Ketahuan ibu Erwin

1008 Words

Erwin duduk termenung di teras rumah. Kopi yang tadinya masih panas mengeluarkan asap mengepul di udara, kini sudah mulai mendingin, tanpa Erwin sentuh sedikit pun. Pikirannya terus melayang, memikirkan nasibnya ke depan nanti. "Apa aku harus jujur sekarang pada Maya, tentang siapa aku dan statusku sebenarnya? Biar bagaimanapun, Maya pasti akan mengetahuinya nanti. Untuk saat ini aku masih bisa aman. Tapi, tidak untuk nanti ke depannya. Tapi, kalau aku jujur sekarang, rasanya juga tidak mungkin. Aku tidak mau membuat Maya kecewa, bahkan sakit hati," batin Erwin, tak bisa menentukan keputusan yang tepat. Sedang asyik termenung, dering ponsel terdengar samar dan semakin jelas terdengar. Maya datang dari arah dalam, dan berdiri di samping Erwin sambil menyodorkan ponsel miliknya. "Ada yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD