Story By Drwgmooi Joseph
author-avatar

Drwgmooi Joseph

ABOUTquote
Semua kisahku di sini, khusus dipersembahkan untuk kalian semua. Kunjungi IGku drwgmooi. Aku tunggu kalian semua readers terpilih untuk bisa berbagi suka duka denganku.
bc
Jejak Sang Perawan 25 Tahun Kemudian
Updated at Jun 22, 2024, 18:46
“Saras, wangi tubuhmu tidak pernah berubah bahkan kesintalannya tidak lekang oleh waktu,” bisik Wira menelusuri dengan lembut setiap lekuk torso teman tidurnya dengan labiumnya yang basah. “Kamu juga masih pria kutu buku paling tampan yang selalu buat aku enggan berpisah. Meski, kamu menghilang begitu saja, selalu ada kesempatan untuk reuni.” Saras singkirkan untaian rambut yang jadi penghalang rasa nikmat yang Wira suguhkan. “Apakah, hubungan kita masih sama seperti pertama kali kita berjumpa?” “Ya, tanpa status dan tidak libatkan hati dan perasaan.” “Tidak peduli siapa pun diriku yang sebenarnya?” “Aku tidak ingin pikirkan hal yang rumit. Kebersamaan kita saat ini, yang terpenting bagiku.” “Permainan kali ini aku ingin tanpa pengaman. Aku ingin merasakanmu tanpa penghalang apa pun?” “Tidak akan ada yang kusesali dan kutuntut darimu. Vonis dokter untukku sudah jelas. Aku milikmu seutuhnya, Wira.” Dua insan yang tidak ingin memberi arti pada relasi mereka tapi sama-sama berat untuk melepaskan diri. Seperti apa ujung dari kisah Saras yang harus bersembunyi dari Wira yang ternyata juga punya topeng pribadi? Cover sampul didesain oleh Lanamedia.
like
bc
Pernikahan Kontrak Si Janda
Updated at May 13, 2024, 21:01
“Selamat pagi!” sapa Maya sedikit mengencangkan suaranya. Leo ikut membeo mengucapkan selamat pagi berulang kali, khas celoteh anak usia balita. Jantung Nanda berdebar semakin kencang saat ada balasan dari dalam rumah diikuti bunyi langkah kaki. “Sel…” kata Rico terperanjat melihat tamu yang ada di hadapannya sekarang. Ucapannya terputus. Bola matanya membulat sempurna seperti ingin keluar dari rongganya. “Papa!” panggil Leo membuat gadis yang sedang bersandar di bahu Rico memandang Leo. Wajah mungil itu begitu cantik. Rico tidak bereaksi pada teriakan Leo sama sekali. Nanda pun menahan lengan putra sulungnya agar tetap di tempat dan tidak perlu mendekati pria yang ia masih kenal sebagai ayahnya. “Akhirnya kita bertemu juga. Ini anak kedua kamu.” Nanda menyampaikannya dengan tegas. Tidak ada senyuman. Wajahnya tanpa ekspresi. Lukman yang sudah Nanda gendong juga dalam keadaan tenang. Nanda tidak tahu apa yang Rico pikirkan. Tapi, ia tidak peduli. Ia harus sampaikan niatnya. “Aku ingin minta cerai.” Nanda tidak ingin basa basi lagi. Rico dengan cepat membalas, “Kita tidak pernah menikah secara sah. Aku tidak punya kewajiban untuk menceraikanmu. Kamu bebas.” Rico tertunduk menatap punggung Nanda yang menjauh. Apakah ia menyesal? Foto sampul dan desain dari Canva
like
bc
Pesona Jelita: Menjerat Pasangan Sejati Ayahku
Updated at Feb 22, 2024, 19:51
“Syukurlah, Ibu sudah lepas dari masa kritis. Sayangnya, kami tidak bisa selamatkan janin dalam kandungan Ibu.” “Ja…bang ba…yi, Dok?” sahut Jelita terbata-bata setelah jeda sejenak. “Ibu sedang hamil sekitar tiga puluh hari. Tapi, sekarang Ibu sudah aman. Hanya butuh istirahat saja.” Jelita tidak lagi peduli dengan penjelasan dokter. Dadanya terasa sangat sesak. Suaranya melengking di seantero bangsal rumah sakit ibu dan anak. “Aku telah membunuh anakku. Aku adalah seorang pembunuh. Aku lebih pantas mati dari pada hidup. Aku pembunuh! Pembunuh!” Tak jauh dari kamar Jelita, seorang bocah lima tahun berhenti sejenak dan berkata pada papanya. “Ayah, kenapa pembunuh ada di rumah sakit dan bukan ke penjara?” Pewaris takhta keluarga besar Setiawan menggendong putranya dan lanjut berjalan sembari berkata, “Neraka adalah tempat yang tepat bagi semua perempuan termasuk ibu yang bunuh anaknya sendiri.” Akankah Jelita raih kebahagiaan setelah terkubur dalam penyesalan diri akibat pengkhianatan orang yang paling dicintainya? Foto sampul dan desain dari Canva.
like
bc
Kembalinya Malikah Si Ratu Perawan
Updated at Jan 20, 2024, 20:40
Malikah Thomson harus melayani tiga pria mabuk, setelah dicampakkan di malam pernikahan oleh cinta pertamanya yaitu suaminya, Jason. “Duduklah dipangkuanku. Aku siap menghangatkanmu,” sesumbar pria tanpa cambang. Hasratnya sudah memuncak. Ia butuh penyaluran saat itu juga. “Buktikan kalau kalian memang peminum tangguh. Aku akan bergilir melayani, tanpa paksaan, asal kita habiskan semua minuman terlebih dahulu.” “Kamu memang nakal, Manis. Aku suka.” “Tersisa empat botol dalam kotak,” lapor pria peminum. “Dibagi rata untuk kalian berdua. Siapa yang selesai dahulu, dapatkan layanan pertama. Aku masih suci.” “Sungguh?” sambut kedua pria. Pria tanpa cambang semakin bersemangat membayangkan tubuh Malikah yang sintal, masih bersegel, akan segera menyatu dengannya Akankah Malikah sanggup bertahan melewati masa kelamnya, meraih cintanya dan jadi ratu di akhir hidupnya? Foto Sampul dari Studio Negarin di Pexels, desain di Canva
like
bc
KARAN
Updated at Mar 24, 2023, 22:19
Surat perintah penjemputan Praijing dieksekusi di malam hari, atas tuduhan telah berselingkuh dengan istri gubernur Rama, si penguasa wilayah. Praijing sangat yakin kalau ia telah difitnah namun, para algojo yang dikirim, menangkap paksa Praijing dan membakar rumah keluarganya. Zevho, istri dari Praijing sempat pingsan dan saat terjaga, ia menyaksikan rumahnya sedang terbakar. Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Zevho baru ingat pada Karan, putra tunggalnya. “Kebakaran! Di mana Karan? Anakku Karan! Di mana dia?” gumamnya bertubi-tubi. Ia merangkak menuju tiang teras dan mencoba mencari tumpuan untuk bisa berdiri. Setelah bisa menyangga tubuhnya, bukannya menjauh, Zevho malah menerobos api yang sedang berkobar. Ia menuju kamar putranya. Ia tidak peduli nyawanya juga bisa terenggut. “Karan! Di mana kamu, Nak! Bangun! Ada api!” teriak Zevho dengan tubuh terhuyung, berjalan terseok-seok sambil batuk sesekali di tengah teriakannya. Tujuannya hanya satu, yaitu menyelamatkan putranya, Karan. Apakah Karan selamat dan mampu memulihkan nama baik keluarganya?
like