Janda

1000 Words
Shheee Elena bangun dari tidur lelapnya dengan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing. "Ah, pasti karena semalam minum terlalu banyak" lirih Elena dengan menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang Elena menarik napas dalam, lalu dia keluarkan secara perlahan! Elena merasa kepalanya ingin pecah menjadi beberapa bagaian. Saat Elena merasakan pusing yang sangat luar biasa, dia mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya. "Masuk!" ucap Elena dengan pelan Pria dengan badan kekar masuk ke dalam kamar Elena dengan setelan yang sama sejak kemarin. Elena melihat Dion membawa sesuatu ditangannya! entah apa yang Dion bawakan untuk dirinya. "Kamu bawa apa??" tanya Elena. "Sup penawar!" sahut Dion dengan memberikan sup buatannya pada Elena Elena menerima sup yang Dion berikan, dia segera meminum sup penawar yang Dion berikan!. "Terima kasih" ucap Elena setelah dia meminum habis sup pemberian Elena. "Sama-sama" sahut Dion "Duduk lah" lirih Elena Dion mendudukkan dirinya ditepi ranjang Elena dengan menatap Elena dengan tatapan bertanya, apa yang ingin Elena katakan padanya. Elena melihat Dion yang tampak sangat tampan, dia bahkan jauh lebih tampan dari mantan suaminya Angga! sayang Dion sama sekali tidak bisa dia gapai. "Maafkan aku semalam sudah merepotkan kamu!" lirih Elena "Apa Ayu tidak menyusahkan kamu??" lanjut Elena bertanya soal Ayu yang semalam dia samar-samar melihat dan mendengar saat dia dalam keadaan mabuk tengah marah dengan Dion yang sudah menuruti Elena untuk minum-minum. Ayu sangat khawatir dengan Elena, apalagi Elena punya masalah di pencernaannya selama ini!. Ayu selalu melarang Elena untuk minum alkohol demi kesehatannya! sayang berulang kali Elena mencuri-curi dari dirinya. Apalagi semalam Elena tampak sangat teler saat Dion membawanya pulang, tentu saja Ayu sangat kesal dengan Dion yang malah membiarkan Elena minum sampai mabuk. "Kenapa kamu diam saja??" tanya Elena saat dia tidak mendapatkan jawaban dari Dion. Dion tersenyum miring mendengar apa yang ditanyakan Elena! Elena punya anak buah yang sangat setia dan sangat perhatian dengan dirinya, tapi Elena malah selalu saja menentangnya. "Kenapa kamu khawatir dengan ku??" Dion malah balik bertanya dan bukannya menjawab apa yang Elena tanyakan. "Bukan begitu maksud ku, tapi karena aku kamu menjadi kena masalah dari Ayu" sahut Elena dengan sangat menyesal. "Lalu kalau kamu tau aku akan kena masalah, kenapa kamu malah nekat pergi mengajak ku??" Dion selalu saja balik bertanya bukannya menjawab. "Yah karena aku ingin menenangkan pikiran ku yang sangat kacau" sahut Elena. "Kalau begitu tenggelamkan saja diri mu ke dalam lautan yang sangat luas" sahut Dion dengan sangat ngasal Elena melotot mendengar apa yang Dion katakan! kalau Elena menuruti apa yang Dion katakan, bukan tenang lagi tapi dia akan sangat tenang dan tidak akan ada lagi beban. Elena merasa percuma saja membagi kesedihannya pada Dion yang memang dasarnya dia sama sekali tidak punya perasaan. Dion yang keras hati, tidak akan perna paham dengan apa arti kehilangan seseorang yang sangat dicintai. "Percuma saja aku mengatakan sama kamu!" lirih Elena "Dengar!!" sahut Dion menggantung "Apa??" tanya Elena dengan penasaran. "Kamu kaya, lumayan cantik, nggak bodoh-bodoh amat! kenapa harus bersedih hanya karena kehilangan satu pria saja! hilang satu tumbuh seribu" sahut Dion dengan menaik turunkan alisnya Elena menautkan kedua alisnya dia merasa kalau Dion yang ada didepannya sekarang ini bukan lah Dion Mahendra, tapi Dion sableng. Dia mau heran tapi dia melihat dan mendengar sendiri apa yang dilakukan dan dikatakan Dion. "Aku rasa kamu bukan lah Dion Mahendra sang penguasa" lirih Elena "Lalu siapa aku menurut kamu??" tanya Dion "Dion Mahameru!" sahut Alena dengan sangat ngasal. Ckkk Dion mencibirkan bibirnya dengan pelan, apa salahnya sekarang ini Dion menghibur sedikit perempuan yang sudah banyak membantu dia. Dion sudah mendengar dari Erick apa yang dilakukan Elena pada Paman nya didalam penjara. Tentu saja Dion sangat berterima kasih dengan Elena, perempuan yang awalnya dia kira bodoh, t***l, tidak berguna, nyatanya menyimpan semua kepintaran dan jiwa psikopat dengan sangat rapi. Dion sendiri baru pertama kalinya dia menghibur perempuan, selama ini jangankan menghibur, dia bisa saja melenyapkan saat diusik perempuan. "Selama ini! banyak perempuan yang mendekati ku karena uang dan status, tapi Elena dia mau bertanggung jawab penuh, sebelum dia tau siapa dirinya" batin Dion "Kamu itu jangan syok sedih, banyak pria di luar sana" ucap Dion lagi "Apa termasuk kamu??" tanya Elena dengan mengedipkan kedua mata indahnya yang mana membuat Dion terpesona. Elena tampak sangat cantik dan sangat menggemaskan saat seperti sekarang ini! Elena tidak terlihat seperti perempuan dewasa pada umumnya, dia malah terlihat seperti anak gadis yang sangat lucu. Ghemm.. Dion berdahem menetralkan perasaannya, dia sama sekali tidak ingin terlihat terpesona dengan Elena. "Mana mau aku sama Janda" sahut Dion dengan kata-kata kasarnya "Haiya!! iya juga, kamu kan pangeran, mana mau sama bekas orang" sahut Elena tanpa ada rasa sakit menyahut perkataan Dion "Kamu tidak tersinggung??" heran Dion "Tersinggung??" ulang Elena "Untuk apa aku tersinggung??" Elena malah balik bertanya, apa yang Dion katakan memang benar adanya, kalau dia Janda! salahnya dimana, sakit hatinya dibagian mana Elena tidak tau. Dion sempat terbesit merasa bersalah setelah mengatakan kata-kata kasar, tapi kini Dion malah heran dengan Elena yang tidak tersinggung sama sekali. Dia malah tampak sangat santai mendengar dan menjawab perkataan Dion! yang menurut Dion sedikit keterlaluan. "Aku memang Janda! tidak salah pangeran menolak Janda" lanjut Elena Elena menepuk bahu Dion dengan pelan, seolah Elena tengah menenangkan Dion yang bisa saja merasa tidak enak dengan dirinya. "Sudah jangan dipikirkan" lirih Elena dengan santai "Tidak! siapa yang memikirkan nya??" elak Dion "Oh" "Oh yah aku ingat! ini kamu pakai buat keperluan kamu, selama kamu bersama dengan ku" ucap Elena dengan memberikan kartu hitam VIP pada Dion yang dia ambil dari balik bantal yang tadi dia tiduri Dion menerima kartu yang hanya ada 10 di dunia! hanya orang yang punya kekayaan yang tidak akan perna habis yang bisa memilikinya. Sudah ada 5 pengusaha yang memegang kartu yang Dion pegang saat ini! Termasuk Dion pribadi, Elena, dan entah siapa yang 3 lagi Dion tidak tau. "Aku tidak akan sungkan" lirih Dion Emmm.. Elena menganggukkan kepalanya dengan pelan, dia tidak masalah dengan apa yang akan Dion beli menggunakan uangnya! padahal dia tau harusnya Dion tidak kekurangan uang hanya untuk sekedar berbelanja atau foya-foya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD