POV WHIKA
Nama ku Whika Getmana, biasa dipanggil Whika, aku ada anak tunggal yang berasal dari keluarga broken home, sejak kecil aku selalu menyaksikan kedua orang tua ku bertengkar, dan aku juga tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua ku, entah mengapa setiap mereka habis bertengkar, ibuku melampiaskan kekesalannya padaku, dia kerap memarahi ku bahkan sampai memukul ku, padahal aku sama sekali tidak berbuat kesalahan, sedangkan ayah ku sangat jarang tinggal di rumah, kadang pulangnya subuh, kadang juga tidak pulang sampai beberapa hari.
Kadang aku iri dengan teman-temanku yang mempunyai keluarga yang harmonis.
Sejak SMP dan SMA aku adalah bintang sekolah, banyak teman pria ku yang naksir padaku tapi aku tidak pernah menanggapinya, entah mengapa aku tidak ada rasa kepada mereka-mereka yang telah menyatakan cinta padaku. Aku terlahir dengan paras yang cantik, dan paras cantik ku itu aku salah gunakan, yah aku menggunakan kecantikan ku untuk mendapatkan uang yang tidak halal, aku menggaet 0m-0m lalu menjadikannya Atm berjalan ku, tapi bukan hanya sekedar soal uang, tapi aku juga suka di beri perhatian dari 0m-0m tersebut, aku lebih suka menjalani hubungan dengan pria yang jauh lebih tua diatasku dibanding kan dengan pria yang seumuran denganku, mungkin karena aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah.
Saat hari pertama masuk di bangku kuliah, aku bertemu dengan seorang perempuan, sebenarnya dia manis, tapi sayang kulitnya hitam dan kusam dan di penuhi jerawat.
Setelah aku berkenalan dengannya, ternyata hidupnya miris sama seperti ku, sebenarnya dia bukan berasal dari keluarga yang broken home, hanya saja orang tuanya tidak pernah peduli padanya karena wajah nya jelek, sepertinya dia bisa ku ajak untuk bersenang-senang seperti yang sering ku lakukan, tapi sebelumnya aku harus merubahnya dulu menjadi cantik, agar ada 0m-0m yang tertarik dengan dia.
Hari Sabtu kami janjian untuk ketemuan, dan aku mengajaknya untuk perawatan di klinik, baru 1 kali perawatan saja sudah mulai ada perubahan, mungkin 5 kali perawatan wajahnya sudah bisa cantik.
Perawatan di klinik kemarin aku semua yang bayar, tentu saja pakai kartu kredit ku yang diberikan oleh kak Danu, pacarku, umurnya mungkin seumuran dengan ayahku, tapi aku memanggilnya kakak, biar kesannya aku tidak pacaran dengan orang yang terlalu tua, padahal emang sudah tua hehe.
3 bulan kemudian, wajahnya sudah mulai cantik dan mulus, 3 kali treatmant di klinik dan dia rutin memakai skin care yang aku belikan di klinik.
Ini saatnya aku mulai melancarkan aksiku.
"Hei Nan, kamu udah punya pacar belum ?" Tanyaku saat kami sedang makan di kantin.
"Aku belum pernah pacaran Whik, mana ada orang yang mau sama perempuan buruk rupa kayak aku." Jawabnya
"Eh itu kan dulu, sekarang kamu udah cantik, mau nggak aku kenalin sama teman aku ? selain cinta dan perhatian, dia juga bisa memenuhi kebutuhan materi kamu." Tanyaku lagi
"Emang ada yang mau sama aku ?" Tanya nya merasa tidak yakin.
"Kamu tenang aja, lusa kan hari sabtu, bagaimana kalau kita ketemuan dengan temanku ? Nanti waktu dan tempatnya aku kabarin, atau nanti aku deh yang jemput kamu." Kata ku.
"Yah udah deh terserah kamu aja." Jawabnya
"Oke deh." Jawabku.
***
POV Nina
Semenjak berkenalan dengan Whika, hidup ku berubah 180 derajat, aku yang dulunya jelek dan sering di bully oleh teman-temanku, sekarang telah berubah menjadi perempuan yang cantik, kulit ku yang dulu hitam sekarang telah berubah menjadi putih, wajah ku yang dulu kusam sekarang telah glowing, jerawat ku yang dulu tumbuh subur di wajahku, sekarang telah musnah, bahkan bekas nya pun hilang tanpa jejak. Ini semua berkat Whika sahabatku, dia yang mengajak ku perawatan di klinik kecantikan, bahkan dia yang membiayai semua perawatan dan skin care ku, beruntung nya aku mempunyai sahabat sebaik Whika, aku sangat bersyukur tuhan mempertemukan aku dengan orang sebaik dan sepeduli Whika.
Sekarang aku sudah cantik, bahkan sekarang orang tua ku pun sudah mulai peduli dan perhatian padaku, tapi hatiku sudah terlanjur sakit dan kecewa, segala bentuk perhatiannya tidak membuat ku bahagia dan tersentuh, mungkin aku sudah mati rasa dan sudah terbiasa hidup tanpa perhatian dari orang tua.
Saat kedua orang tuaku menunjukkan rasa perhatian mereka, membuatku mengingat semua kelakuan mereka dulu yang selalu cuek dan membeda-bedakan ku dengan adikku dan itu membuat ku marah, aku dendam dan sakit hati atas perlakuan mereka selama ini, dan aku sudah berjanji untuk membalasnya nanti, aku akan membuat mereka menderita.
Hari ini hari Sabtu, aku sedang bersiap-siap untuk bertemu teman Whika yang ingin dia kenalkan kepada ku.
Setelah mandi aku lalu berdandan yang natural, yah sekarang aku sudah pintar berdandan, Whika yang mengajari ku, dan baju-baju ku juga semuanya model kekinian dan bermerk semuanya juga di belikan oleh Whika, orang tua ku mana pernah mau mengeluarkan uang nya untuk ku, jangankan buat beli baju, buat bayar sekolah aja dulu aku harus bermohon-mohon. Pokok nya Whika sangatlah berjasa dalam hidup ku, dan aku takkan pernah melupakan kebaikannya dan suatu saat aku berjanji akan membalas semua kebaikannya.
Aku berputar-putar di depan cermin, memperhatikan pantulan diri ku dari cermin, tidak percaya rasanya aku bisa berubah seperti ini.
Setelah selesai aku keluar kamar dan berniat menunggu Whika di teras.
"Nanda mau kemana nak ? Sini makan siang sama-sama." Ajak ibu ketika aku melintas di meja makan.
"Nggak usah bu, aku nggak lapar, lagian aku juga mau pergi makan sama teman aku." Jawab ku cuek sambil berlalu menuju ke teras.
10 menit aku menunggu, akhir nya Whika datang, akupun langsung naik ke mobil tanpa pamit ke orang tua ku, setidaknya mereka sudah tau kalau aku mau keluar.
Sesampainya di restaurant yang menjadi tempat ketemuan kami, ternyata teman Whika belum datang, kami pun menunggu sambil memesan makanan sesuai selera kami masing-masing.
"Whik aku grogi banget nih, ini pertama kalinya aku mau ketemuan dan kenalan sama cowok." Kataku
"Santai aja, kak Reza orang nya baik kok, santai juga bawaannya, gak kaku, dia juga orang nya humoris, pasti nanti kamu betah deh ngomong lama-lama sama dia." Kata Whika menenangkan ku.
Oh jadi namanya Reza yah, batinku.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan kami tiba. Bertepatan dengan pesanan kami di antar oleh pelayanan, teman Whika pun datang, dan kebetulan posisi duduk ku membelakangi pintu masuk.
"Eh itu dia kak Reza sudah datang." Kata Whika berbisik kepadaku.
"Ah masa sih ? Aku jadi grogi nih." Kata ku sambil meremas-remas tangan ku.
Aku tak berani untuk berbalik, aku tunggu saja dia sampai di meja kami.
"Ehm permisi." Suara laki-laki yang ku duga bernama Reza menyapa kami.
Aku pun menoleh, dan betapa terkejutnya aku, ternyata kak Reza yang di maksud oleh Whika adalah orang yang sangat aku kenal.