Buat Kamu

1187 Words

Suara lirih diiringi dengan desisan terdengar semakin nyata. Aku membalik badan dan melihat Mas Ari terpejam dengan bibir pucat. Aku segera menyelimutinya dengan sehelai kain. Yang memang biasanya kupakai sendiri. Aku tersadar ketika tak sengaja bersentuhan dengan kulit lengannya. Terasa panas dan aku merambat menyentuh kening, Mas Ari demam? Aku bangun dan segera mengambil air di belakang. Lalu, kembali lagi untuk mengompresnya. Waktu berputar begitu cepat. Sudah dua jam aku duduk menjaganya. Sudah kucoba untuk tidur, tetapi tak bisa. Kepalaku pun mendadak pusing lagi. Sudah menjadi kebiasaan setiap kali kurang tidur, pasti akan mengalami migrain. Aku kembali memeras kain kompres dan meletakkan pada kening Mas Ari. Di saat seperti ini, perut kembali mual. Aku kembali mengeluarkan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD