Twins Lover's Part 4 Rencana Perjodohan

1276 คำ
Author Pov. Spindler University pagi ini cukup sepi, hari ini hari sabtu, hanya kelas tertentu yang memiliki jadwal kuliah di hari sabtu, Cheril tentu saja dia ada kuliah, hanya hari minggu dan tanggal merah saja dia libur, walau begitu selama satu minggu ini dia cukup enjoy menikmati rutinitasnya sebagai mahasiswi. Entah kenapa Cheril bertemu lagi dengan Elthan, tapi lagi lagi Elthan hanya melewatinya, tanpa menyapa ataupun tersenyum, apa mungkin dia Ethaan, tapi bukannya Ethaan di fakultas kedokteran, kenapa dia di fakultas bisnis. Ahhh masa bodo lah, mending Cheril segera masuk keruang kelasnya, lima belas menit lagi perkuliahan di mulai lebih baik dia belajar dulu. Cheril menyelesaikan satu mata kuliahnya hari ini, tapi bukan berarti Cheril langsung kembali ke asrama, ada beberapa buku yang ingin dia baca sebagai referensi tugasnya hukum bisnisnya, mungkin nanti dia akan tanya tanya sedikit dengan Tania, karena memang dia anak hukum kan. *** Ethaan sedari tadi duduk di perpustakaan fakultas bisnis, dia tentu saja mengamati wanita yang mampu membuatnya berpaling dari buku kedokteran. Bahkan dari informannya Ethaan mendapat Salinan mata kuliah Cheril, nomer kamar Cheril, orang tua Cheril, kegiatan Cheril, walau sepertinya Cheril sengaja menyembunyikan identitasnya, hal itu semakin membuat Ethaan penasaran anak seorang Devan menyembunyikan identitasnya wow... mungkin nanti kalau dia bertemu uncle Devan dia akan bertanya secara langsung. Jika Elthan mendapat perusahaan milik Xander nantinya, maka Ethaan mendapat rumah skait dan Secret secrurity milik Orlando dan KEN’S milik Kezia. Sementara Ale, dia akan mendapat Yayasan Spindler, yang saat ini di kelola Kezia. Dengan adanya KEN’S di tangannya saat ini bukan hal sulit bagi Ethaan mencari hal hal yang cukup rahasia. Cheril keluar dari perpustakaan ini sudah jam satu, dia belum makan siang, lebih baik dia meminjam bukunya, dari pada dia menyelesaikan disini bisa pingsan nanti. Setelah mengurus peminjaman buku Cheril segera kekantin, tumben sekali cukup lenggang, biasanya kantin ini sangat ramai sekali, tapi dia bersyukur, dia bisa makan sambil melanjutkan belajarnya. Lagi lagi Ethaan mengawasi Cheril dari jarak yang cukup jauh, namun dia bisa memperhatikan gerak gerik Cheril. Ethaan memandang tidak suka pada segerombolakn laki laki yang terang terangan melirik Cheril, memang Ethaan akui Cheril cantik, tinggi, putih, cewek blasteran Indo kanada ini memang sungguh cantik. “Ethaan, lo ngapain disini?.” Tanya Zio teman satu tongkrongan mereka, walau Ethaan memang jarang ikut nongkrong. “Makan,” Jawab Ethaan singkat. “Ohhh,,, tapi tumben lo di fakultas bisnis, Elthan enggak kuliah kalau lo lupa.” Zio cukup heran dengan Ethaan, biasanya Ethaan bisa seharian di laboratorium atau di perpustakaan fakultas kedokteran, ini kenapa nyasar sampai di fakultas bisnis coba. “Heemmm,,,” Ethaan hanya berdehem, dia melanjutkan makannya seolah olah memang dia hanya makan, padahal sasaran utamanya mengawasi Cheril. Ethaan terjebak dengan Zio dan Bryan, jadi dia tidak bisa mengikuti Cheril lagi, dasar pengganggu saja, tapi hari ini cukup lah, semoga tidak ada yang mengganggu Cheril lagi seperti beberapa hari yang lalu, walau Ethaan telat memberi pelajaran pada cewek yang mengusik Cheril tapi itu cukup sepadan dengan apa yang sudah dia lakukan pada Cheril. *** Cheril sampai di asramanya, sore ini cukup sepi biasanya banyak mahasiswi yang duduk taman atau di depan minimarket asrama tapi ini cukup sepi hanya satu dua orang saja yang lewat. Cheril sampai di kamarnya, sepi sekali, apa mungkin dua temannya itu pulang ke rumahnya, tapi kenapa kok rapi banget, tumben, biasanya berantakan banget kamar ini, kecuali bagian Cheril. Cheril baru saja selesai mandi, dia mendengar pintu kamarnya di ketuk, Cheril segera membuka pintu. “Anggika kenapa?.” Tanya Cheril tumben temanannya itu mau main ke kamarnya biasanya dia enggak mau gara gara Tania yang suka pamer barang mewah. “Gue pindah kesini, denger dari ibu asrama Tania pindah kamar, diakan temannya Gea, cewek yang sobekin buku lo kalau enggak salah,” Cheril hanya mengangguk. “Terus prisila kemana ya?.” Tanya Cheril, bingung, pasalnya Prisila tidak memberi kabar padanya, biasanya dia chat Cheril jika dia pergi. “Pulang palingan, gue mau beres beres dulu ya.” Cheril mengangguk, “Mau gue bantuin enggak?,” Tanya Cheril. “Enggak usah, mending lo makan dulu, tadi gue beli pizza,nihhh,,” Anggika menyerahkan satu box pizza pada Cheril. “Lo tau aja gue laper banget,, tapi thanks ya,,” Anggika hanya mengangguk, dia mulai membuka kopernya, mengeluarkan bajunya, menata di lemari, lalu menata buku di meja belajarnya dan tas di gantungan yang sudah di sediakan. “Gue balik ke kamar yang lama dulu, sepatu gue belum gue ambil,” Cheril hanya mengangguk, dia masih menikmati pizza yang Anggika bawakan. *** Ethaan baru saja masuk kedalam rumah ketika melihat Elthan sudah rapi dengan bajunya. “Weehhh gue kira lo nginep di lab,” Sapa Elthan pada kembarannya. “Mau kemana lo?.” Tanya Ethaan balik, tentu Ethaan enggak akan menanggapi sindiran Elthan. “Jalan lah sama cewek gue, emangnya lo jomblo terus,” Balas Elthan. “Lo udah enggak galau lagi ya, bukannya lo di tolak sama anak baru itu?.” Tanya Ethaan. “Ya kali cewek Cuma satu, ada cewek lain lah,, masak iya gue terus terusan berharap pada yang tak pasti, mending nyari yang pasti aja, udah ya gue cabut dulu, byee,,” Ethaan hanya geleng geleng, untung Cheril kemarin menolak Elthan, andai dia menerima Elthan lalu Elthan menyakiti Cheril mungkin Ethaan akan menghajar Elthan sampai babak belur. “Akhirnya anak Mommy pulang juga,” Ethaan baru berjalan sampai di ruang keluarga, dia melihat Mommynya sedang membaca majalah sedangkan Daddynya mungkin mengerjakan file file yang menumpuk di laptopnya. “Ethaan mandi dulu Mom, nanti Ethaan turun lagi,” Kezia mengangguk. Ethaan segera pergi ke kamarnya di lantai dua. Ethaan sedang makan malam bersama Mommy dan Daddynya, Ale dia ada pramuka di sekolahnya jadi dia menginap di sekolah, Elthan tadi sudah keluar sama ceweknya. “Ethaan, kapan kamu mau kenalin pacar kamu??.” Tanya kezia, Kezia hanya menggoda anak laki lakinya itu, bahkan Kezia merasa aneh dengan kedua anaknya, yang satu suka main cewek yang satu anti banget sama cewek. “Ethaan enggak akan buang buang waktu, untuk pacaran, kalau udah mantep ya nikah aja,” Balas Ethaan. “Mau enggak Mommy jodohin sama anaknya Tante Letisha?.” Tanya Kezia lagi, dia hanya menggoda Ethaan, syukur syukur dia mau. “Key, jangan menjodoh jodohkan anak kita, biarkan mereka memilih jodohnya sendiri,” Tegur Xander, “Kalau cocok kenapa tidak Dad,” Balas Ethaan. Balasan Ethaan barusan mampu membuat Xander dan Kezia saling lirik, waahhh anaknya memang sudah dewasa sepertinya. “Ethaan kamu serius?. Akhirnya bisa besanan juga sama Letisha,,,” Kezia langsung heboh sendiri, membuat dua laki laki beda generasi itu hanya bisa geleng geleng. “Tapi Mom, bukannya anak Tante Letisha itu baru SMA?,” Tanya Ethaan, pura pura tidak tau padahal dia sudah tau jika Letisha memiliki anak perempuan dengan usia yang sama dengannya. “Kamu masih ingat Cheril kan? Tapi Mommy enggak yakin kamu ingat, gini aja, minggu depan kan Mommy sama Tante Letisha mau ngadain gala dinner keluarga, sekaligus menyambut kedatangan Cheril anak Tante Letisha baru pulang dari Kanada, dia juga kuliah di Spindler, tapi dia semester tiga kalau enggak salah,” Ethaan hanya mengangguk. “Kosongin jadwal malam minggu depan, Mommy enggak mau kamu enggak hadir, atau Mommy tutup secara paksa lab pribadi kamu,” Ethaan hanya mengangguk, memang selain anti dengan cewek Ethaan juga jarang bahkan hampir tidak pernah ikut gala dinner atau pun pesta para anak muda, Ethaan lebih suka di lab, menbuat eksperimen ataupun belajar di perpustakaan pribadi di kamarnya. *** Cheril sendirian di kamarnya, Prisila benar pulang kerumah orang tuanya, sementara Anggika beru saja keluar dengan Bryan, mungkin malam ini dia tidak akan pulang karena asrama tutup jam setengah sepuluh malam, sementara Anggika bilang dia akan kumpul di club hingga pagi. Awalnay Cheril di ajak, namun Cheril enggak mau, walau bukan hal baru lagi main ke club tapi Cheril belum kenal betul orang orang disini, dia enggak mau di jebak salah satu dari mereka. Elthaan melampiaskan kekesalannya pada alcohol, walau dia sudah memiliki cewek baru namun dia masih kesal dengan Cheril, memang dia siapa sih, berani beraninya menolak Elthan, walau dia sudah tau siapa Elthan, tapi kenapa masih menolak Elthan. Atau jangan jangan benar Cheril sudah punya pacar, tapi enggak mungkin deh,, ahhh masa bodoh deh.. Elthan menuangkan lagi tequellanya kedalam gelas, walau dia sudah merasa mabuk, namun dia ingin menghilangkan bayang bayang Cheril dari otaknya.
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม