Mengejek

1038 Words
"Bagaimana keadaan kamu??" tanya Elena dengan mendudukkan dirinya di kursi yang ada didekat ranjang dengan pelan Elena menatap wajah Dion yang kemarin tampak sangat pucat, sekarang sudah terlihat lebih baik! Elena sudah tanya Dokter tentang kondisi Dion. Elena merasa sangat kasihan dengan Dion! dia menjadi tau kalau sebelum Dion dia tabrak, Dion mengalami kekerasan dalam dirinya. Bukan lagi kekerasan tapi pengaiyaan yang cukup serius, entah siapa yang sudah tega melukai Dion sampai separah itu! Elena bisa saja membantu mencari tau siapa dalang dari penyerangan Dion malam itu, tapi entah apa Dion setuju atau tidak, Elena tidak tau. Elena menatap Dion yang masih acu tak acu padanya, padahal dia sudah sangat baik dengan dirinya. "Kamu terluka sangat parah! sebelum aku menabrak kamu, apa kamu mau aku bantu menemukan siapa yang sudah ingin membunuh kamu??" lirih Elena Dion menoleh ke arah Elena dengan satu alis terangkat! dia merasa apa yang di dengar sangat lah bermasalah. "Kamu ngomong apa??" tanya Dion dengan nada suara mengejek Elena. Dia saja tidak tau kalau suaminya selingkuh dan punya anak selama ini, dia mau membantu Dion untuk menemukan pelaku dibalik penyeranganya yang Dion sendiri sebenarnya sudah tau. Asisten pribadinya sudah mencari tau siapa dalang dibalik penyeranganya malam itu! bahkan pelayan club malam sudah ada ditangan Dion! dia akan segera mengeksekusi pelayan yang sudah membantu Pamannya untuk memberi dia obat. "Kamu saja! ditindas mantan suami kamu, bagaimana kamu mau membantu ku??" lanjut Dion mengejek Elena. Dia memang bodoh terlalu percaya dengan apa yang dikatakan mantan suaminya, kalau dia akan setia sampai akhir dengan Elena!. Tidak perna sedikit pun terbesit suaminya akan selingkuh dengan sekretarisnya sendiri! dia tidak perna menyangka, kepergiannya membuat petaka untuknya. "Kamu tau dari mana kalau aku sudah dikhianati suami ku??" tanya Elena dengan menunduk. "Hah, kalau bodoh tetap saja bodoh!" sahut Dion dengan mengambil ponselnya yang ada atas meja samping ranjangnya Dion membuka situs yang mana ada berita tentang kekacauan dipesta penyambutan kelahiran anak dari Tuan Muda dan Nona Muda Bramasta. Jelas terlihat disana video tentang Elena, Ayu dan keluarga cemara yang tengah berdebat di teras Rumah mewah yang katakanya adalah Rumah Tuan Muda Bramasta. "Lihat baik-baik! buka mata mu yang buta itu" ucap Dion dengan menunjukkan ponselnya ke arah Elena yang terkejut bukan main. Elena tidak menduga kalau kekacauan yang sudah terjadi ternyata sudah diunggah di sosial media dan situs web lainnya! kekacauan di Rumah Angga beberapa hari yang lalu ternyata menjadi topik hangat yang tengah dibicarakan. Banyak komentar pedas, ada juga yang membela, ada juga yang menyimak dan menjelaskan kalau semua yang sudah terjadi tidak seperti yang diunggah di sosial media dan situs web lainnya. Ada yang mengatakan Elena adalah satu-satunya perwaris orang terkaya di Dunia setelah keluarga Mahendra! ada yang mengatakan Elena adalah pengemis yang ingin naik pangkat. "Bagaimana, sudah puas dengan apa yang kamu lihat??" tanya Dion dengan menarik ponselnya "Aku tau! kalau kemarin aku bodoh terlalu percaya dan lemah, tapi untuk kali ini aku tidak akan lagi seperti itu" sahut Elena menunjukkan jati dirinya sendiri yang sudah lama terpendam. "Yooo!! benar kah??" sahut Dion tidak percaya dengan apa yang dikatakan Elena "Berikan aku waktu sampai besok! aku akan mendapatkan semua informasi tentang kamu" sahut Elena Dion yang meremehkan Elena dia membiarkan Elena mencari tau siapa dalang penyerangan yang Dion alami dan berakhir bertemu dengan dia. Dion yakin kalau Elena tidak akan bisa menemukan apapun! apalagi melihat Elena yang terlalu percaya dan polos. "Sialahkan cari tau semua tentang aku, kalau kamu mampu" sahut Dion menantang Elena. Emmm.. Elena mengambil ponselnya dari dalam tas jinjing yang dia bawa bersama dengan dirinya, dia mengirim pesan Ayu yang ada di kantor tengah membereskan semua yang diberitakan. Elena meminta Ayu untuk menyelidiki semua tentang Dion, termasuk siapa yang sudah menyerangnya! setelah mengirim pesan Elena dia kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas miliknya. "Besok aku akan memberikan jawaban sama kamu! mungkin kamu bisa tau siapa keluarga kamu" ucap Elena dengan sangat yakin Sedangkan Dion dia malah tersenyum mengejek, dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan Elena!. "Ya, ya, semoga berhasil dan mendapatkan apa yang kamu inginkan!" sahut Dion Emmm.. Elena menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan Dion, dia tau kalau Dion tidak akan mudah percaya dengan dirinya, apalagi dia sudah mengetahui masalahnya. Elena dan Dion sama-sama diam setelah pembicaraan mereka! tidak ada pembahasan lain! Elena merasa sangat canggung dengan Dion yang tampak sangat biasa saja. Lama Elena merasa canggung, dia dengan Dion mendengar deringan ponsel milik Elena! Elena mengambil ponsel miliknya yang ada didalam tas. "Kenapa??" tanya Elena dengan nada suara yang sangat dingin menyapa orang yang ada diseberang telpon. Dion yang ada di dekat Elena terkejut, dia tidak menyangka kalau Elana bisa bersikap dingin dengan orang yang tidak Dion ketahui siapa yang menghubungi Elena. "Kamu mengamcam ku dengan anak kita??" ucap Elena dengan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari Angga, dimana Angga akan membuang putri angkat mereka kalau Elena tidak mau berpisah baik-baik dengan Angga. Berpisah baik-baik dengan Angga dalam artian Elena tidak boleh meminta hak apapun yang harusnya menjadi miliknya! tidak boleh mengambil apa yang sudah dikuasi Angga dan Siska. Elena yang tidak ingin putrinya kenapa-napa dia menyetujui syarat yang diajukan Angga! dia bersumpah akan membuat bisins yang dia dirikan hancur lebur tanpa ada bantuan dari dirinya. Selama ini bisnis Prawari yang sudah menyongkong bisnis yang di kuasai Bramasta saat ini! Elena tidak akan membiarkan Angga hidup enak dari hasil kerja kerasnya. "Aku tidak akan meminta apapun, asal kamu kembalikan putri ku" pinta Elena ........ "Baik, aku akan datang ketempat dimana yang kamu katakan" sahut Elena. ...... Elena mematikan sambungan telpon dengan Angga dengan raut wajah yang sulit dijelaskan! ada raut sedih, kecewa, menjadi satu. Pria yang dia cintai nyatanya mampu membuat dirinya sangat menderita seperti saat ini. "Aku pergi dulu untuk mengambil kembali anak ku" pamit Elena "Dimana??" tanya Dion penasaran "Di gudang tua ujung kota!" sahut Elena "Bawa orang kesana! bisa saja kamu dilenyapkan mantan suami mu" saran Dion Emmm.. Elena menganggkkan kepalanya dengan pelan, sebelum dia akhirnya meninggalkan Dion dengan mengambil ponsel miliknya! Elena menghubungi Ayu untuk menyiapkan anak buahnya untuk ikut bersama dengan dia menemui Angga. Sedangkan Dion dia juga meminta Asisten pribadinya untuk membawa anak buah mereka untuk datang ke gudang tua ujung kota untuk membantu Elena saat dia tidak bisa mengatasi Angga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD