POV Sherina Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk empat bulan ini. Kamu memang suami yang banyak memberiku pelajaran hidup. Cinta memang tak harus memiliki. Cukup ragamu saja yang sempat kumiliki, sementara hatimu ... itu mustahil kudapatkan. Aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku. Sudah cukup dengan hadirnya buah hati ini, aku mencintaimu. Kau telah menitipkan sepenggal cinta di dalam rahimku. Akan kujaga baik-baik dan kau, tak akan pernah lagi melihatku sebagai istrimu. Aku terus berjalan dengan langkah pelan, dengan hati tak menentu dan tak tahu tujuan. Mungkin lebih baik aku meninggalkan kota ini. Namun, uang yang sekarang ada di dompet belum cukup untuk bepergian. Kupegang perut yang masih rata ini dan mencoba mencari tempat berteduh setelah rintik hujan mulai turun

