Di dalam mobil hanya ada isak tangis dari seorang Kenzie. Sudah beberapa menit berlalu, sejak kenyataan menampar keras, tetapi tangisan dari sang tuan muda belum juga reda. Permata dengan setia memeluk tubuh lemahnya seraya mengusap punggung tegap itu perlahan. Ia juga melihat dan mendengar apa yang terjadi di sana. Sebagai seorang anak, ia mengerti bagaimana perasaan Kenzie saat ini. Pasti tidak mudah dan mungin butuh waktu lama untuk sembuh dari luka pengkhianatan orang tua. Melihat betapa hancur sosok arogan dalam pelukannya seperti ini membuat perasaan Permata pun ikut terluka. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Kenzie ketika mendapati sendiri pengkhianatan sang ayah. Dalam diam Permata memperhatikan mereka sedari tadi dan menyaksikan adegan memilukan tersebut. Luka tak

