Assalamualaikum,
Hai Readers yg Kece Badai
Semoga bisa menikmati cerita ku yang masih banyak kekurangannya ini,
Aku hanya Author amatiran yang masih banyak kekurangan ini.
Tapi, aku akan selalu berusaha dan terus belajar jadi lebih baik.
Love You All,
IG : @ita3094_
FB : Rosita
WA : 085158833094
Arinta Permana, pria berusia dua puluh enam tahun yang tampan dan mempesona. Pria tampan itu menjalin hubungan dengan Sintya Alfriska Pahlevi, wanita cantik yang merupakan adik kelasnya saat duduk di bangku SMA.
Hubungan Arinta dan Sintya berjalan mulus, restu dari orangtua pun dengan mudah mereka dapatkan. Sampai pada titik, Arinta bertemu dengan mantan kekasihnya dahulu, yaitu Ranti Safika. Ranti adalah wanita cantik dan sederhana, mantan kekasih Arinta setelah menjalin hubungan selama dua tahun. Tetapi, hubungan keduanya harus berakhir, karena Arinta harus meneruskan pendidikan di Singapura.
“Arinta, aku di hamili atasan ku. Tapi, dia tidak mau bertanggung jawab. Tolong bantu aku, nikahi aku sampai aku melahirkan, agar saat bayi ku lahir, ada sosok Ayah disisinya.” Ranti Safika.
“Aku mencintai Sintya, hubungan kita sudah berakhir sejak enam tahun lalu. Jangan seperti ini, aku tidak bisa mengkhianati Sintya, wanita yang tak akan pernah aku lukai hatinya.” Arinta Permana Adiwijaya.
“Nikahi, jika kamu ingin melindungi Ranti atas aibnya. Tetapi, jangan pernah nikahi dia, hanya karena nafsu mu pada wanita itu.” Sintya Alfriska Pahlevi.
Abimanyu Wibisana, pengusaha tampan berusia dua puluh sembilan tahun, memiliki dua orang istri cantik yang begitu hebat. Melya seorang designer dan Sisil model muslimah yang sudah sangat terkenal. Kehidupan rumah tangga Abi bersama dengan kedua istrinya berjalan dengan baik, bahkan tanpa hambatan berarti. Hanya masalah-masalah kecil yang mudah mereka lalui bersama.
Priska Ayu Tirani hadir dalam kehidupan Abi, berawal dari pertemuan bisnis hingga berubah menjadi pertemuan hati. Priska gadis muda berusia sembilan belas tahun, mahasiswi semester pertama di salah satu universtitas ternama di Bandung. Gadis egois yang ingin menguasai Abi sepenuhnya. Apakah Abi akan dibutakan oleh paras cantik seorang gadis belia, atau tetap bersama dua wanita cantik yang berstatus istrinya yang sah?
“Aku akan menikahimu, atas ijin istriku. Tetapi dirimu harus bisa menerima kehadiran wanita-wanita yang sudah lebih dulu hadir dalam kehidupan ku. Jika, kamu ingin memiliki diriku seorang diri, maka aku akan menyudahi hubungan kita.” Abimanyu Wibisana.
“Seandainya kecantikan tak membutakan mata hatimu.” Melya Anandha.
“Seandainya dirimu tak pernah melupakan keadilan yang kau janjikan.” Sisilia Renata.
Vathan Asvatama dan Zelina Airani yang berjuang mempertahankan hubungan mereka setelah terpisah oleh jarak, demi mencapai cita-cita. Keduanya berkorban menahan rasa yang di namakan RINDU.
Hubungan mereka pun tak berjalan mulus, kehadiran Aleta di hidup Vathan membuat hubungannya dengan Zelin sering terjadi kesalahpahaman.
Aleta terus mencoba memisahkan Vathan dan Zelin dengan menghalalkan berbagai macam cara, termasuk mengatakan jika dirinya sedang mengandung janin hasil buah cintanya bersama Vathan. Tapi percayalah, kekuatan cinta antara Vathan dan Zelin akan membuktikan kebohongan yang dilakukan Aleta.
"Apapun yang membuat kamu bahagia, aku akan jauh lebih bahagia untuk mengabulkan keinginan kamu sayang." Vathan Asvatama.
"Aku udah terlalu cinta sama Kava, sebesar apapun kesalahan Kava nanti akan slalu aku sediakan ruang maaf yang gak pernah habis." Zelina Airani.
"Sekuat apapun kalian bertahan, aku akan jauh lebih kuat untuk memisahkan kalian." Aleta Gabriel.
INFO :
Dengan alasan 1 dan lain hal.
Saya sebagai penulis cerita ini mengumumkan, adanya perubahan nama tokoh.
Yudhistira Alvaro > Vathan Asvatama
Faiqah Zihni > Zelina Airani
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
Enjoy selalu baca kisah mereka.
I Love You All
Ketika Hati merasa Nyaman, maka Cinta akan datang beriringan dengan rasa Nyaman
“Ku tak pernah tahu perasaan apa yang kurasakan dihari pernikahan ku dengan mu. Yang ku tahu kaulah suamiku. My Soulmate”
Danita Fidelya
“Kebahagiaan dalam hidupku adalah melihatmu bahagia. Bisa menjadi pendengar yang baik untukmu dalam suka maupun duka”. Adelion Gibran
Sesungguhnya hati tahu dimana harus berlabuh. Seperti perahu yang tahu dimana harus menepi.