BAB 8 Munculnya bakat rank S

1158 Words
“Astaga! Lihat itu! apa kau melihatnya? Itu rank S!” seseorang berteriak dengan kamera ponsel di tangannya yang masih merekam video. Lalu tak lama setelahnya, papan skor milik Aiden muncul. Kembali hal itu membuat seluruh tamu undangan dan para siswa heboh. “Aku tidak percaya ini! Bukan hanya satu tapi dua! Dua peringkat S dikalangan kita! Ini keajaiban!” Para reporter sangat semangat saat menyiarkan berita ini. Bagaimanapun bakat S sangat jarang. Dari ratusan siswa kemungkinan hanya akan ada satu rank S. Namun tidak mustahil setelah jaman semakin berkembang, maka mutasi manusia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Tentu saja dengan risiko bahwa para monster yang ada di dungeon juga akan mengalami mutasi yang sama. Hal ini tidak akan terpikirkan untuk saat ini, karena hari ini mungkin media hanya akan melaporkan bakat emas para siswa Olympus tahun ini Saat semua siswa keluar dari kapsul, segera Simoc dan Aiden menjadi sorotan media dan banyak dari media yang mengambil gambar mereka. Untung saja akademi melarang semua tamu termasuk reporter untuk tidak mendekati di sekitar alat pengujian bakat agar tidak mengganggu jalannya tes ini. Jika tidak, bisa jadi baik Simoc maupun Aiden tidak akan bisa mengikuti tes selanjutnya dengan baik. Semua peserta jelas belum menyadari kehebohan apa yang sebenarnya terjadi. Karena alat ini mengkonsumsi mana yang ada di kristal ungu. Jika kalian berlama-lama diluar, mana kristal itu akan tersedot dengan sia-sia. Jadi begitu peserta keluar dari kapsul, mereka langsung memasuki tes kedua begitupun dengan Aiden dan Simoc. “Selamat Eugine, kau memiliki adik yang mungkin akan melampauimu. Aku rasa keluarga Orlendo memang pencetak para jenius.” Julian memberikan selamat yang tulus pada pemuda tampan yang baru saja mengambil tempat untuk duduk disampingnya. “Jenius apa? Aku rasa itu hanya olok-olok belaka darimu bukan?” Eugine menjawab. Namun nada pemuda itu jelas menunjukkan rasa bangga. “Kau tahu? Aku sangat lega melihat hasilnya. Dengan begitu dia tidak akan selalu marah padaku karena stigma orang yang selalu membandingkannya denganku.” Eugine menatap punggung Aiden yang baru saja memasuki pintu. “Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi mungkin tahun ini para siswa kelas bawah akan jauh melampaui kita.” “Yah aku tahu. Bagaimana denganmu? Apa adikmu sudah melakukan tes?” Eugine berusaha bertanya hati-hati. Bagaimanapun sosok adik bungsu dari Julian ini adalah sosok yang tabu diantara keluarga Dewantara. Rumor mengatakan bahwa itu hanyalah pemuda biasa dengan tanpa bakat yang melalui koneksi dapat bersekolah di akademi ini. “Belum, tapi kali ini aku seperti menemukan sosok lain darinya. Hei Eugine, mungkin saja nantinya adikku lah yang akan menjadi ikon akademi ini.” Julian menjawab. “Apa maksudmu?” Tanya Eugine. “Yah…lihat saja nanti.” jawab Julian misterius. Di bibirnya membentuk sebuah senyum tipis. Dia telah melihat semuanya. Tentang perubahan yang terjadi pada Arthur—adiknya. Jika bukan karena Adele yang menghubunginya dan memintanya untuk datang, dan mengatakan banyak omong kosong tentang perubahan Arthur, Julian mungkin akan melewatkan kesempatan emas ini. Adele benar, Arthur memang berubah. Arthur yang ada disini seolah pribadi yang sangat berbeda dengan Arthur yang selama ini mereka kenal. Sangat jelas Julian melihat bagaimana sosok adiknya yang selalu penyendiri itu dapat membimbing ketiga temannya. Jangan pernah meremehkan indra dari bakat rank S. Julian sengaja tadi menajamkan pendengarannya dan berfokus pada Arthur dan teman-temannya. Awalnya dia hanya melakukan karena iseng, namun tidak menyangka bahwa dia akan mendapat kejutan yang sangat besar dari sosok adiknya itu. Julian jadi tidak sabar mengetahui kapan Arthur akan membongkar kepura-puraannya menjadi bodoh selama ini. *** “Astaga! Aku sungguh tidak percaya ini! Kalian benar-benar menjadi Rank S?” Lohan tidak dapat mempercayainya. Arthur hanya tertawa. Dia tahu bahwa teman-temannya ini akan mempercayainya. Namun dengan Simoc dan Aiden yang keluar dengan bakat rank S, itu jelas menaikkan rasa kepercayaan mereka padanya. “Aku akan menagihmu untuk makananku selama satu bulan.” kata Arthur. Simon tersenyum lebar, bahkan hingga deretan gigi rapinya terlihat. “Aku tidak akan pernah mengingkari janjiku!” Simoc memastikan. “Aku juga akan memberikanmu formula pertamaku yang nantinya akan aku buat saat aku memasuki departemen Ivoc.” kali ini Aiden tidak lagi menyembunyikan antusiasnya. Dengan bakat rank S pada tes pengujian ini, setidaknya tidak tidak akan lagi dibandingkan dengan kakaknya—Eugine, dia sangat senang akan hal itu. Arthur mengangguk puas, “Sebaiknya itu benar-benar kalian lakukan. Saat keempatnya tengah mengobrol, Arthur sadar bahwa saat ini mereka tengah menjadi pusat perhatian semua orang. Teman dari rank S, Arthur sadar bahwa mungkin saja terlalu low profil disaat seperti ini tdiak akan baik untuknya. Tak lama setelahnya, kini namanya dipanggil oleh sistem. Sesuai dengan permintaannya, saat ini pun sistem hanya memanggil nama depannya tanpa nama keluarganya. Dia dan Lohan dipanggil diwaktu yang sama. “Aku ingin melihat bagaimana master kita ini akan seperti apa.” Simoc menepuk pundak Arthur. Dia memang terlihat paling tidak sabar menanti bagaimana hasil yang akan dikeluarkan Arthur. Simoc selalu merasa bahwa Arthur memiliki banyak rahasia pada dirinya. “Apa maksudmu? Aku akan sama seperti kalian, atau mungkin aku akan lebih rendah dari kalian. Aku akan pergi dulu bersama Lohan.” Arthur menepuk pundak Simoc lalu berjalan menuju alat pengujian bakat. Bagaimanapun, kali ini Arthur sungguh ingin melihat bakatnya dengan jantung Balbark yang ada di tubuhnya. Dia sangat penasaran akan hal itu. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, Arthur mulai memasukkan kristal ungu pada alat pengujian bakat. Lampu kapsul menyala dan tak lama pintu kapsul mulai terbuka. Dengan percaya diri Arthur masuk ke dalam kapsul. Pintu kapsul tertutup, Arthur berbaring dengan tenang dan memejamkan matanya—kita lihat bagaimana hasilnya kali ini. Arthur harap itu tidak akan terlalu menonjol karena dia tidak ingin menjadi pusat perhatian saat ini. Deretan mesin pengujian bakat pertama hampir berbunyi secara bersamaan. Semua reporter kembali bersiap dengan kamera mereka, dan siapa sangka bahwa hasil tes pengujian bakat pada kelompok ini tidak seperti ekspetasi para reporter dan wali siswa setelah menyaksikan Simoc dan Aiden tadi. Seluruh Aula mendadak dalam kehebohan. Arthur tidak mengerti kenapa mereka begitu heboh karena efek dari cahaya yang dikeluarkan saat di mesin kapsul itu terlalu terang hingga dia harus memfokuskan pandangannya begitu keluar dari kapsul. Arthur tahu sejak Aiden dan Simok sebagai bakat rank-S pada pengujian alat tes pertama dan kedua, serta Aiden dengan bakat tes rank-A pada alat pertama dan rank- S pada alat tes kedua berjalan langsung mendekati dia dan Lohan, keduanya jelas telah menjadi target reporter. Seorang Jenius selalu memiliki ambisi dan sikap sombong yang tidak terelakkan. Dan biasanya mereka hanya akan berkumpul dengan para jenius. Itulah pikiran paling sederhana dari media dan bangsawan kelas atas. Dan kebetulan saat bersamaan bakat rank-S muncul secara berurutan. Jelas saja reporter lebih semangat saat ini untuk meliput semua siswa dari kelompok Arthur yang memasuki alat tes. Arthur menghela nafas, bagaimanapun sesuai dugaannya bahwa jantung Balbark tidak dapat meningkatkan bakatnya sama sekali. Mungkin saja jantung balbark hanya membuatnya dapat kembali ke masa ini. Tidak masalah, dengan kinerjanya tadi, Arthur yakin setidaknya dia akan mendapatkan bakat rank C bukan F seperti di masa lalu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD