Share:

Sang Pewaris Kegelapan

READING AGE 18+

Arslanoir Suspense/Thriller

213 reads

Berawal keinginan keluar dari rumah. Malah memancing rangkaian kejadian mengerikan. Akhirnya menyeret ia menuju suatu perkampungan. Di mana tak ada satu hari pun tanpa teror juga ketakutan.

Gio adalah seorang anak remaja yang harus melewati kelamnya kehidupan karena perceraian orang tua di usia yang masih belia. Ditambah saat menginjak usia remaja ia harus tinggal bersama dengan papa, wanita selingkuhannya, dan beberapa orang anak mereka yang semuanya sangat menyebalkan! Tidak ada hari ia lalui dalam kediaman besar itu tanpa pertengkaran dan tekanan.

Ia berharap, ”Lebih baik aku tinggal bersama dengan iblis saja sekalian.”

Gio pun lulus dari SMA dan menuntut kebebasan pada Sang Papa untuk hidup mandiri di luar rumah. Namun, bukan kebebasan ia dapatkan. Malah serangkaian pengalaman mengerikan terus terjadi. Membuka satu demi satu tabir yang menutupi misteri hidupnya selama ini.

Dan doanya perlahan mulai dikabulkan berkat pertemuan dengan sekumpulan manusia aneh!

Di tempat tinggal barunya ia akan bertemu dengan Ravindra, seorang laki-laki yang tidak mengetahui apa pun mengenai kehidupan maupun kondisi dunia luar. Juga Makaila, seorang wanita misterius yang terus menarik pemuda baik itu menuju kegelapan.

Rahasia apakah yang terdapat di balik semua peristiwa aneh dalam hidup Gio? Bagaimana dengan keanehan para tetangga sendiri? Siapakah Ravindra dan Makaila sebenarnya? Apakah kenyataan yang terdapat di balik misteri kampung Tangga Teparo? Berhasilkah Gio bersama dua sahabatnya, Susi dan Ardan... menghadapi serta menguak semua?

Cover: Shutterstock

Unfold

Tags: darkcomedytwistedmysteryscaryevilmale leadrealistic earthsupernaturalhorrorInnovel Writing Contest——The Next BIG Name
Latest Updated
46: Pahlawan Bermuka Dua [G]

Cklek. Pintu kamar hotel yang (seharusnya) terkunci dari dalam tiba-tiba terbuka dari luar. Di satu sisi Ardan senang karena ia bisa diselamatkan. Namun, di sisi lain… bagaimana bisa?! Kartu kunci ruangan itu saja masih menempel di tempatnya. Lantas siapa yang…

Tap tap tap. Terdengar suara langkah mendekat. Ardan yang kesadarannya……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.