yang Elena katakan.
Semakin Dion berkomentar, semakin sesak d**a Elena, semakin sulit Elena menerima kenyataan yang ada.
Semakin Elena sadar kalau dia tidak sebanding, tidak secantik dan sebaik istri Angga saat ini.
"Apa aku tidak cantik??" tanya Elena pada Dion
"Lumayan" sahut Dion ngasal
Elena bak bidadari yang turun ke Dunia, dia sangat lah cantik, dia juga sangat pintar dan berbakat!.
"Apa aku tidak secantik istri Angga??" tanya Elena lagi
"Mungkin lebih menarik kamu!" sahut Dion lagi dan lagi sangat ngasal.
Hiks
Hiks
Hiks
Elena semakin menangis mendengar apa yang dikatakan Dion padanya, kalau dia cantik, menarik, kenapa suaminya malah mengkhianati dirinya.
"Sudah jangan menangis! toh dia tidak akan kembali" ucap Dion
"Apa saat dia kembali, kamu akan kembali menerimanya??" tanya Dion
"Tidakkk" sahut Elena
"Yau udah kali! kenapa harus sesedih ini cobakk" sahut Dion
Huaaaaa..
Elena semakin menangis mendengar apa yang dikatakan Dion! Dion bukannya menghibur Elena yang sudah menyelesaikan masalahnya, dia malah semakin membuat perasaan Elena hancur.
Sedangkan Dion dia sendiri tidak tau bagaimana cara menghibur perempuan, karena dia sebelumnya tidak perna menghibur perempuan mana pun.
"Kenapa kamu semakin menangis??" tanya Dion dengan segala kebingungan nya.
"Kamu pria! hanya bisa menyakiti, meskipun sudah dibantu" sahut Elena.
Hah
Dion membuang napas kasar, dia sungguh tidak tau harus bagaimana saat ini, karena dia sendiri tidak perna melihat Daddy nya membujuk Mommy nya yang sangat lah sabar dalam hal apapun.
"Aku harus bagaimana??" tanya Dion
"Temani aku minum" sahut Elena
"Tidak! aku tidak ingin mati" sahut Dion mengingat Ayu sangat menjaga Elena
"Kamu takut dengan siapa??" tanya Elena dengan menghentikan tangisnya.
"Anak buah mu" jujur Dion
Huaaaaa
Elena kembali menangis, dia tidak ingin hidup lagi saat ini! dia merasa menjadi perempuan yang paling tersakiti dan teraniaya saat ini.
"Okay aku temani kamu minum, mengingat kamu sudah membantu ku menjebloskan Paman ku ke penjara!" sahut Dion dengan sangat terpaksa menyetujui apa yang Elena inginkan.
Elena seketika menghentikan tangisnya, dia tersenyum melihat Dion yang tampak sangat lelah menghadapi Elena. "Terima kasih" lirih Elena yang mana Dion hanya diam saja tanpa ada rasa minat untuk menyahut.