Tapi ini bukan delusi. Itu memang Bisma. Kirana berlari ke gerbang untuk memastikan. Dan benar saja. Avanza hitam dengan plat L baru saja pergi dari sana. Kenapa Bisma datang? Bukankah tadi dia bilang sudah tidak mau lagi bertemu dengan Kirana? Tapi selarut ini Bisma justru datang menemui Kirana. Ada apa? Lagi dan lagi, sebuah tanda tanya besar muncul ke permukaan dan belum terkuak. Sebuah teka-teki yang harus Kirana pecahkan seorang diri. Kirana kembali ke kamarnya dengan perasaan kacau. Berulang kali dia mengecek layar ponsel seolah menantikan panggilan masuk. Dari siapa lagi kalau bukan dari Bisma? Jam di layar ponsel telah menunjukkan pukul sembilan lebih lima belas menit. Kirana merebahkan diri di atas kasur. Sebentar-sebentar, dia mengecek kotak masuk di aplikasi w******p dengan

