Tegarnya ElinUpdated at Apr 20, 2022, 22:45
Elin adalah sosok gadis berparas cantik, sering mendapat cemoohan dari teman kelas, maklum anak rata -rata konglomerat, pulang dari sekolah Elin menjual cemilan keliling demi memenuhi kebutuhan keluarganya, Raka adalah sosok pria idaman di kelas Elin, dia sangat cinta pada Elin, segala cara dilakukan demi mendapatkan cinta Elin, namun Elin merasa tidak pantas bersama dengan Raka karena dia adalah orang kaya dan orang terpandang di daerah itu, apapun alasan Elin, Raka tetap berharap Elin mencintainya. sungguh diluar dugaan ternyata Zara diam - diam mencintai Raka dan Zara tidak ingin Elin bersama Raka, dia melampiaskan amarahnya ke Elin dengan menampar dan mempermalukan Elin, dengan peristiwa itu Elin akhirnya menjauhi Raka, walaupun dia di anggap sampah di tengah tengah anak konglomerat namun dia tetap menjaga harga dirinya, penderitaan yang dia alami tidak pernah hilang, merasa bahwa Allah mungkin telah memberikan takdir yang harus dia jalani, berharap secercah pelangi namun apa daya semua itu hanya harapan, entahlah sampai kapan penderitaan yang dialaminya, asa yang tak berwujud menyakitkan hati, menghantar pada penderitaan yang membuatnya lelah, air matanya seakan sudah habis karena derai air mata yang tiada henti.
Raka ikut merasakan kepedihan karena ditolak cintanya oleh Elin dengan alasan bahwa dia tidak menambah penderitaannya dengan hal cinta, dia tidak ingin menyakiti hati orang lain cuman karena sikapnya cukup penderitaan itu dia rasakan, dia hanya mengungkapkan perasaan yang sebenarnya bahwa dia sangatlah mencinta Raka namun apa daya sekolahnya akan terancam jika tetap melanjutkan hubungan itu.
Karena merasa kecewa Raka melampiaskan perasaanya dengan Susi gadis pindahan baru dari Samarinda, dia memperlihatkan Elin dengan memeluk Susi didepannya, berharap Elin cemburu dengan keadaan itu, walau perasaan hancur namun Elin tetap kuat dihadapan Raka, jikalau malam Elin akan melampiaskan sakit hatinya dengan berteriak sekuat-kuatnya, bertanya kepada bintang, bertanya kepada bulan dan bertanya kepada malam akankah Allah memberikan penderitaan tanpa akhir, semuanya diam membisu,angin malam sepoi-sepoi menyentuh muka Elin, seakan-akan mengelus dan membujuk untuk sabar, penderitaan yang dialaminya di menghantarkan pada fisiknya yang semakin lemah, akhirnya Elin pun sakit dan tidak sadarkan diri, semuanya menangis melihat keadaan Elin dia hanya di rawat di rumah karena tidak memiliki uang untuk biaya ke rumah sakit.
Raka penasaran karena beberapa hari Elin tidak masuk sekolah akhirnya dia ke Rumah Elin, alangkah terkejutnya melihat keadaan Elin yang tergeletak lemas, dia bergegas membawa Elin ke Rumah sakit.