SEPATU TUAUpdated at Jun 17, 2026, 10:48
Nayla adalah seorang gadis piatu ia kehilangan ibunya dan tidak memiliki keluarga lain yang bisa diandalkan. Satu-satunya peninggalan berharga yang tersisa darinya adalah sepasang sepatu tua yang sudah usang, namun menyimpan kenangan mendalam dan pesan kehidupan yang tak ternilai harganya. Ia kemudian tinggal bersama Rosa, wanita yang bersedia menampungnya, beserta putranya Satrio, dan kemudian menantu perempuan Satrio bernama Miranda yang bersikap dingin, angkuh, dan selalu memandang rendah Nayla. Bagi Rosa dan Miranda, sepatu tua itu hanyalah barang rongsokan yang tidak ada gunanya. Mereka merasa benda itu membuat Nayla menjadi keras kepala dan tidak mudah diatur, sehingga bertekad untuk mengambil dan menghancurkannya. Menghadapi ancaman yang terus-menerus, Nayla bertindak cerdik: ia membeli sepatu yang mirip persis di pasar loak sebagai umpan, sementara sepatu asli peninggalan ibunya disembunyikan dengan sangat rapi di tempat yang sulit ditemukan. Ketika akhirnya sepatu tiruan itu ditemukan dan dibakar, mereka merasa telah menang tanpa menyadari bahwa barang yang sebenarnya tetap aman terjaga. Namun, kecurigaan perlahan tumbuh kembali. Ketika rahasia itu terbongkar, amarah Rosa dan Miranda meledak. Mereka menyiksa Nayla dengan kejam, menahan makan dan minumnya, serta memaksanya bekerja berat demi memaksa gadis itu menyerahkan sepatu kesayangannya. Meskipun tubuhnya menderita dan melemah, semangat Nayla tidak pernah patah ia rela menahan segala penderitaan demi melindungi satu-satunya ikatan yang menghubungkannya dengan ibunya. Setelah campur tangan kepala desa dan warga setempat menghentikan penyiksaan secara terang-terangan, dendam Rosa tidak kunjung padam. Ia menyewa orang suruhan untuk menyingkirkan Nayla secara paksa. Saat sedang berada di pinggir hutan mencari tumbuhan obat, Nayla dikepung dan terdesak. Dalam perjuangan melindungi sepatunya, ia terjatuh ke jurang berbatu dan gugur. Namun hingga napas terakhirnya, tangannya tetap erat memeluk sepatu tua itu tidak pernah terpisah, bahkan dalam kematian sekalipun.