Calon Pengantin Pria Sudah Berstatus Menikah

1291 Words
"Maaf, pernikahan ini tidak dapat diproses secara legal. Calon pengantin pria sudah berstatus menikah dan belum bercerai!" tutur petugas catatan sipil yang membawa berkas identitas Jordan dan Chantal. Mendadak Jordan bengong karena syok berat. Sejak kapan dia menikah? Siapa yang dia nikahi selain Chantal? Ini sudah pasti kesalahan data identitas pribadinya, duga Jordan dengan yakin. "Coba sebutkan nama istri yang tak pernah saya nikahi itu, Sir! Perlu Anda tahu, seumur hidup saya belum pernah menikah sebelum hari ini," ucap Jordan dengan tegas menatap lurus ke petugas catatan sipil tersebut. Pria berkaca mata dengan rambut beruban kelabu itu membolak-balik dokumen di tangannya. "Di catatan resmi pemerintah kota Los Angeles ini nama pasangan Anda adalah Virginia Anne Willbury," jawab petugas bernametag Antonio Baldwin itu. "Saya belum pernah bertemu wanita itu satu kalipun. Dimana alamat rumahnya? Lebih baik saya suruh pengawal untuk menjemputnya dan memberi tahukan langsung kepada Anda bahwa kami tidak saling mengenal. Itu rekaman data yang eror dan sangat merugikan saya, Sir!" cecar Jordan kehilangan kesabarannya. Antonio pun menghela napas lelah, dia tak mengerti bagaimana kesalahan pendataan status penduduk untuk seorang pria berkedudukan terpandang seperti Jordan Fremantle bisa terjadi. Dia pun akhirnya mencari jalan tengah dengan memutuskan, "Baiklah. Sir, jemput saja wanita yang tertera di data kependudukan sebagai istri Anda untuk menjadi saksi ke mari. Kami akan tunggu untuk validasi kesalahan data tersebut bila memang wanita bernama Virginia Anne Willbury ini menyatakan hal yang sama dengan bantahan Anda." Dengan segera Jordan memberikan perintah tegas ke Donovan Bailey untuk mendatangi alamat rumah wanita yang tercatat legal sebagai istrinya di berkas kependudukan tadi. Dia berpesan bahwa wanita itu harus datang sendiri ke kantor cacatan sipil. "Jangan sampai wanita bernama Virginia Anne Willbury itu menolak datang ke mari! Lakukan cara apa pun baik halus maupun kasar bila dia menolak, Don!" ujar Jordan dengan nada galak. "Baik, Master Jordan. Saya permisi!" sahut Donovan lalu meninggalkan balai kota bersama keempat rekannya untuk menjalankan misi dari bosnya. Maka pernikahan itu pun ditunda hingga ada kejelasan status marital Jordan Fremantle. Kedua calon mempelai keluar lagi dari ruangan acara pengesahan pernikahan publik dan duduk kembali di bangku ruang tunggu. Wajah Jordan sangat mendung saat ini, dia duduk meluruskan kakinya sembari bersedekap bersebelahan dengan Chantal. Pria itu bungkam tak ingin mengatakan apa pun untuk menghindari amarahnya terpancing lebih dahsyat lagi. "Aku ingin ke toilet, Jordan!" ujar Chantal sebelum bangkit dari bangku di sebelah calon suaminya itu. Dengan acuh Jordan mengibaskan tangannya kepada Chantal seolah tak ingin diganggu. Tak ada pengawal yang mengikuti Chantal ke toilet balai kota. Kesempatan itu tak dilewatkan oleh David dan papa gadis itu untuk menjangkaunya. Ketika sudah sama-sama di lorong menuju ke toilet, kedua pria itu saling mengenali satu sama lain. "Astaga, Dave! Kau juga di sini untuk menjemput Chantal?" sapa Lawrence Brickman berpelukan dengan pacar puterinya itu. David Guilermo pun membalas, "Benar. Apa kabar Uncle Lawrence? Kita bertemu lagi di saat yang tak menyenangkan ini. Pria b******k itu merebut Chantal dan memaksanya untuk menikah. Aku mengacaukan data kependudukan status pernikahannya agar tak bisa menikahi Chantal!" "Good job, Kid!" puji Lawrence menepuk-nepuk punggung David. Setidaknya sekarang Chantal bisa mereka selundupkan meninggalkan balai kota, pikir papa Chantal. Ketika gadis itu keluar dari toilet wanita, dia telah ditunggu oleh kedua pria yang familiar baginya. Chantal pun berseru tertahan, "Papa, Dave! Kalian di sini—" "Ssttt ... kuharap kamu baik-baik saja, Chantal Sayang. Kita harus segera pergi dari tempat ini tanpa diketahui Jordan dan antek-anteknya!" Lawrence merangkul bahu puterinya lalu mencoba mencari jalan keluar dari gedung publik tersebut diam-diam. David Guilermo pun ikut saja dengan rencana papa pacarnya. Baginya yang terpenting adalah membawa kabur gadis pujaan hatinya dari pria b******k sok berkuasa itu. Dia tersenyum sinis sekilas saat melewati lorong yang mengarah ke kantor pencatatan sipil dimana Jordan tengah menunggu kejelasan status maritalnya yang dipalsukan olehnya. "Papa, kumohon kembalikan saja uang Jordan yang Papa ambil! Apa Papa tidak kasihan denganku yang harus menderita ditawan oleh pria kasar itu?" desak Chantal ketika mereka sampai di parkiran mobil di lantai underground. Lawrence menyeringai tak nyaman dengan keluhan puterinya. "Bersabarlah, Chantal Darling. Uang Jordan sangat banyak sebetulnya, 50 juta dolar bukan hal besar baginya. Dia bereaksi terlalu berlebihan," kelit pria tua bangka itu tanpa itikad baik mengembalikan uang modal pernyertaan yang ditipunya dari Jordan Fremantle. Mobil Pajero Sport milik David diparkir di sana. Mereka bertiga naik ke mobil tersebut dan meninggalkan gedung balai kota tanpa sepengetahuan Jordan serta anak buahnya. Setelah 15 menit berlalu semenjak kepergian Chantal, pria muda tajir melintir itu pun merasa resah. Dia memanggil pengawalnya untuk memeriksa keberadaan Chantal di toilet wanita. Ketika melihat pengawal tadi kembali dengan tergopoh-gopoh dan wajah panik, Jordan tak perlu mendengar penjelasan anak buahnya lagi. Dia bangkit berdiri berkacak pinggang seraya berteriak, "Cari calon istriku sampai ketemu. CEPAT!" Selusin lebih pengawal berhamburan menyisir balai kota Los Angeles untuk mencari keberadaan Chantal Brickman. Namun, mereka kembali ke hadapan Jordan dengan tangan hampa. "Sialan! Dasar t***l, kenapa kalian lengah dan membiarkan wanita lemah itu kabur?!" sembur Jordan dengan bertolak pinggang di hadapan anak buahnya yang tak berani menjawab makian dan sumpah serapahnya. Donovan Bailey sudah kembali membawa wanita yang tercatat identitasnya sebagai istri Jordan di data kependudukan. Dia merangkul bahu Virginia Anne Willbury seraya berkata, "Master Jordan, ini Miss Virginia!" Para pengawal lainnya menahan tawa mereka mendengar ucapan Donovan. Miss Virginia bermakna ganda, bukan hanya panggilan wanita yang dibawa oleh rekan mereka ke hadapan Jordan, tetapi juga seperti gelar wanita dalam kontes kecantikan Amerika Serikat yang mewakili negara bagian Virginia. Namun, Jordan sedang dalam mode serius. Dia menyapa datar wanita berparas biasa-biasa saja dan bertubuh kurus tanpa lekuk yang menggairahkan seperti Chantal Brickman du hadapannya. "Mari kita menghadap ke petugas kependudukan untuk meluruskan status pernikahan yang sama sekali tidak benar itu, Miss Virginia Anne Willbury," ajak Jordan berjalan mendahului wanita berusia awal 30 tahunan itu. Setelah wanita yang dibawa oleh Donovan tersebut memberikan kesaksian yang sebenarnya maka petugas kependudukan mengoreksi data status marital Jordan. "Baiklah, Mister Jordan Fremantle. Anda bisa menikah secara legal dengan Miss Chantal Brickman hari ini juga," ujar Antonio Baldwin dengan senyuman lebar di wajahnya yang membuat Jordan ingin meninjunya. Calon mempelai wanitanya sudah kabur dan petugas catatan sipil itu berkata dia bisa menikah sekarang. Hmm ... Jordan merasa amarah menggelegak dalam dirinya. 'Dasar petugas t***l!' umpatnya dalam hati. "Sayangnya calon istriku yang berubah pikiran dan kabur dari balai kota saat ini, Mister Antonio Baldwin. Andai saja kesalahan data kependudukan itu tidak terjadi tentu saja saya sudah menikahi Miss Chantal!" ujar Jordan menggeram menekan segala kemarahannya di hadapan pejabat publik tersebut. Situasi kikuk itu nampak begitu menggelikan di mata Miss Virginia dan ia pun tertawa terbahak-bahak tanpa memedulikan perasaan Jordan yang sedang meradang. Jordan pun melemparkan tatapan mautnya ke arah wanita tersebut hingga tawa itu sontak terhenti. Dengan kesal ia melangkah keluar dari ruang acara dan bertitah ke anak buahnya, "Aku tak mau tahu bagaimana caranya. Temukan Chantal untukku, dia harus menikah denganku secepatnya!" "Suruh sopir menjemputku di depan tangga balai kota, Don. Jangan buat aku menunggu lagi setelah segala kekacauan sedari pagi tadi!" perintah Jordan dengan nada yang tak ingin dibantah kepada kepala pengawalnya. Donovan Bailey pun menghubungi sopir pribadi bosnya untuk membawa mobil dari parkiran ke jalan bagian depan balai kota Los Angeles. Ketika rombongan pria bersetelan necis itu keluar dari pintu gedung balai kota, mobil limousine hitam mengkilat telah siap menunggu Jordan di tepi jalan raya. Sopir pribadi Jordan membukakan pintu mobil untuk majikannya. Tanpa membalas sapaan sopir pribadinya, Jordan naik ke dalam mobil. Dia diantar kembali ke Sky Eternity Intercontinental Tower tanpa kehadiran mempelai wanitanya yang cantik. Pria itu merasa emosinya bercampur aduk hingga rasanya ia ingin meledak saja. "Chantal, beraninya kau kabur dariku! Awas kalau orang-orangku menemukanmu. Aku tak akan segan-segan menghukummu, Cantik!" ujar Jordan sendirian di bangku penumpang limousine yang melaju di tengah jalanan kota Los Angeles.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD