Diam-diam makan mie

1061 Words

Entah mendapat angin dari mana, pagi ini Erwin bangun sangat pagi sekali. Hampir semalaman ia terus saja memikirkan Maya. Pagi ini, setelah mandi dan bersiap, Erwin bergegas menyambar kunci mobilnya, kemudian melangkah keluar meninggalkan kamarnya. "Tuan, selamat pagi. Sarapan sudah siap, Tuan," ujar Mbok Minah, menghentikan langkah Erwin. "Saya buru-buru Mbok, Mbok dan yang lain saja memakannya. Saya titip rumah selama saya dan istri saya tidak ada di sini!" sahut Erwin, berjalan menuju garasi mobil. Aroma dan cita rasa masakan Maya, menemani sepanjang perjalanan Erwin pulang. "Perutku lapar sekali. Biasanya wanita itu membuat sarapan yang enak kalau pagi seperti ini. Lebih baik aku makan di rumah saja," gumam Erwin, membatalkan niatnya saat melihat rumah makan padang yang ia lewati.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD