Sebuah berita duka yang datang menyapa, akhirnya membuka tabir rahasia yang ditutupi selama ini. Rahman harus menerima kenyataan bahwa anak yang ia asuh serta jaga dengan sepenuh jiwa, nyatanya bukan darah dagingnya. Yang lebih memilukan lagi, fakta itu justru terkuak ketika sang istri tengah meregang nyawa.
Haruskah Rahman berbesar hati menerima jalan takdir hidupnya dengan terus menganggap Shaila sebagai anaknya, ataukah ia harus memberitahu yang sesungguhnya pada anak itu?
Sequel dari Imperfect Mariagge.
Manakala hati dihadapkan dengan dua pilihan. Antara kesetiaan dan kenyataan. Akankah Gita mampu mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya sendiri?
Seseorang yang masih merajai hatinya, berharap agar ia setia menunggunya. Namun, keinginan sang ayah pun sulit untuk diabaikan. Haruskah ia setia pada cinta yang dijanjikan, sedangkan kepastian tak kunjung datang. Ataukah menerima seseorang yang siap memberi kejelasan, dan mengakhiri segala penantian?
Waktu yang berjalan pasti akan menjawab segala kegundahan hatinya.
Saling mencintai saja ternyata tak cukup mampu membuat perjalanan kisah sepasang kekasih yang hendak menempuh jenjang yang lebih sakral, menjadi mudah dan lancar sesuai angan-angan keduanya.
Berbagai perbedaan pendapat tentang persiapan untuk hari bahagia mereka, seolah merintangi niatan suci keduanya.
Akankah bahagia itu mampu mereka raih?
Ataukah harus berakhir dengan menyerah di titik lelah yang mulai mendera masing-masing jiwa?
Tidak ada yang sempurna didunia ini. Kehidupan yang kita jalani akan terlihat sempurna di mata orang lain. Karena sejatinya manusia hanya ingin menampakan hal-hal yang baik saja dihadapan orang lain. Tak ada seorangpun yang ingin terlihat cacat dimata orang lain. Sandiwara pun dilakukan demi terlihat sempurna.