Hah

1038 Words
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu??" tanya Elena dengan mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya. "Makanan yang ada didepan mu, tidak akan perna habis!" lanjut Elena Hemmss Dion menghembuskan napas berat! entah apa yang dipikirkan Elena saat ini, dia bahkan tidak menanyakan soal uang yang sudah dia gunakan. Dion mulai makan, makan malamnya dengan meras aneh dengan Elena! biasanya perempuan akan sangat sulit mengeluarkan uang untuk pria, apalagi untuk pria tidak dia kenal. "Kamu tidak tanya soal uang yang aku gunakan??" tanya Dion Elena mendongak menatap pria yang ada diseberang mejanya! tatapan Elena membuat Dion bingung, heran secara bersamaan. "Kenapa kamu menatap ku seperti itu??" tanya Dion Elena mengedikan kedua bahunya, dia biasa saja menatap Dion! sedangkan Dion merasa tidak nyaman dengan tatapan Elena saat ini. "Kenapa??" tanya Elena dengan sangat ambigu "Apanya??" tanya Dion dengan bingung dengan pertanyaan Elena "Sudah lah!" sahut Elena dengan melanjutkan makan malamnya. "Jangan membahas apapun dimeja makan! nanti datang saja ke kamar atau ruang kerja ku! kita bicara disana" ucap Elena dengan beranjak dari duduknya dia mendekati Velia yang sudah selesai makan bersama dengan pengasuhnya. Ayu juga sudah sejak tadi selesai, entah kenapa Asisten pribadi Elena hari ini sangat buru-buru makan malam! entah pergi kemana dia setelah makan. Ayu tidak mengatakan apapun pada Elena, sedangkan Elena juga tidak mau tau! apa yang dilakukan sang Asisten yang mana punya privasi sendiri di hidupnya. Elena, mengusap rambut panjang Velia dengan sayang! dia duduk di kursi samping Velia dengan pelan. "Bagaimana Queen??" tanya Elena dengan mengusap pipi chubby Velia Velia sejak tinggal dengan Elena kini dia tampak gemuk, pipinya terlihat chubby, berat badanya naik sangat drastis. Elena benar-benar memanjakan Velia seperti Tuan Putri yang sesungguhnya! tidak perna Elena berpikir kalau Velia adalah anak angkatnya. "Ma! aku sangat senang sekolah disana, semua sangat baik dengan ku!" sahut Velia dengan sangat ceria "Apa dia rewel disana Mbak??" tanya Elena pada Narse pengasuh Velia "Tidak Nona! Nona Muda sangat pintar" sahut Narse memuji Velia Elena tersenyum mendengar kalau Velia tidak rewel dihari pertamanya sekolah setelah tinggal bersama dengan dirinya. Velia harus mengenal dunia Luar seperti Elena! bedanya, kalau dulu Elena dibiarkan orang tuanya menjelaja kemana saja dia akan pergi! maka tidak dengan Velia. Elena sejak masuk sekolah TK dia tidak perna sekolah di Negaranya, dia berpindah-pindah tempat sekolah di Luar Negeri. Wajar kalau saat ini Elena mengusai banyak bahasa! bukan hanya itu saja Elena juga sangat genius dalam segala hal. Hanya saja semua tertutup cintanya dengan Angga! tapi tidak untuk saat ini, dia mulai membuka siapa jatih dirinya yang sebenanya. Dia adalah ketua geng Scorpio yang sangat ditakuti! bahkan banyak yang mengincar Elena, sayang tidak ada satupun yang selamat. Kepintaran, kelihaian, kecerdikan, ketajaman, kepekaan, kelincahan, semua dikuasai Elena yang sudah sering tinggal di Luar Negeri!. Banyak melihat Dunia Luar, banyak melihat banyak orang dengan berbagai karakter, sikap, tabiat, dan juga emosional. Sayang semuanya dia tutup rapat setelah kenal dengan Angga! dia menutup identitasnya sebagai putri kaya, kolomerat, dan juga putri bangsawan. Kini setelah perlahan kembali Elena bertemu dengan Dion, sama-sama penguasa, mereka sama-sama takut satu dengan yang lain. Mereka bisa dibilang sangat lah konyol! Dion takut dengan Elena, begitupun dengan Elena yang takut dengan Dion. Dion bukan hanya takut, dia juga terpesona dengan kecantikan, ketulusan, dan keberanian yang ada didalam diri Elena. Seperti saat ini Dion terpesona dengan Elena yang tengah bercerita, mendengarkan cerita Velia, terlihat begitu sangat sayang dan penuh cinta. Kehangatan yang Dion lihat saat ini, sangat terpengaru pada Dion! perasaan Dion menghangat, dia sama sekali belum perna melihat perempuan penuh dengan kehangatan seperti Elena. "Terbuat dari apa perasana perempuan ini??" batin Dion masih terpesona dengan keindahan yang ada didepan matanya. Dion menatap, mendengar, merasakan, semua yang Elena lakukan, katakan, rasakan, sampai dia mendengar suara Elena yang menggodanya. "Belum puas kah melihat bidadari syurga turun ke Bumi!!??" goda Elena "Ah??" Dion tersadar dari terpesonanya "Kenapa?? puas melihat ku??" goda Elena "Siapa yang menatap kamu?? aku melihat Velia yang sangat antusias bercerita" elak Dion Emmm.. Elena menganggukkan kepalanya dengan pelan, seolah dia percaya dengan kebohongan yang Dion katakan! padahal jelas kalau Dion menatapnya. Elena bisa melihat kedua pipi sampai ketelinga Dion terlihat sangat memerah, mendengar godaanya. Ghemm.. Dion berdahem untuk menetralkan detak jantungnya yang berdebar, melihat Elena yang menatapnya dengan tatapan mengejek. "Kamu jangan menatap ku seperti itu!" lirih Dion dengan mengusap keningnya yang tidak berkeringat Elena menautkan kedua alisnya mendengar apa yang Dion katakan! memangnya kenapa dengan tatapannya. "Mbak, bawa dia naik!" pinta Elena pada Narse yang sejak tadi berdiri disamping Velia "Baik Nona" sahut Narse dengan sangat patuh, dia membantu Velia turun dari kursi yang dia duduki penuh dengan ketelatenan yang sangat luar biasa. "Selamat Malam Mama!" ucap putri kecil kesayangan Elena "Malam Queen" sahut Elena dengan mencium kening Velia dengan sayang Velia meninggalkan Elena dengan Dion bersama dengan Narse, mereka melangkah ke arah tangga yang tidak jauh dari meja makan. Sepeninggalan Velia dan Narse, Elena kini beranjak dari duduknya dengan menghela napas lelah. Dia pindah tempat duduk didekat Dion yang masih saja menatapnya! entah apa yang ingin pria tampan yang dia simpan katakan. "Katakan??" ucap Elena "Apa??" tanya Dion balik, dia bukanya menjawab apa yang Elena tanyakan. "Kamu ingin tau untuk apa uang yang kamu beri??" lanjut Dion "Tidak!" sahut Elena dengan bersendakep d**a. Dion menaikan satu alisnya mendengar kata Tidak dari Elena, lalu apa yang Elena tanyakan pada Dion saat ini. Karena selain uang tidak ada lagi yang ingin Dion katakan pada Elena saat ini. "Lalu??" tanya Dion dengan sangat penasaran. "Kamu ingin tanya apa?? kenapa??" sahut Elena "Kamu terlihat sangat santai! seolah tidak tau apapun soal uang yang sudah aku gunakan" sahut Dion Emmm.. Elena diam, dia memang ingin tau uang yang dia berikan untuk Dion untuk apa! tapi apa kegunaannya setelah dia tau??. Toh dia sudah berikan jadi tidak masalah Dion gunakan untuk apapun, bahkan untuk menyewa perempuan di Luaran sana. Elena menggeser tempat duduknya agar lebih dekat dengan Dion! Elena mengarahkan kedua tangannya ke bahu Dion dengan pelan. "Dengar yah Tuan Muda Mahendra yang masih Amnesia! aku sudah berikan jadi aku tidak akan perna bertanya untuk apa?? tidak ingin tau berapa yang kamu gunakan! karena pada dasarnya, aku perempuan kaya dan tidak kekurangan uang sama sekali!" ucap Elena membuat Dion ternganga dan tidak bisa menjawab apa yang Elena katakan. Hah..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD