BAB 4 Ada Perubahan

1109 Words
POV NANDA "Yah itu sih salah kamu sendiri, udah tau muka yang jerawatan itu sensitif, nggak boleh asal pake skin care, harus konsultasi dulu sama ahlinya, permasalahan kulit kamu apa, jenis kulit kamu apa, setelah itu baru deh nentuin jenis skin care yang cocok, jangan langsung asal pake aja." Jelasnya panjang lebar. "Oh gitu yah, aku nggak tau, aku pikir semua skin care itu manfaatnya semua sama untuk perawatan agar wajah terlihat cantik." Jawab ku "Iya tapi harus disesuaikan dengan jenis kulit kita," Jelasnya lagi. Hari Sabtu pun tiba, aku bersiap menuju ke rumah Whika. "Assalamu'alaikum." Kataku sambil mengetuk pintu. "Wa'alaikumsalam, Eh Nanda udah datang, ayo kita langsung pergi." Ajak Whika. "Loh mau kemana ? Bukannya kita janjiannya di rumah kamu ? Kok sekarang malah mau pergi sih ?" Tanyaku yang bingung melihat Whika sudah berpakain rapi dan mengajak ku pergi, sedangkan sebelumnya kami sudah janjian untuk bertemu di rumahnya dan ingin membantu ku agar wajah ku cantik. "Nggak usah banyak nanya, udah ayo." Jawabnya sambil menarik tangan ku menuju ke mobilnya. Akupun pasrah dan mengikuti nya naik ke mobil. "Ini sebenarnya kita mau kemana sih ?" Tanyaku ketika aku sudah duduk di kursi tepat di samping Whika. "Udah tenang aja, nanti juga bakal tahu." Jawabnya sambil fokus mengendarai mobil. Aku diam tak menanggapi ucapan Whika, sebenarnya aku bingung dan penasaran, kemana sebenarnya gadis itu membawaku. "Klinik Kecantikan IKRANAS." Ucapku membaca papan reklame sebuah ruko tepat di depan tempat mobil Whika berhenti. "Ayo turun kita udah nyampe." Kata Whika sambil membuka pintu hendak turun dari mobil. Aku pun langsung turun dari mobil dan mengikuti langkah Whika menuju ke klinik kecantikan tersebut. "Ngapain kita kesini Whik ?" Tanyaku "Loh kok nanya sih ? Katanya kamu pengen cantik ? Yah sudah ayo masuk." Jawabnya. "Iya tapi Klinik ini besar dan mewah pasti biaya perawatannya mahal, aku nggak bawa duit banyak, entar yang ada malah malu-maluin." Kataku sambil membuka tas dan mengambil dompet ingin mengecek jumlah uang yang aku punya. "Ayoooo, nggak usah pikirin soal biaya." Katanya sambil menarik tanganku dan membawaku masuk ke klinik tersebut. "Mbak ini teman aku mau treatment wajah dan badan sekalian juga mau konsultasi jenis skin care yang cocok untuk kulit wajah dan untuk kulit badan nya juga, sekalian aku juga mau facial." Kata Whika kepada salah satu karyawan di Klinik ini. "Baik Nona Whika, Silahkan mbak." Jawab karyawan itu sambil mempersilahkan ku masuk kedalam ruang perawatan. Sepertinya Whika sudah sering kesini, buktinya mbak-mbak yang tadi sudah tahu namanya. Dua jam berlalu, treatment ku dan Whika akhirnya selesai, aku menatap wajah ku di cermin, luar biasa perubahannya, kelihatan bersih dan segar. "Mbak Nanda silahkan duduk dulu, saya mau mengecek wajah mbak Nanda untuk mengetahui jenis kulit dan skin care yang cocok buat Mbak Nanda." Kata salah satu karyawan klinik. "Oh iya mbak." Jawabku. Salah satu karyawan klinik mengecek wajah ku. "Kulit wajah mbak Nanda jenis kulit berminyak dan berjerawat, jadi mbak harus pakai skin care yang khusus untuk kulit berminyak dan berjerawat, bentar yah mbak saya ambil dulu." Katanya seraya berdiri menuju ke rak yang terdapat banyak skin care. "Ini mbak skin care yang khusus untuk wajah berminyak dan berjerawat, terdiri dari 1 cream malam, 1 sun block, 1 toner, 1 serum dan 1 totol untuk jerawat." Jelasnya sambil menunjukkan satu persatu skin care tersebut. "Oh iya mbak, harga nya berapa ?" Tanyaku. "Untuk harga nya silahkan mbak ke meja kasir, nanti akan di totalkan dengan treatment mbak yang tadi." Jawabnya sambil menunjuk ke arah kasir. "Oh iya baik mbak." Jawabku. Setelah itu aku dan Whika menuju ke meja kasir. "Berapa mbak ?" Tanya Whika "Untuk harga skin care 1 paket itu 500 ribu mbak, harga treatmant untuk dua orang masing-masing 1,5 juta, jadi total 3,5 juta mbak." Jawab mbak yang bertugas di meja kasir. Aku kaget, ternyata semahal itu, padahal uang di dompet ku cuma ada 500 ribu. Saat aku ingin mengeluarkan dompetku, tiba-tiba Whika menahan tanganku. "Oh iya mbak, bayar nya pakai kartu ini aja." Jawab Whika. Setelah selesai melakukan pembayaran, kami memutuskan untuk singgah makan siang di restoran yang letak nya bersampingan dengan klinik tempat kami perawatan tadi. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan kami pun datang. "Whik berarti tadi aku berutang 2 juta kan sama kamu ? Bisa nggak minggu depan baru aku ganti ?" Tanyaku sambil menyeruput jus buah naga yang aku pesan. "Udah ah santai aja, itu tadi aku yang traktir, nggak usah di ganti." Jawabnya. "Serius ? Tapi itu tadi banyak banget, aku nggak enak sama kamu, apalagi kita baru aja temenan, nggak ah aku mau ganti uang kamu minggu depan." Jawab ku lagi. "Ahh nggak usah, santai aja, sebagai gantinya kamu yang traktir aku makan yah." "Yah udah itu mah gampang, ngomong-ngomong makasih yah, kamu baik banget, baru kali ini ada orang yang baik dan peduli padaku, padahal kita baru aja temenana, bahkan orang tua ku saja nggak pernah peduli padaku." Kata ku dengan wajah sedih. "Aduh kok malah jadi melow sih ? Intinya sekarang kamu harus semangat, kamu rutin tuh pake skin care yang kamu beli tadi, usahakan minimal 1 kali dalam sebulan kamu treatment ke klinik kecantikan lagi, rajin olahraga, banyak minum air putih dan makan makanan yang sehat." Nasehat nya padaku. "Iya siap bos, hhahaha." Jawab ku sambil mengangkat tanganku ke pelipis seolah-olah sedang hormat. *** POV WHIKA Nama ku Whika Getmana, biasa dipanggil Whika, aku adalah anak tunggal yang berasal dari keluarga broken home, sejak kecil aku selalu menyaksikan kedua orang tua ku bertengkar, dan aku juga tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua ku, entah mengapa setiap mereka habis bertengkar, ibuku melampiaskan kekesalannya padaku, dia kerap memarahi ku bahkan sampai memukul ku, padahal aku sama sekali tidak berbuat kesalahan, sedangkan ayah ku sangat jarang tinggal di rumah, kadang pulangnya subuh, kadang juga tidak pulang sampai beberapa hari. Kadang aku iri dengan teman-temanku yang mempunyai keluarga yang harmonis. Sejak SMP dan SMA aku adalah bintang sekolah, banyak teman pria ku yang naksir padaku tapi aku tidak pernah menanggapinya, entah mengapa aku tidak ada rasa kepada mereka-mereka yang telah menyatakan cinta padaku. Aku terlahir dengan paras yang cantik, dan paras cantik ku itu aku salah gunakan, yah aku menggunakan kecantikan ku untuk mendapatkan uang yang tidak halal, aku menggaet 0m-0m lalu menjadikannya Atm berjalan ku, tapi bukan hanya sekedar soal uang, tapi aku juga suka di beri perhatian dari 0m-0m tersebut, aku lebih suka menjalani hubungan dengan pria yang jauh lebih tua diatasku dibanding kan dengan pria yang seumuran denganku, mungkin karena aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Saat hari pertama masuk di bangku kuliah, aku bertemu dengan seorang perempuan, sebenarnya dia manis, tapi sayang kulitnya hitam dan kusam dan di penuhi jerawat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD