Share:

But Still

wede Romance

1100 reads

"Ini demi kenyamanan lo juga kok.. lagian gue juga mulai gerah."

"Dibilang ga usah ya ga usah!"

"Lo kenapa sih?"

"Kamu yang kenapa?" teriak Danis pada teman barunya, memangnya boleh ia sebut gadis ini teman? Karena tentu saja batinnya menolak untuk terlibat apapun dengan perempuan selain Mama, Ibu, Nada dan nenek-neneknya.

"Gue pengen banget temenan sama lo dan faktanya lo risih sama jenis kelamin gue, " ucap si gadis tanpa rasa malu sedikitpun. Sebaliknya Danis-lah yang malu.

"Me- me- memangnya aku lihatin kelamin kamu?" tanya Danis yang batang leher sampai telinganya sudah memerah semua.

"Gue tampol kalo lo berani!" ancam si cewek dengan muka yang tadi manis berubah menjadi tajam.

"Ehem.. sudah! Rambut itu perhiasan kamu. Kalo kata Mama sih begitu. Jadi, ga usah dipotong segala. Oke, aku mau jadi teman kamu," tenang-tenang, kasih dia waktu lalu tendang ke Afrika sana. Lanjut Danis membatin untuk membuat dirinya merasa baik.
"Seriusan? Awas kalo nanti gue ga diakuin!"

Danis mengangguk.

"Make up, gimana? Apa saja yang boleh dan ga boleh gue pake?" tanya Amira bersemangat, sangat bersemangat.

“...“

"Terus baju. Gue boleh pakai baju yang lehernya rendah? Dada gue agak gede sih, oh iya rok gimana? Rok oke?"

"BISA DIAM GA???" INI KENAPA TEMENAN SAMA CEWEK RIBET AMAT???? Teriak batin anak tertua Denis Hardian.

Unfold

Tags: possessivefamilyfriends to loversCEOdramasweethighschooloffice/work placefirst lovefriendship
Latest Updated
4.6
Comment