Dion menatap kartu hitam yang ada ditangannya dengan tatapan sulit dijelaskan! padahal dia saat ini memegang kartu yang sama dengan yang ada ditangannya.
Dion heran kenapa ada perempuan yang sangat baik sama pria yang baru dia kenal, dia merasa kalau Alena terlalu baik, meskipun dia sangat keras.
"Pantas selama ini, dia dimanfaatkan mantan suaminya" batin Dion dengan menaruh kartu hitam tidak ada batas limit.
"Bagaimana reaksinya kalau uangnya aku pakai??" batin Dion dengan mengambil ponsel yang ada diatas mejanya.
Dion sekarang tengah ada di Apartemen miliknya yang ada dikawasan elit tidak jauh dari Rumah Elena.
Dion mencari barang-barang mewah yang sudah dia incar sejak lama, belum lagi barang yang sudah dia pesan tapi dia belum membayarnya.
Tidak akan ada yang curiga dengan pembelian Dion, karena dia menggunakan uang yang diberikan Elena padanya! meskipun ada yang menyelidikinya, mungkin mereka akan mengira pembeli sudah berganti orang.
Dion membayar semua tagihan barang-barang mewah lewat ponsel dan juga menggunakan uang Elena.
Sedangkan Elena yang ada diruang kerjanya tengah sibuk dengan laptop yang ada didepannya, dia mendengar beberapa kali pesan masuk.
Elena yang penasaran dia mengambil ponsel miliknya, dia ingin tau! siapa yang mengirim dia beberapa kali chat.
Elena menautkan kedua alisnya saat dia melihat beberapa pembayaran dengan jumlah yang lumayan dari kartu yang dia berikan pada Dion.
"Beli apa dia??" batin Elena bertanya-tanya
Setelah tau siapa yang mengirim chat, Elena kembali menaruh ponselnya! di tidak peduli dengan berapa banyak uang yang akan dihabiskan Dion.
Dia sudah memutuskan memberikan salah satu kartunya, jadi dia tidak akan keberatan dengan apa yang dibeli Dion! meskipun Rumah dan Villa sekalipun.
Toh uang yang ada didalam kartu Elena tidak akan habis hanya karena dipakai beberapa kali pembayaran! dan Dion setelah ini masih bisa menggunakan uang Elena tanpa ada hambatan.
Dion sendiri yang ada diruang kerjanya, dia merasa heran sendiri! kenapa tidak ada tanda-tanda kalau Elena akan menghubungi dia untuk menanyakan soal uang yang sudah dia habiskan.
Dion membuka ponselnya berulang kali! bahkan dia mencoba mengecek pulsa dan paket data yang ada di ponselnya barang kali sudah tidak ada.
"Kenapa tidak ada tanda-tanda dia menghubungi ku??" batin Dion
Dia yang semakin penasaran, dia mencoba memanggil Asisten pribadinya lewat telpon Rumah yang ada diatas meja.
Tidak lama Erick datang keruang kerja Dion! dia menanyakan soal ponselnya! apa rusak, paket datanya tidak ada atau pulsanya tidak ada.
"Coba kamu isi pulsa dan paket data keponsel ku" pinta Dion
"Baik Tuan!" sahut Erick dengan merogoh ponsel yang ada disaku jas nya.
"Berapa Tuan??" tanya Erick dengan mengotak atik ponselnya
"Yang banyak! biar tidak cepat habis" sahut Dion dengan sangat ngasal.
Setelah beberapa menit, ponsel Dion berbunyi sudah ada chat masuk menandakan kalau paket data dan juga pulsa yang dia inginkan sudah masuk ke nomornya.
"Saya sudah mengisi pulsa anda 10 juta Tuan" ucap Erick
Hah
Dion ternganga mendengar apa yang dikatakan Erick, orang gila mana yang akan mengisi pulsa sampai 10 juta kalau bukan Asisten pribadinya.
Hemss
Dion menghela napas lelah, dia tidak bisa berkata apa-apa, dia sendiri yang salah, dia meminta Erick mengirim pulsa banyak, tapi tidak diperjelas nominalnya.
"Kenapa Tuan??" tanya Erick dengan heran
"Orang gila mana yang mengisi pulsa dan paketan sebanyak itu, Hah??" sahut Dion dengan sangat malas.
"Kan tadi Tuan yang minta diisi banyak!" sahut Erick dengan santainya
Dion tidak lagi menyahut dia memberikan ponselnya pada sang Asisten, Erick menerima ponsel Dion dengan tatapan heran.
Erick membolak-balikan ponsel Dion dengan tatapan bertanya, untuk apa Dion memberikan dia ponsel miliknya.
Karena saat ini ponsel Dion dibilang sangat lah baik-baik saja! tidak ada tanda-tanda kerusakan. "Tuan, ponselnya buat apa??" tanya Erick penasaran.
"Buat ganjal pintu!" sahut Dion lelah
"Ah??" Ercik ternganga mendengar apa yang dikatakan Dion
"Astaga!!" kesal Dion
"Kamu nggak butakan?? kamu lihat, kenapa Elena tidak mengirim pesan atau menelpon ku!!" kesal Dion tanpa menatap Erick yang semakin bingung dibuat Dion.
Erick membuka ponsel Dion dengan sangat mudah, karena memang Erick tau pin Dion! setelah itu Erick membuka salah satu app yang biasanya Dion gunakan untuk menghubungi siap saja yang dia kenal.
Erick mencoba mengirim pesan ke ponselnya dan ternyata masuk! kini dia tau kenapa tidak ada pesan masuk atau telpon masuk dari Elena.
"Tuan!" Erick memanggil Dion yang tampak menyandarkan punggungnya dengan memejamkan mata tajamnya.
Hemm..
Dion hanya berdaham menyahut panggilan Asisten pribadinya! Dion menunggu apa yang akan dikatakan Erick.
"Tuan, kalau ini memang Nona Muda tidak menghubungi Anda!" lirih Erick dengan sangat hati-hati
"Bukan kah dia sudah menyimpan nomor ku??" tanya Dion
"Iyah disini terlihat photo Nona dan Nona kecil! berarti Nona menyimpannya" sahut Erick
"Masalahnya dimana Tuan??" tanya Erick dengan heran
"Kenapa tidak menghubungi ku??? padahal aku sudah memakai uangnya cukup banyak" tanya Dion pada Erick dengan menunjukkan kartu yang Elena berikan pada Dion.
Emmm..
Erick diam dengan mencari jawaban yang pas dengan apa yang baru saja Dion tanyakan padanya.
"Mungkin, Nona Muda sudah terlalu banyak uang" sahut Erick sangat masuk akal.
Dion tidak menyahut, dia diam dengan memberikan kode Erick untuk meninggalkan dirinya yang ingin sendiri.
Erick yang paham dengan kode Dion, dia meninggalkan Dion yang kembali menyandarkan punggungnya disandaran kursi yang dia duduki dengan sangat santai.
Dengan memikirkan apa yang ada diotak cantik Alena saat ini! kenapa dia terlihat sangat cuek. "Apa dia tengah sibuk??" batin Dion semakin penasaran.
Jika Dion memikirkan uang yang sudah dia gunakan, maka tidak dengan pemilik uang yang tampak biasa saja diruang kerjanya dengan berkas didepannya.
Elena tampak sibuk, tidak memperdulikan uang yang sudah dipakai Dion! tapi yang memakainya seolah merasa bersalah dengan Elena.
Hah..
Dion dengan sangat penasaran dia menghubungi Elena yang ada dikantor!
"Hallo" sapa Elena dengan sangat hangat
"Kamu sibuk??" tanya Dion pensaran
"Tidak! kenapa??" tanya Elena dengan menutup berkas yang sudah selesai dia tanda tangani.
"Kamu tidak tau! kalau uangnya sudah aku pakai??" tanya Dion
"Uang??" ulang Elena
"Iyah! kenapa kamu tidak menanyakan uangnya aku gunakan untuk apa??" tanya Dion
Elena menaikan satu alisnya mendengar apa yang Dion katakan! untuk apa dia bertanya uang yang sudah dipakai. "Untuk apa toh uangnya sudah aku berikan!" sahut Elena dengan santainya.
"Kamu tidak marah??" heran Dion
"Tidak sama sekali"
Hah??