bc

Cinta Tak Direstui, Anakmu Aku Tiduri

book_age18+
73
ติดตาม
1K
อ่าน
ครอบครัว
จบสุข
โอกาสครั้งที่สอง
รักเพื่อน
เพลย์บอย
เกรียน
ผู้สืบทอด
หวาน
ชายจีบหญิง
สาสมใจ
ใจถึง
ฉลาด
วิทยาลัย
เมือง
ออฟฟิศ/ที่ทำงาน
ปิ๊งรักวัยเด็ก
like
intro-logo
คำนิยม

Artemis Alcatraz Cohza atau biasa dipanggil Aca

Anak satu-satunya

Selalu menjadi yang nomor satu dalam segala hal

Deva Alberald Cohza

Anak nomor dua

Menjadi yang ke dua itu tidak menyenangkan, karena ada nomor satu yang selalu menjadi patokan

Aca dan Deva lahir dihari yang sama, di rumah sakit yang sama dan tinggal di komplek perumahan yang sama.

Deva dan Aca masih memiliki hubungan saudara. Jadi, saat mereka jatuh cinta, keluarga adalah penghalang utama.

Tidak bisa memiliki Deva secara terang-terangan, Aca merayu Deva di kegelapan.

Tidak mendapatkan restu untuk pernikahan, Deva mendapatkan restu Aca di atas ranjang.

Bagi Aca, menaklukan Deva adalah kemenangan dan bagi Deva, saat nomor dua berhasil mendapatkan nomor satu. Itu disebut dengan kesempurnaan.

chap-preview
อ่านตัวอย่างฟรี
Bab 1. Melahirkan
"Ara sayang, kamu di mana?" Alca bingung melihat banyaknya pintu tertutup. "Kak, Ara di sini." Aurora membuka pintu kamar mandi dengan wajah pucat." "Sayang kamu kenapa? Mana yang sakit?" "Perut Ara kak, mules banget, terus ada air yang keluar." Alca melihat ke arah kaki Aurora dan benar saja lelehan ketuban Ara yang pecah terlihat sangat banyak. "Astaga, sayang kamu mau melahirkan." Alca segera membopong tubuh Aurora. "Alca!!! Aurora kenapa?" tanya Lizz panik. "Aurora mau melahirkan Mama." "What?!" semua yang di sana terkejut. "Aku panggil Marco." Lizz langsung menuju ruang operasi yang akan digunakan Queen menjalani cesar. "Marco!" "Beb, jangan masuk, oprasi akan segera dimulai." "Aurora, Aurora mau melahirkan." "Apa!!!" Marco seketika meninggalkan ruangan dan langsung mengikut Lizz menuju ruang bersalin untuk Aurora. Di sana Alca terlihat baru menghubungi Tasya dan David sambil menggenggam tangan Aurora dan sesekali mengelus perutnya. "Kakak, sakitt, sakit banget, perut Ara sakit kak!" "Iya sayang, sebentar ya, dokternya sebentar lagi datang kok." "Sakit, tapi sakit banget, Kak." Aurora terus menangis, membuat Alca ikut sedih dan menderita melihatnya. "Ara sayang, ini papa sayang, tahan sebentar ya sayang, Papa bakal obatin Aurora kok." "Cepat Papa, Ara nggak tahan, ini sakit banget, mules banget, sakit Papa ...." Marco ikut menangis melihat anaknya menderita. "Iya sayang, Papa segera obatin sayang." Marco keluar dari ruangan bersalin Aurora. "Siapkan oprasi untuk Aurora." "Tapi Pak, nona Aurora bisa melahirkan secara normal," ucap dokter. "Aku nggak perduli, siapkan ruang oprasi sekarang." Marco enggak tega melihat anaknya menderita seperti itu. Sementara di ruangan lain Junior yang sudah memakai pakaian dokternya bersama seorang dokter kandungan yang tentu saja seorang wanita masih menunggu kedatangan Marco. Junior terus menggenggam tangan dan mengelus rambut Queen dengan rasa sayang agar tidak merasa takut. "Dokter tunggu sebentar ya." Junior keluar dari ruang operasi dan mencari Marco karena tidak kunjung datang. "Pa, operasi Queen harus segera dimulai." Marco menoleh ke arah Junior, dia lupa Queen juga melahirkan. "Marco, cepat ke ruang operasi, Aurora keburu pingsan nanti," ucap David ayah mertua Aurora dan menarik tangan Marco. "Tapi Queen juga mau melahirkan." Joe sebagai besan sekaligus ayah dari Queen tak mau kalah dan menarik tangan Marco yang sebelah. Marco bingung, anaknya mau melahirkan, mantunya juga mau melahirkan. Dua-duanya Caesar. Mana yang harus dia selamatkan, mana yang harus dia bantu, mana yang harus dia utamakan. Dua-duanya berharga. Marco tidak bisa memilihnya. "Marco!!!" David menarik tangan Marco, begitu juga Joe. Junior mendesah melihat ke tiga orang tua saling rebutan, mendingan dia kembali ke ruang operasi dan menangani istrinya sendiri, toh sudah ada dokter kandungan profesional di sana yang membantunya, semua pasti lancar. "Marco, ayo ikut aku." Joe menarik Marco. "Kamu tangani Aurora dulu." David tidak mau kalah. Marco semakin frustasi. Berasa ingin bunuh diri. Kenapa mereka harus melahirkan barengan hari ini. "Woy, b*****t minggir!" Semua orang menoleh ke asal suara. Alxi menaruh Nabila ke atas hospital bed didampingi Xia, sedang Pete menggendong Dava, dengan santai dia menghampiri Marco. "Bini gue mau melahirkan, Marco cepet tangani, dan kalian berdua minggir." Alxi menepis tangan David dan Joe, lalu merangkul Marco dan menyeretnya pergi begitu saja. David dan Joe melongo seketika. "What!!!" *** Setelah keributan, kehebohan dan kepanikan yang terjadi di rumah sakit, akibat Aurora, Queen dan Nabila yang melahirkan secara bersamaan dan sama- sama Caesar, akhirnya semua bayi keluar dengan selamat. Queen melahirkan anak kembar, Aurora seperti Cavendish pada umumnya mengalami sungsang dan Nabila yang punya riwayat penyakit ginjal juga tidak bisa melakukan kelahiran normal. Tiga operasi yang membuat Marco berlarian ke sana, ke mari seperti dikejar anjing rabies. Lalu hari ini, tujuh hari setelah hari kelahiran mereka, si bayi akhirnya dikumpulkan karena akan di adakan aqiqah sekaligus syukuran. Karena David besannya Marco, Joe juga besannya Marco, maka acara dilakukan berbarengan di rumah Marco. Alxi walau anaknya tidak di aqiqah tapi tetap nebeng syukuran biar enggak keluar dana. Sepertinya keinginannya nebeng perayaan ulang tahun anaknya terwujud, bukan hanya nebeng dengan Alca, dia juga bisa nebeng ke Junior saat anak keduanya berulang tahun. Junior dan Queen menggendong anak mereka masing-masing dan membawa ke hadapan keluarga. Tasya yang menggendong anak Aurora dan Alca, sedangkan Alxi menggendong bayinya sendiri. Anak Alxi cowok. Anak Alca Cewek. Anak Junior Cowok dan cewek. Komplite. "Si kembar nongol juga akhirnya, Kak Deva sudah nungguin dari tadi," ucap Alxi menunjuk anak keduanya yang masih tidur. "Aduh, si kembar imut banget." Joe mencolek cucunya. "Sini mams gendong." Vanilla sang ibu dari Queen yang gemas segera mengambil bayi dari gendongan Queen. "Aku juga mau gendong." Liz ibunya Junior tidak mau kalah dan menggendong bayi di tangan Junior. "Kita sudah jadi oma dan opa sekarang," ucap mereka semua bahagia. "Hallo kembar, hallo cantik." Jovan dan Javier yang merupakan sepupu menyapa anak kembar Junior dan bayi Aurora. "By the way, siapa namanya?" tanya Raja yang juga ikut melihat ponakannya. "Deva," jawab Alxi enteng. "Kita nanya nama anaknya Alca sama Junior, bukan anak lo." "Kalau si kembar aku tahu siapa namanya," ucap Alxi. Duo J dan Junior melihat Alxi. "Pasti nama anak Lo Juki, plesetan dari Junior dan Qi, Juki Stevano Cohza," ucap Alxi sambil tertawa terbahak-bahak. Queen memukul kepala Alxi. "Sadis banget Lo sekarang." Alxi mengusap kepalanya. "Ck, Lo tuh bisa nggak sih beri nama yang kerenan dikit," protes Queen. "Bisa lah, nama anak gue saja keren, Deva Alberald Cohza," ucap Alxi bangga. "Selanjutnya Doraemon Alberald Cohza," sahut Jovan dan semua langsung tertawa. "Itu mah nama Lo, Lo tinggal jiplak, cuman nambahin Dava sama Deva gue juga bisa." tambah Javier. "Jadi siapa namanya si cantikmu?" tanya Jovan ke Alca, karena bayi-bayi sudah dibawa para oma dan dipamerkan ke seluruh tamu. "Arthemis Alcatraz Cohza." "Bagus, tapi bagian belakang cuman copas ya, sejenis kau sama Alxi." Giliran Jovan di geplak sama David. "Ngatain cucu gue kalian?" "Nggak Om elah, cantik kok namanya, bayinya juga cantik." "Iyalah, cucu aku emang paling cantik." David berlalu dengan wajah sombongnya. Semua orang berdecak melihatnya. "Jadi siapa nama si kembar?" tanya Javier penasaran. "Justine Ace Cohza." "Juliete Ace Cavendish." Hening. "Berasa nggak Jav." "Iya berasa banget Jov." "Ada acenya, mungkin karena bapaknya macem balok es." "Dingin semriwing." "Lagian namanya kagak nyambung." ucap mereka serentak lalu tertawa terbahak-bahak. Kembali pukulan mendarat di kepala mereka. Duo J mengusap kepalanya sambil meringis, Junior menatap mereka tajam, Queen menyilangkan tangan di depan d**a. "Sudah sih, perkara nama saja ribut, namanya bagus semua kok." Raja menengahi, tapi malah dapat tatapan maut dari semua orang. "Okey, tutup mulut." Raja seolah menutup resleting mulutnya, nasib kalau paling muda ya begini, selalu salah. "By the way, anak kita kan seumuran nih, anak gue dua cowok, anak Junior cewek sama cowok, anak Alca cewek," ucap Alxi membuat semua perhatian tertuju padanya. "Terus?" "Kalau mereka sudah gede, ada yang mau besanan sama gue?" tanya Alxi percaya diri. Queen menatap Alxi ngeri. Aurora menggeleng. "No!" "Ogah!" "Nggak akan pernah." Ucap Junior, Alca dan duo J serentak, lalu dengan kompak meninggalkan Alxi sendirian, sangat tidak berminat untuk besanan dengan dirinya. Alxi menatap anaknya Deva di dalam pelukan dengan wajah bingung. "Kenapa? Anak gue ganteng ini?" tanya Alxi tidak terima. "Ish, pada sok jual mahal ya nak, biarkanlah, nanti kalau sudah tahu seganteng apa dirimu pas sudah gede pasti anaknya si Alca dan Junior bakalan klepek-klepek sama kamu," ucap Alxi bicara dengan anaknya sendiri. Tidak pernah menyangka bahwa, perkataan yang dia ucapkan dengan asal, akan terjadi di masa depan.

editor-pick
Dreame - ขวัญใจบรรณาธิการ

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
65.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook