Tiga: SI POLOS EARL

910 คำ
Kedua potongan tangan dan kepala jenazah Glenn Hudson, salah seorang asisten Senator Thompson, ditemukan tadi pagi oleh penjaga kantor, di ruangannya. Menurut tim forensik, darah di tempat kejadian perkara diperkirakan masih baru. Wayne, detektif kepolisian Devensville, memperkirakan ada motif balas dendam dalam pembunuhan ini. ‘Ya. Meski begitu kami belum tahu pasti. Aku dan teman-teman akan terus mengumpulkan bukti supaya pembunuhnya bisa segera ditangkap. Istri korban, Michella Hudson pun tengah dimintai keterangan terkait kejadian ini—siapa tahu saja ada yang mencurigakan dari Glenn Hudson, beberapa waktu sebelumnya.’ Aku mendengus, berusaha menghilangkan jengahnya pagiku yang diisi oleh kabar itu. Aku memalingkan pandang ke arah lain, ketika acara berita pagi Queensberry berganti ke set studio.  “Mungkin saja itu pembunuh bayaran, Depht?” “Ya, bisa jadi. Kita sama-sama tahu sepak-terjang Senator Thompson dalam segi strategi politik, di bawah arahan dan nasihat-nasihat Glenn Hudson. Dia orang yang luar biasa.” “Ya, kami dari Daily Queensberry, turut berduka atas kejadian ini. Lanjut ke berita berikut; Tim Rugby Queensberry lolos ke semi final Liga Rugby Amerika! Oh, akhirnya, kita dapat bersorak-sorai, Depht!” “Oke, Francis, hentikan wajah itu. Mari kita lihat saja beritanya. Ini dia.” Oke, berita berganti ke kabar lain. Bagus. Aku sungguhan tak menikmati pasangan pembawa acara berita pagi andalan Daily Queensberry itu. Malas, dengan tubuh yang masih menempel erat di atas sofa, berselimut, aku meraih ponsel. Oh, ternyata ada...lima belas (?)—wow..—panggilan tak terjawab di sana. Silakan kau tebak dari siapa itu. Aku meneleponnya balik. Terdengar nada sambung di seberang sana. Orang itu cepat mengangkatnya. “Earl, ada apa meneleponku? Maaf tadi ponselku di-silent...” “Ah, Laura! Ya, aku menelepon karena ingin menanyakan keadaanmu. Kata ibumu, kau sakit. Demam, Sayang?” Kutambahkan terkekeh pelan, tidak percaya atas tindakan sangat peduli-nya. Itulah yang biasa ditunjukan sisi humanisku.  Khawatir lalu menelepon sampai berkali-kali tanpa lelah? Hanya Earl yang seperti itu. Dia pria yang peduli. “Ya...begitulah. Agak sedikit radang—” Tiga... Dua... Satu. Aku terbatuk, agak parah. Suara Earl makin terdengar khawatir. Secara bersamaan, deru nafasnya menunjukan kalau ia menyesal tidak bisa ada di sini bersamaku sekarang. Oh, aku teringat. Karena ulahku semalam, pasti seluruh jajaran kepolisian Devensville tengah ada di kantor Sheriff Charles dan mengadakan rapat internal tentang kasus ini. Hm, jangan sampai saja mereka akan nekat memanggil lawan-lawan politik Senator Thompson dalam penyelidikan nanti.. “Hei, aku akan ke sana setelah selesai, ya? Tunggu aku. Mau dibawakan apa?” “Tidak usah membawa apa-apa. Cukup dirimu saja yang ke mari.” “Baiklah. Tapi aku akan tetap membawakan sesuatu untuk kudapan kita.” Aku bisa merasakan Earl tersenyum lebar di seberang, seolah ada bohlam ide di sisi kepalanya. “Menonton, oke?” Benar saja.. Aku tergelak lagi mendengar ajakannya, seraya mematikan televise. “Serial teve favoritmu itu lagi?” tanyaku kemudian. Ya, supaya kau tahu, Earl menyukai satu serial teve, judulnya CSI-NY. Serial teve itu berkisah tentang sebuah grup detektif yang menginvestigasi TKP-TKP di New York. Dia terinspirasi menjadi polisi, lalu detektif adalah gara-gara menonton serial teve itu. Keinginan terbesarnya sebelum pensiun dari kepolisian adalah menggapai jabatan detektif. Yah, setidaknya sepertinya dia akan kuanggap lulus dan naik jabatan ke sana jika berhasil memecahkan kasus ini sendiri—dalam artian, lebih dari lima puluh persen Kepolisian Devensville memakai intuisinya untuk menangkapku. Tapi, apakah dia bisa? Earl sangat mencintaiku. Sejak lama. Dan hm, yah—aku tidak mau menjelek-jelekan dia, tapi Earl tidak unggul dalam nilai logika ketika mengambil pendidikan di akademi. Dia unggul dalam tes fisik.   Hahaha... Entahlah. Kita lihat saja siapa yang akan berhasil memecahkan pembunuhan Hudson. Atau bisa jadi Kepolisian Devensville akan bersikap masa-bodoh terhadap itu dan berubah menjadi menutup kasusnya? Kita lihat saja nanti. “Hei, jangan menghina mereka. Kau tahu, mereka itu—” “Tuan Hawkins! Perhatikan ayahmu menjelaskan!” Ah, ternyata benar; aku meneleponnya di tengah pertemuan. Duh.. Maafkan aku, Early. Akhirnya, seperti pembicaraan-pembicaraan yang terpotong sebelumnya, Earl mengakhirinya dengan pamit cepat. “Laura, aku akan datang, oke? Aku pergi dulu.” “Ya.” Dan, sambungan diputus Earl. Dari sini, aku hanya bisa menatap layar ponselku dengan termenung. Sisi melankolisku terbangkitkan. Sisi yang biasanya selalu jujur terhadap apapun. Dia diam, menatap layar ponsel dengan mata yang berangsur sedih, menyesal. Lalu sisi itu berpikir, apa sebaiknya...aku menyerahkan diri...? Tidak! Dan, perang batin dimulai. Seringkali perang diantara sisi-sisi dalam diriku bisa berlangsung seperti perang dunia kedua. Dua sisi yang saling berlawanan di sana bisa kau ibaratkan dengan sisi timur dan barat ketika perang dingin terjadi. Sisi Amerika dan Rusia. Temperamental menimpal dengan cepat, tidak setuju dengan pikiran itu. Langkahmu sudah benar dengan membunuhnya. Jangan pedulikan seisi kota atau orang yang akan menyelidikimu. Beberkan saja semua fakta kecurangan Hudson, maka kau akan dimaafkan. Humanisku pun menenangkan, mencampuri pembicaraan Temperamental, dan Melankolis. Dia membenarkan tindakanku jika dilihat dari segi dampak secara sosial. Dia membenarkan kalau manusia b***t seperti Hudson harus dilenyapkan, demi terbangunnya pemerintahan yang adil dan bijaksana bagi Rakyat Amerika. Seketika aku jadi mengkhayalkan begitu saja kalau akan ada sekumpulan sepertiku yang akan menghabisi orang-orang seperti Hudson ini ahaha.. Ya...ya. aku sudah bertindak benar. Sekarang, yang harus kulakukan adalah hanya diam, dan menonton Earl serta seisi distrik—bahkan kota Devensville—menyelidiki kasusnya. Ah, betapa kegiatan itu akan jadi hal yang membosankan.. O ya, aku tahu! Aku akan sedikit berkunjung siang hari ini, ke makam seseorang yang benar-benar dibunuh oleh pembunuh bayaran. Kau mau tahu siapa? Baca terus. Jangan berhenti.    . . . BERSAMBUNG ....
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม